Saat Aku Terobsesi

Saat Aku Terobsesi
Terlambat Mengenal


__ADS_3

Tasya dan Andrian sampai di Warung Ayam Penyet Ririn. Sesuai nama Warungnya, ini milik Ririn. Warung yang diwariskan oleh Alm. Ayahnya untuk Ririn mencari nafkah. Ririn menjadi tulang punggung dikeluarganya, Ia menghidupi Ibu dan Adik Laki - lakinya.


" Hai Bee, Ayam Penyet spesialnya dua ya ", ujar Andrian memesan.


" Okey Bee, Dua ya spesial ! ", balas Ririn.


Ririn dan Andrian adalah mantan sepasang kekasih. Mereka pacaran saat awal masuk SMA, tapi Ririn memutuskan hubungan mereka karena ingin fokus kuliah. Andrian yang mengalah dan mencoba mengerti akhirnya menyetujuinya.


Mereka sudah putus dari setengah tahun yang lalu. Namun, baik Ririn dan Andrian masih menyimpan rasa suka. Mereka putus secara baik - baik, dan terus berjanji berkomunikasi. Ririn sebenarnya meminta putus dengan terpaksa, karena ia dipaksa oleh Ibunya. Ibu Ririn yang sakit - sakitan, khawatir Anak Perempuannya terganggu karena pacaran. Karena Dia berpikir, Dia tidak banyak bekerja untuk mengurus biaya kuliah Ririn. Jadi, Dia tak ingin Andrian mengganggu Ririn yang kuliah dengan mandiri, menjadi sia - sia. Namun sampai sekarang, Andrian pun tidak mengetahui alasan itu.


Dengan sigap Ririn membuatkan pesanan Andrian. Andrian dan Tasya pun menunggu pesanan dengan duduk di meja nomor 4 berhadapan. Andrian dan Tasya mengobrol tentang Acara Kelulusan sembari menunggu pesanan siap.


Setelah selesai, Ririn mengantarkan pesanan Andrian ke mejanya. Disana dia melihat Andrian mengajak makan dengan Tasya. Perempuan yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Lalu, Ririn ikut duduk disamping tempat duduk Andrian. Dengan muka penasaran dan sedikit rasa cemburu ia mengintrogasi Andrian.


" Baru setengah tahun Bee, udah dapet Kamu ya. Dasar, gitu pas aku ngajak putus Kamu bilang Aku jahat. Iss ", celetuk Ririn kesal.


" Ehh .. Apaan sih. Malu tau bee, ini Adikku ", balas Andrian.


" Lah iya yah. Aduh maaf yah. Kamu pasti Tasya ya ? Aduh gimana nih Bee ", Ririn mengarahkan wajah bingung ke Andrian sambil memegang tangan Tasya.


" Ah Iyaa Kak. Saya Tasya. Emm Gakpapa ", balas Tasya ke perempuan yang terlihat seumuran dengan Kakaknya.


" Kak, Kakak ini siapa ya ? Temen Kakak ? ", sambung Tasya bertanya ke Andrian.


" Ehh gini Dek. Iya ini Temen Kakak. Sebenernya ini sih, Hehe. Kakak ini, mantan pacar Kakak. Kakak sama Dia udah pacaran lama. Dari awal masuk SMA, kamu bisa panggil dia Kak Ririn. Jangan pakek Bee yah Hahaha. Itu karena panggilan khusus Kakak buat bocah ini Hahaha ", jelas Andrian sambil menunjuk ke Ririn.


" Oh gitu. Kok Kakak ga pernah cerita sih. Dasar tukang rahasiaan ! ", balas Tasya dengan muka cemberut.


" Oh iya. Salam Kenal ya kak. Tasya baru tau, kalau Kakak Tasya ternyata sempat ada yang suka ", sambung Tasya tersenyum menatap Ririn.

__ADS_1


" Noh tuh ! Gak malu Kamu Bee. Lebih muda itu, yang ngajak kenal duluan .. Hahaha ", potong Andrian meledek Ririn.


" Tau ahh. Kamu iss. Aku masih loading tau ! ", balas Ririn kesal.


" Ahh Iya Dek. Kakak Ririn minta maaf yah, Kakak gatau juga Kamu itu Tasya. Soalnya Kakak Kamu, ga pernah nunjukin foto Kamu. Gimana sebagai permintaan maaf, Kakak yang traktir Kamu ya. Kamu bebas mesen apa aja setelah Ayam Penyet ini ", sambung Ririn sambil memegang piring Tasya.


" Eh gausah Kak. Kak Andrian bilang, Kak Andrian yang bakal bayar. Aku gak ada marah sama Kakak. Aku cuman kesel nih sama Kak Andrian ga pernah cerita ", jelas Tasya.


" Eh Gakpapa Dek. Bagus tuh Kita dibayarin. Kamu pesen aja yang lain, kaya nasi gorengnya tuh. Sumpah Enak - enak ! Kalo Kakak suka banget ", celetuk Andrian.


" Ehh .. Aku cuma bayarin Bill Tasya ya. Kamu ga diitung Bee, ngeselin Kamu dari tadi soalnya ! ", jelas Ririn.


" Eh kok cuma Adikku sih. Aku dong sekalian ya Bee ", Andrian memelas.


" Gak Bee ! Kamu dah kerja juga. Aku dong bayarin, laper nih Aku ! Habis pulang Ngampus langsung jaga kedai ", balas Ririn memohon.


" Emm Iya .. Iya Sayang. Yaudah Bill kalian berdua Aku yang bayar ", tersenyum licik kearah Ririn.


" Hahahaha ", tawa Andrian puas.


" Kakak berdua lucu deh, balikan gih. Hahaha .. ", potong Tasya meledek.


" Tapi, Kak Ririn harus tahan ya. Keknya Kak Andrian bakal makin ngeselin. Eh tapi makasih ya Kak, udah bayarin Aku sama Kak Ririn ", sambung Tasya ke Kakaknya.


" Ih Tasya. Hahaha .. Ntar Lebaran Monyet aja balikkan. Makasih juga ya Bee traktirannya ", lanjut Ririn.


" Serius nih Lebaran Monyet ? Kan Lebaran Monyet ga ada Bee. Berarti Kita ga pernah bisa balik ? ", Andrian tanya memohon.


" Hmm .. Iyaa .. Iy .. A ! Iss .. Dalah jangan bahas lagi Bee ", balas gugup Ririn dengan wajah murung.

__ADS_1


Andrian yang melihat Ririn berubah murung setelah Dia bertanya, memutuskan untuk tidak membahasnya lagi. Andrian tidak ingin lebih jauh merusak suasana makan Tasya, yang menerima Ayam Penyet sebagai syukuran karena Lulus. Disamping itu, Andrian tidak ingin Ririn murung.


Setelah selesai makan, Tasya dan Ririn berbicara banyak hal. Tasya juga bercerita tentang dia yang baru pulang dari Acara Kelulusan. Andrian juga memamerkan Adiknya itu yang Lulus dengan Nilai Terbaik disekolah.


Ririn yang mendengar itupun merasa takjub dan bangga atas apa yang Tasya raih. Dalam lubuk hatinya, Dia juga bangga pada Andrian yang membimbing Adiknya. Dia menjadi lega, setelah Mereka putus tidak membuat Andrian terpuruk.


Andrian terus melihat interaksi yang Ririn dan Adiknya bangun. Dia berpikir mereka seperti orang yang sudah lama dekat. Melihat Ririn tertawa bersama Adiknya Dia juga berpikir, Ririn tidak terpuruk setelah mereka putus. Namun dari dalam lubuk hati Andrian, Dia ingin berbalikkan dengan Ririn. Apalagi, Ririn yang memutuskan Andrian dengan alasan fokus kuliah. Padahal Andrian lah yang mendorong Ririn untuk kuliah sebelumnya.


Tidak terasa mereka bertiga menghabiskan waktu hingga malam, Andrian dan Tasya pun segera ingin pulang. Namun, Andrian dan Tasya membantu Ririn menutup kedai Ayam Penyetnya. Karena memang biasanya Ririn tutup, tidak terlalu malam. Jam 8 adalah waktu tutup yang pas untuk Ririn yang Kuliah dan Berjualan membagi waktu dengan istirahat yang cukup.


Setelah selesai membantu menutup kedai Ririn, Andrian dan Tasya berpamitan pulang. Tak lupa sebagai ucapan terima kasih, Ririn membungkuskan 2 porsi Ayam Penyet apabila Andrian dan Tasya ingin makan kembali.


Andrian dan Tasya pun langsung pulang dengan perasaan senang. Tasya yang senang mengenal Ririn yang baik hati, dan tetap berkomunikasi baik setelah putus. Disambung Andrian yang lega memperkenalkan wanita yang masih disayangnya kepada Adiknya. Andrian juga bersyukur baik Tasya dan Ririn saling merespon baik.


Tasya sangat bahagia sepulang dari Acara Kelulusan itu. Tasya mengenyampingkan rasa sakit hati atas perbuatan Reyna yang menuduhnya centil kepada Emon.


" Kaaak, Hari ini seru banget ya ! ", ucap Tasya dipertengahan jalan dengan sedikit berteriak supaya Kakaknya yang pakai Helm mendengar.


" Iya Dek seru ! Santai Dek. Jan kenceng kali lah volumenya, Kakak belum budek kok ", balas Andiran terganggung fokus.


" Hehe .. Iya Kak. Maaf ya "


" Iya .. Iya. Dah gih diem yak ! Kakak mau fokus nyetir nih. Biar Kita sampek nya ga kemaleman. Kamu kan harus istriahat, besok juga Kakak lanjut kerja ", jelas Andirian


" Emm .. Iyakk ", Tasya mengangguk.


Setelah melihat Kakaknya yang senang berbicara dengan Ririn membuat Tasya menyayangkan sesuatu. Tasya menyayangkan terlambat mengenal sosok Ririn, dimana Ririn pasti jadi tempat sandaran Kakaknya selama ini. Ririn yang baik hati, membuat Kak Andrian nyaman.


Pasti Ririn banyak mendengar keluh kesah Kakaknya. Apalagi, saat Kedua Orang Tua Tasya dan Andrian meninggal dunia. Tasya juga menyangkan Kakaknya dan Ririn putus, karena setengah tahun ini Tasya melihat Kakaknya yang sepulang kerja selalu diam dikamar.

__ADS_1


Sebelum setengah tahun yang lalu, Andrian sering sekali ceria setelah bermain diluar. Mungkin, karena Ririn masih hadir sebagai pacar Andrian. Walaupun tetap menjaga Tasya sebagai prioritasnya, Tasya merasa Kakaknya sedikit berubah. Seperti kata pepatah, apa yang dirasakan oleh hati akan diperlihatkan oleh sikap.


Andrian dan Tasya pun sampai dirumahnya. Rumah bercat Ungu dengan pintu berwarna hitam serta pagar tembok Abu - abu adalah peninggalan Kedua OrangTua Mereka.


__ADS_2