Saat Kau Berkhianat

Saat Kau Berkhianat
#8


__ADS_3

"Aditya, apa aku terima saja pernikahan ini?" ujar Rosa, dengan tatapan mata sendu memandangi Aditya yang saat ini sedang pusing tujuh keliling.


"Aditya?" Panggil Rosa kembali karena sedari tadi Aditya hanya diam tanpa berkata apa-apa pada nya. Padahal dia sudah bicara panjang kali lebar.


"Apa yang sedang Aditya pikirkan? Apakah dia dia akan membiarkan ku menikah dengan pria lain??!! Bisa gawat ini! Aku harus bisa meyakinkan Aditya untuk menikah dengan ku."


Rosa menutupi rapat-rapat niat jahat nya dan terus mempertahankan wujud baik nya di depan Aditya.


"Sayang?" Panggil Rosa sekali lagi tapi kali ini dengan elusan lembut dibahu Aditya.


Aditya yang merasakan ada sentuhan di punggung nya langsung tersentak dari lamunan nya dan seketika itu juga menoleh ke Rosa.


"Maafkan aku sayang. Aku sedang berpikir. Aku sedang berpikir bagaimana cara nya aku bisa menikahi mu tanpa membuat Gina marah. Karena kemarahan nya bisa membuat ku kehilangan segala -gala nya. Kau tahu kan kalau aku sekarang tinggal di rumah nya. " Ujar Aditya.

__ADS_1


"Kalau hal ini begitu rumit maka mungkin jawaban nya mungkin hanya satu yaitu aku harus menikah dengan pria pilihan orang tua ku! Semoga dia bisa menerima ku apa ada nya. Aku tidak bisa menghadapi Gina. Aku yakin Gina pasti akan sangat marah dan kecewa pada kita berdua karen hubungan kita di mata nya tidak lebih dari sebuah perselingkuhan sayang." Mata Rosa memerah dan air mata palsu nya mulai menggenang di sudut-sudut mata nya.


"Tidak! Aku tidak melepaskan mu menjadi milik orang lain. Kau jangan berpikiran aneh-aneh sayang. Jangan pernah berpikir kalau aku tidak akan memperjuangkan hubungan kita." Tegas Aditya.


"Aditya, selama Gina masih ada maka selama itu pula hubungan kita tidak akan berhasil." Ucap nya terdengar sangat putus asa.


"Rosa, bersabar lah sebentar. Aku sedang mencari kan solusi yang terbaik untuk kita. Aku yakin pasti ada solusi untuk masalah ini." Aditya meraih tangan Rosa, dan berusaha membujuk Rosa untuk tidak menikah dengan pria pilihan orang tua Rosa.


"Jangan katakan itu Rosa! Kau dan aku tidak salah dalam hal ini. Cinta datang dan menghampiri siapa saja. Cinta itu suci Rosa! Tidak ada yang salah dengan cinta kita." Aditya masih berupaya membujuk Rosa. Dia tidak tahu kalau saat ini Rosa hanya lah sedang memainkan permainan nya untuk menjebak Aditya lebih dalam lagi.


"Mungkin begitu ada nya di mata kita berdua. Tapi tidak di mata masyarakat, aku akan di cap seorang pelakor!!" teriak Rosa sambil terisak.


"Karena aku lah yang ada di antara hubungan mu dan Gina." Sambung nya dengan nada yang terdengar putus asa.

__ADS_1


"Aku lah yang hidup dalam bayang-bayang. Aku lah yang wanita yang tidak dapat kau akui di depan semua orang. AKu ! Aku!! Jadi dari pada hidup sebagai sampah seperti ini. BIarkan aku akan pergi dari hidup mu, Aditya. Aku tidak ingin menjadi beban dalam hidup mu. Selamat tinggal Aditya." Ucap Rosa lalu pergi meninggalkan


"Rosa!!!" Aditya langsung mengejar Rosa. Tapi bagaikan seorang ninja Rosa hilang begitu saja. Dia tidak terlihat lagi dimana pun.


"Rosa?" Panggil Aditya menatap sedih ke lorong kosong di luar ruangan nya.


Rosa yang sedang bersembunyi di salah satu ruangan saat ini sedang mengamati Aditya dari kejauhan untuk memastikan apa yang dilakukan nya barusan berpengaruh ke Aditya. Dan benar saja, tidak lama setelah itu, Aditya keluar dari ruangan nya sambil membawa tas nya .


"Pikiran Aditya pasti sedang kalut saat ini. Dia pasti akan pulang ke rumah nya. Setelah itu pasti Aditya akan jatuh sakit karena terlalu banyak pikiran." Ucap nya dalam hati.


Sebagai wanita yang telah menjadi kekaksih Aditya bertahun-tahun, Rosa sangat tahu seperti apa Aditya. Dia sangat hapal semua hal tentangn kehidupan sang kekasih. Termasuk Aditya akan jatuh sakit jika terlalu banyak pikiran.


"Sekarang hanya tinggal menunggu, untuk kapan kemunculan ku yang pas." ucap Rosa sambil menyeringai.

__ADS_1


__ADS_2