
Ya, seperti itu lah ibu mertua ku kalau sudah merepet. Dia pasti akan membandingkan diri ku dengan diri nya. Bagaimana dahulu dia menjalankan tugas nya sebagai istri, semua dia bandingkan dengan apa yang aku kerjakan saat ini.
"Loh? Kamu mau kemana Gina?"
Ku dongak kan wajah ku saat mendengar suara mas Aditya. "Mas sudah bangun?" Tanya ku dengan seluas samudra!
"Mas sudah bangun dari tadi. Nih juga sudah siap-siap. Mas telat keluar kamar karena ada telpon tadi. Mas angkat dan jawab dulu maka nya lama baru turun. Kamu mau ke atas menjemput mas ya?" tanya nya sambil menuruni tangga.
"Iya mas. Mami dan Bagas sudah menunggu mas untuk sarapan bersama." Ucap ku sambil mengambil tas nya.
"Sini biar Gina saja yang pegang." Ujar ku, lalu mengambil tas di tangan nya.
"Terima kasih ya sayang." Jawab nya lalu berjalan mendahului ku ke meja makan.
"Waah kayak nya enak nih." Puji nya seperti biasa, membuat semua rasa kesal ku karena repetan mami tadi hilang seketika.
__ADS_1
"Mas mau apa?" tanya ku, yang siap sedia melayani nya.
"Mas, mau mi goreng dong. Kangen ini makan mi goreng kamu." jawab nya sambil tersenyum pada ku.
Mendengarnya yang mengatakan rindu dengan mi goreng buatan ku, aku pun dengan cepat mengambilkan nya mi goreng.
"Alah! Pagi-pagi dah gombal! Padahal kemarin kan menu nya mi goreng juga mas." celoteh Bagas, yang merusak pagi romantis ku.
"Memang apa salah nya, mas bilang mas rindu mi goreng buatan mbak mu ini, Bagas? Memang rasa mi goreng nya ngangenin kok! Seperti orang nya. Yang selalu ngangenin." Gombal mas Aditya, membuat ku tersipu malu.
"Terima kasih sayang." Ucap nya sambil mengelus lembut lengan ku.
"Mbak! Bagas juga mau jus!"
"Mami juga Gina! Sekalian ya!"
__ADS_1
Sorak adik ipar dan ibu mertua ku sekalian.
"Ya, akan aku bawakan. Sebentar."Ucap ku lalu berlalu pergi dari meja makan dan langsung meluncur ke dapur untuk mengambil jus yang sengaja aku diamkan di kulkas sebentar agar terasa sedikit dingin.
"Kamu kok telat sih Aditya turun nya?!! Mami ini ada arisan nih!!! gara-gara kamu, mami telat ini!!" sungut ibu nya.
"Maafkan Adit! Tadi Rosa menelpon ku dan mengatakan kalau orang tua nya ingin menikah kan nya dengan pria lain! Adit bingung ma! Adit gak mau kehilangan Rosa! Adit cinta mati ma sama Rosa." Aku nya Aditya dengan suara pelan.
“Kalau gitu ya mas nikahin aja mbak Rosa! Kan enak tuh punya dua istri!! Atau ceraikan saja si induk gajah” Samber Bagas.
“Hush! Kamu in ngomong apa si Bagas! Kalau mbak mu dengar bisa panjang nih urusan.” Semprot ibu pada Bagas.
"Bagas! Kamu jangan berpikir yang aneh-aneh Bagas! Mas mu gak boleh menceraikan induk gajah itu! Ingat! Kita ini tinggal di rumah nya! Bagaimana kalau dia ngusir kita!! Bisa jadi gembel kita!! Selain itu, kita butuh tenaga dia untuk melayani kita di rumah ini. Jadi kamu jangan mikir yang aneh- aneh!!" tegas ibu mertua Gina.
"Mami.. tu induk gajah mau kemari." Bagas langsung memberi kode pada ibu nya untuk berhenti bicara sebab dari posisi Bagas duduk yang menghadap ke arah dapur Bagas dapat melihat Gina baru saja keluar dari dapur.
__ADS_1