Saat Kau Berkhianat

Saat Kau Berkhianat
#mencurigakan


__ADS_3

Apa perasaan ku saja, tapi mengapa seperti nya mereka terlihat terlalu khusuk makan.


Biasa nay pasti heboh tapi aneh nya hari ini malah diam berjamaah.


"Ah sudah lah! Mungkin semua nya pada terburu – buru!." Aku pun menendang jauh pikiran ku yang bukan-bukan itu.


Aku mempercepat langkah ku sambil membawa tiga jus untuk suami ku, ibu mertua ku serta adik ipar ku.


"Ini mas jus nya?" Ucap ku sembari meletakan jus di depan suami ku. Tidak lupa aku juga meletakan jus nya Bagas dan ibu mertua ku masing-masing di depan mereka.


"Terima kasih sayang. Tapi seperti nya mas gak sempat minum jus ini. Mas harus buru-buru ke kantor. Barusan kantor menelpon kata nya ada rapat penting pagi ini." Ucap mas Aditya saat aku meletakan jus di depan ibu dan Bagas.


"Wah! Kalau begitu akan aku simpan aja deh di kulkas mas. Ntar mas pulang kerja aja minum nya. Sayang kalau jadi mubazir begitu." Usul ku cepat.


"Astaga Gina! Kamu ini apa-apaan?? Mana enak jus kalau sudah lama begitu." Cecar ibu mertua ku, menyela percakapan ku dengan mas Aditya.


"Selain tidak enak, juga tidak baik mami. Mbak, ada rencana meracuni mas Aditya?" tuduh Bagas seenak nya pada ku.


Reflek ku pandangi adik ipar ku. "Meracuni bagaimana maksud mu Bagas? Mbak sama sekali tidak pernah bermaksud begitu. Mbak hanya merasa sayang saja jika jus nya tidak di minum oleh mas Aditya. Jadi mbak pikir, kalau memang tidak bisa di minum sekarang, ya sudah nanti saja di minum nya." Jelas ku pada adik ipar ku.

__ADS_1


.


Aku yang ditubuh sedemikian rupa oleh adik ipar ku tentu saja merasa sedih. Mengapa dia bisa berkata-kata seperti itu pada ku. Padahal aku tidak pernah bermaksud seperti itu.


Aku hanya memberikan makanan yang terbaik untuk suami ku.Aku menunduk, entah mengapa perkataan Bagas pagi ini berhasil menerobos dinding anti kata - kata kasar yang selama ini aku bangun sejak masuk ke rumah ini.


Saat kesedihan mulai merasuki pikiran ku, tiba-tiba aku merasakan tangan mas Aditya menggenggam tangan ku.


"Ck! Bagas! Kamu tu kalau ngomong, bisa gak jangan kasar dan asal seperti itu. LIhat nih! Mbak mu jadi sedih seperti ini." Bela nya.


"Mas?" Aku langsung menoleh pada Mas Aditya.


Ku tatap suami ku dengan mata yang berkata-kaca. Bukan lagi karena omongan Bagas tadi mata ku berair saat ini. Tapi lebih ke aku nya yang terharu dengan perlakuan mas Aditya barusan.


"Dah ah! Malas ngomong sama mas ! Aku telat nih! Ayyo buruan!" Bagas menyeruput sedikit jus nya lalu meninggalkan jus itu begitu saja.


"Eh! Mami juga terlambat nih Aditya. Kita berangkat sekarang aja." Mami pun berdiri tanpa menyentuh jus nya sama sekali.


"Sayang, mas pergi dulu ya." Ucap mas Aditya lalu meminum sedikit jus nya.

__ADS_1


"Kamu saja yang habiskan sisa nya." Ujar nya sambil mengecup dahi ku.


Anggukan secepat kilat pun aku berikan. Kalau sisa mas Aditya mah aku tidak keberatan untuk menghabiskan nya. Kami telah berbagi segala nya selama ini, tidak ada lagi rasa jijik di antara kami. Kalau hanya sebatas menghabiskan sisa makanan nya, itu mah tidak masalah untuk ku,


Aku pun berjalan di belakang mas Aditya sambil membawa kan tas kerja nya.


Walapun badan ku ini gendut, tapi bukan berarti aku lamban. Aku tetap berjalan cepat.


Ukuran tubuh ku yang over size ini tidak boleh menjadi penghalang semua aktivitas ku di rumah ini.


"Mas, pergi. Kamu baik-baik di rumah ya. Kalau ada orang yang tidak kamu kenal, jangan di bukain pintu. Oke”


"Baik mas." Jawab ku sambil mencium tangan nya.


"Argh! Mas! kelamaan! Dah telat nih!" Teriak Bagas dari dalam mobil.


"Mas, pergi dulu." Ucap mas Aditya, kemudian berlalu dari hadapan ku.


Aku pun berdiri beberapa lama di depan rumah hingga mobil mas Aditya tidak kelihatan lagi dari tempat aku berdiri.

__ADS_1


Saat mas Aditya dan yang lain nya pergi aku baru sadar kalau motor Bagas masih ada di sana. Dan ya aku baru ingat kalau Bagas tidak membawa motor nya.


“Kalau dia memang mau nebeng sama mas nya kenapa gak bilang sih!! Aku kan gak perlu nyuci motor nya subuh buta!!”


__ADS_2