
Didalam Toko Baju milik Paman Leo, Tasya sangat antusias melihat baju - baju yang bergantung rapi di dinding - dinding Toko. Leo yang melihat Tasya berjalan terus sambil menatap lurus ke arah baju - baju, merasa puas hati karena memilih mengajaknya ke Toko milik Pamannya.
Mata Tasya yang cenderung sipit menjadi melebar, bola matanya seakan berbinar - binar melihat baju gamis motif bunga berwarna plum. Warna yang plum adalah warna yang disukai Tasya. Tasya menyukai warna plum karena warna itu terlihat elegan dan manis. Warna unik seperti campuran sedikit warna pink dan berdominan ungu tua.
Tasya pun secara tak sadar langsung memegang kain lembut yang menyelimuti gamis itu. Tasya langsung melihat bandrol harga yang tergantung di kerah gamis berwarna plum tersebut. Wajah Tasya yang tadinya gembira melihat gamis itu berubah murung.
Leo yang sedari tadi memperhatikan Tasya, langsung menghampiri Tasya karena penasaran perubahan raut wajah Tasya.
" Cya ? Eh kenapa ? Are You Okey ? ", tanya Leo dengan muka khawatir.
" Aku gakpapa kok. Emm gini Yo, harganya mahal banget. Aku suka bnget gamis ini ", jawab Tasya sedih.
" Oh, mahal ? Berapa ? ", tanya Leo.
" Emm .. Nih, liat ", jawab Tasya sambil menyodorkan bandrol harga.
" Ohh, segini Cya. Udah gausah sedih. Kamu bawa duit berapa ? "
" Emm, gatau ni. Bentar ya Aku cek dompet dulu ", Tasya mengambil dompet dari Tas Selempang miliknya.
Saat Tasya membuka dompet, Tasya melihat 4 lembar uang 50.000. Tasya merasa heran, karena Tasya mengingat uang miliknya hanya 50.000 didalam dompetnya. Tapi Tasya tidak terlalu memikirkannya, mungkin ingatan Tasya salah.
Tasya langsung mengeluarkan semua uang yang ada didompetnya untuk menunjukkannya kepada Leo. Setelah melihat uang yang dikeluarkan Tasya, Leo langsung memberikkan uang 100.000 yang diambilnya dari saku celana belakang.
" Eh, apa ini Yo ", tanya Tasya bingung.
" Udah itu, pakek aja buat nambahin kekurangan duit Kamu Cya "
" Eh jangan dong. Aku ga mau kek gini ", jelas Tasya sambil menatap wajah Leo.
" Udah Cya. Aku rela kok. Anggep aja itu, emmmmm ... ahh hadiah ulang tahun dari Aku buat Kamu ", jawab Leo bingung.
" Emm .. Ulang tahun Aku kan masih 2 bulan lagi. Masih lama, gausah la ", tutur Tasya.
" Eh .. Iya ya. Hehe. Udah gakpapa Cya. Aku pokoknya gamau tau. Kamu harus terima itu ", desak Leo.
" Iyaa .. Iyaa. Makasih ya. Tapi nanti kasih hadiah lagi ya, jan patungan ama gue. Masa hadiah buat Aku, kita harus patungan. Kan ga paten Hahahaha ", senyum Tasya.
" Ehh .. Dasar. Yaudah, iyaa .. Iyaa. Kebanyakan liat tiktok ni, paten, patennn ", jawab Leo.
" Biarin aja, Wekkkk ", ledek Tasya menjulurkan ujung lidah.
Setelah itu, Tasya langsung meninggalkan Leo dengan perasaan puas karena telah meledek Leo. Tasya langsung menghampiri kasir didepan untuk membayar gamis yang amat disukainya. Sesampainya di meja kasir, Tasya melihat Laki - Laki yang tua seperti berumur 50 tahun sedang duduk di kursi kasir.
" Ini aja nak belanjaannya ? ", tanya Laki - Laki tua itu.
" Eh, iya Paman. Itu aja ", balas Tasya.
" Okey. 300 ribu nak bajunya "
" Iya Paman. Nih ", Tasya menyodorkan uang 300 ribu tunai.
" Loh. Paman Babas. Kok jaga ? Karyawannya kemana ? ", tanya Leo dari arah belakang Tasya.
__ADS_1
" Lah, Eh. Paman ini, Paman Kamu Leo ? ", sahut Tasya.
" Iya Cya. Ini Paman Babas. Kakaknya Ibu Aku ", Leo menjelaskan.
" Emm Gitu ", Tasya mengangguk.
" Karyawan Paman lagi solat magrib semua. Paman gantian jaga. Emm .. Itu siapa Kamu Leo ? Pacar ? ", tanya Paman Babas penasaran.
" Maunya sih gitu Paman ", senyum licik ke arah Tasya.
" Enggak Paman. Tasya sama Leo tetanggaan ", jelas Tasya.
" Iyaa .. Iyaa. Ini Tasya Paman, tetangga Leo. Temen dari Leo kecil ", jelas Leo memperkenalkan.
" Ahh.. Iyaa .. Iyaa ", balas Paman Babas mengerti.
" Makasih ya Paman. Semoga laris ", tutur Tasya menggenggam Paper Bag Hitam yang berisi gamis.
Lalu, Tasya langsung meninggalkan kasir dan berjalan keluar Toko. Saat ditengah jalan, Tasya terhenti. Tasya memandang sejenak Jam tangan berwarna putih yang ada didalam elase disamping kirinya. Namun, Tasya langsung berhenti memandangi jam tangan itu karena Tasya sudah kehabisan uang.
Paman Babas yang melihat Tasya, langsung mengambil jam tangan putih itu dan memberikannya kepada Leo.
" Paman, apa ini ? ", tanya Leo.
" Emm, ini hadiah buat temen Kamu. Paman liat kaya nya dia tertarik tuh ", jelas Paman Babas.
" Eh beneran ni Paman ? Ga bayar ni ? "
" Iya. Ga bayar. Anggep aja ini juga ngebantu Kamu buat dapetin Tasya. Hahaha ", Paman Babas meledek.
" Iyaa. Hati - Hati ya "
" Iyaa Paman ", Leo berjalan keluar Toko.
Sesampainya diluar Toko, Leo melihat Tasya yang menunggunya dengan wajah cemberut. Leo pun langsung menghampiri Tasya yang menunggunya di samping motor miliknya yang terparkir.
Karena melihat Tasya yang sedang bad mood membuat Leo takut. Leo tidak berani untuk bertanya kepada Tasya tentang hal yang membuat Tasya murung. Leo langsung menghidupkan mesin motornya dan diikuti Tasya yang duduk di bagian belakang.
Leo pun langsung menancap gas dan meninggalkan Toko Baju Paman Babas. Di tengah perjalanan Leo sesekali memperhatikan Tasya melalui kaca spion didepannya. Wajah Tasya yang terus cemberut membuat Leo tidak nyaman.
Leo langsung berfikiran untuk bertanya nantinya, setelah sampai mengantar Tasya. Leo juga jadi teringat, ledekannya yang tidak disukai Tasya. Leo langsung yakin kalau ini pasti salahnya.
...****************...
Sesampainya dirumah Tasya, Tasya langsung beranjak dari tempat duduk motor milik Leo. Tasya hendak berjalan meninggalkan Leo, namun Leo melihat dan langsung menggenggam tangan Tasya untuk mengehentikan Tasya masuk kedalam rumahnya.
" Ehh .. Apaan sih ! ", jelas Tasya kesal.
" Cya, Tunggu !! ", titah Leo.
" Cya, Aku minta maaf. Aku paham ini salah Aku. Minta maaf ya. Plisss ", mohon Leo dengan muka memelas.
" Huftt .. Iyaa iyaa. Tumben langsung sadar. Awasin dulu ni tangan Aku. Saakkiittt !! ", rintih Tasya.
__ADS_1
" Ehh .. Iyaa. Iyaa ", jelas Leo.
" Jan marah lagi ya Cya, nanti cantiknya luntur loh. Hahaha ", sambung Leo meledek.
" Nah ini kurang ajar. Dah dikasih hati, malah dipijek - pijek. Dalah .. Males gue. Pusing ! ", Tasya kembali kesal.
" Ehh .. Iyaa Iyaa. Bercanda Cya. Oya, ini aku ada sesuatu buat Kamu. Aku jamin Kamu ga bakal marah lagi ", sahut Leo menyodorkan jam putih yang diberi oleh Pamannya tadi.
" Ehh .. Ahhhh.. Kamu kok tau sih, Aku pengen ini ", jelas Tasya dan langsung memegang Jam tangan.
" Ini buat Kamu Cya. Ini tadi dikasih sama Paman aku. Paman Aku liat, Kamu kayanya tertarik sama ini. Trus dititipin ke Aku deh buat ngasih ke Kamu "
" Ehh .. Beneran ni ? Paman Kamu baik banget ya Yo. Ahh Akuuu mauuu ", seru Tasya menggenggam jam tangan.
" Hahaha .. Iyaa. Gitu dong senyum "
" Ihhh .. Iyaa .. Iyaa. Dasar makhluk astral nyebelin ", ledek Tasya.
" Eh liat Cya. Mana ada makhluk astral cakep kek gue gini. Ahhh ngebandinginnya keterlaluan Kamu "
" Hehehe.. Losss !!! Dalah, udah sana balik gih. 30 menit lagi jemput Aku ya, kita pergi ke Resto Mahmednya ", titah Tasya.
" Dasar ! Suka - suka suruhannya. Emangnya Kamu itu Ratu apa ? ", kesal Leo.
" Iya ! Emang Ratu gue. Dan Kamu budak Hahahaha ", tawa puas Tasya.
" Iyaa .. Iyaaa. Untung cakep. Dalah, Dah Cyaaaaa kuuu ", jawab Leo langsung menancap gas meninggalkan Tasya.
" Ehh .. Ehh.. Ihhhhhh. Tak ulek Lu ya ! Jadi dadar langsung ! Hisss Dasaaarrrr !! ", kesal Tasya menggerutu.
Tasya langsung masuk kedalam rumahnya, dengan perasaan yang langsung berubah senang karena barang yang dia dapat, membuat Taysa tersenyum berseri - seri. Andriyan yang melihat Tasya di ruang tamu memasang wajah bingung.
" Ngaapeee ni ? Senyum - Senyum ", tanya Andrian.
" Eh, Kakak. Ahh gini Kak. Tasya baru beli baju gamis, eh gratis jam tangan ", jelas Tasya menuturkan.
" Kok bisa gratis dek ? ", Andrian terheran - heran.
" Iya Kak. Tasya beli ini di Toko baju punya Pamannya Leo. Trus, Tasya dikasih jam sama Pamannya Leo "
" Ohh gitu. Waahh bagus deh. Hahaha. Alhamdulillah "
" Hahaha.. Iya Kak. Alhamdulillah "
" Oya Kak, nantik Tasya mau keluar sama Leo ke restauran. Karena ada Acara Makan Kelas Kak ", Tasya meminta izin.
" Ohh.. Iyaa. Iya. Yaudah, nanti hati - hati ya ", balas Andrian.
" Ahh Iyaa Kak. Makasih Kak "
" Iyaa Dek ", senyum Andrian.
Setelah itu, Tasya langsung meletakkan baju gamis dan jam yang baru dibelinya kedalam kamar tidurnya. Tasya pun melanjutkan ke kamar mandi untuk mandi, bersiap - siap ke Acara Makan Kelasnya.
__ADS_1
...****************...
Bersambung ...