
Clara memacu mobilnya sedikit lambat kali ini, matanya menerawang jalanan yang lumayan padat dihadapannya. Pikirannya melayang entah dimana, Dentuman lagu My Chemical Romance dimobil kesayangannya tidak dapat membuatnya bersemangat.
Clara baru saja mengantarkan Sabrang ke kost nya, pekerjaan yang hampir dilakukannya setiap hari karena rumah Clara dan tempat kost Sabrang satu arah.
Namun suasana kali ini sedikit berbeda, dia masih memikirkan perkataan Sabrang pagi tadi. Entah kenapa setelah tadi pagi ada sesuatu yang berbeda saat bersama Sabrang.
Kali ini dia ingin selalu terlihat Cantik saat bersamanya.
"Duh kok gua jadi gini ya, gimana kalo dia gak punya perasaan yang sama kayak gw?"
Clara larut dalam pikiran "gimana kalo...., trus kalo..." nya.
Clara kembali mengingat saat penerimaan murid baru SMP Yardika, itulah untuk pertama kalinya dia bertemu seorang anak laki laki kurus kering bernama Sabrang.
"Mbak apa bedanya Sedotan sama Es teh?" Pertanyaan pertama Sabrang yang tiba tiba muncul dihadapannya saat Clara lagi menikmati es teh di kantin SMP.
Pertanyaan yang hampir membuatnya tersedak es yang dia minum. Clara mencoba mengingat apakah pernah mengenal anak yang ada dihadapannya, namun dia yakin belum pernah mengenal anak itu.
Clara memberanikan diri mencoba bertanya jawaban atas pertanyaan anak tersebut.
Anak itu mengeluarkan Sedotan dari tasnya sambil cengengesan dengan wajah polosnya.
"Kalo sedotan saya punya mbak, banyak malah di rumah tapi Es tehnya gak ada" Mata Sabrang melirik Es teh yang ada dimeja Clara.
Clara tertawa terbahak bahak mendengar jawaban Sabrang. ini pertama kalinya dia tertawa lepas bersama anak yang bahkan belum dia kenal.
Jika biasanya banyak anak laki laki yang mendekatinya dengan rayuan gombal namun Sabrang berbeda.
Clara memang menjadi idola di sekolahnya karena selain cantik, dia juga anak orang berada. Hal ini lah yang membuat banyak murid laki laki mendekatinya walau semuanya berakhir dengan penolakan. Sikap mereka yang kadang berlebihan membuatnya risih.
Clara kemudian memesan satu es teh lagi untuk Sabrang yang disambut brutal oleh anak tersebut.
"Saya dari kemaren belum minum mbak," Sabrang berbicara dengan es masih penuh di mulutnya.
Clara mengernyitkan dahinya, dia merasa iba melihat tingkah anak dihadapannya.
"Dari kemarin belum minum?" Clara bertanya heran.
"Minum es teh maksudnya mbak, kalo minum aer putih mah tiap hari malah sampe kembung perut saya" Sabrang menjawab cengengesan
Clara kembali tertawa keras.
Sejak saat itu mereka berkenalan hingga hari ini, dan baru kali ini Clara merasakan perasaan berbeda terhadap anak yang dia kenal dari dulu.
Clara melirik ponsel yang ada didekatnya saat suara ringtone mengagetkannya.
"Mamang memanggil" terlihat di layar ponselnya. Clara dengan cepat menyambar ponselnya.
"Halo mang," jawab Clara pelan.
"Clar lo udah sampe rumah?"
__ADS_1
"Belum mang masih dijalan, kenapa?" Clara memperlambat laju mobilnya, dia memasang earphone di telinganya.
"Besok gw ada kondangan di Lampung timur Clar, mau minjem mobil lo kalo boleh, jauh banget kalo naek motor" balas Sabrang cengengesan dari seberang telepon.
"Ya udah bawa aja mang, mobilnya doang kan?"
"Sama lo ya Clar sekalian temenin gw."
"Deg" jantung Clara tiba tiba berdegub kencang mendengar ajakan Sabrang.
"Clar? Halo? kok diem?" Sabrang mengernyitkan dahinya.
"Eh iya mang, jam berapa mau berangkat?" ucap Clara yang mulai bisa menguasai keadaan.
"Lo dari mana Clar? boker?" tanya Sabrang polos.
Seketika wajah Clara memerah menahan marah.
"Lo deket aja gua lempar Sepatu mang" umpat Clara kesal.
"hehehe becanda Clar, pagi ya jam 8 biar pulangnya gak kesorean, gak enak sama tante Yanti."
"Siap mang," suara Clara terdengar lembut
"Ya udah makasih ya Clar, Sampe ketemu besok. ati ati nyetirnya ntar sampe rumah minum obat cacing terus tidur."
"Bodo!!!" Clara mendengus kesal, terdengar suara cekikikan Sabrang sebelum telpon ditutup.
Clara tiba tiba menghentikan mobilnya di jalan Kartini, dia menoleh jam di tangannya.
"Halo mbak indri ya? Saya Clara mbak, yang biasa belanja di toko mbak" ucap Clara ramah.
"oh iya mbak Clara, ada yang bisa saya bantu?" terdengar suara dari seberang
"Mbak toko belum tutup kan? Saya mau cari baju buat kondangan besok".
"Belum mbak, dateng aja ke toko, kebetulan banyak barang yang baru dikirim kemarin."
"Oke makasih mbak".
Clara memutar mobilnya kembali dan memacu kearah toko baju langganannya. Senyum tersungging di bibir nya.
Dia sering menemani Sabrang kondangan namun kali ini dia benar benar ingin terlihat cantik dihadapan Sabrang.
***
Bu Yanti terlihat mengernyitkan dahinya saat masuk kamar anak kesayangannya itu.
"Kamu beli baju baru ra?" Bu Yanti menatap anaknya yang sedang berdiri di depan cermin.
"Eh mama udah pulang? Iya ni ma besok di ajak Sabrang kondangan," Clara masih berputar putar di depan cermin.
__ADS_1
"Udah cantik kok ra" Bu Yanti tersenyum memandang anak semata wayangnya.
"Ma cocok gak sih pake sepatu ini?" Clara mengambil sepatu di dalam kotak dan menunjukan pada mamanya.
"Kamu tumben perhatian sama penampilan kamu?" tanya bu Yanti heran sambil mengarahkan jempolnya pada Clara.
"Ah enggak ma, Clara cuma takut dibilang jelek nanti," jawab Clara pelan.
"Kalo Sabrang suka sama kamu, dia akan menerima kamu apa adanya sayang."
"Kok jadi Sabrang ma?" Clara terlihat protes.
"Dia anak baik ra, mama suka sama sikapnya," ucap bu Yanti sambil tersenyum penuh makna.
"Mama!" Clara tampak ingin protes kembali namun bu Yanti sudah menutup pintu kamarnya.
Setelah mamanya keluar dari kamar, Clara masih mematung di depan cermin, ucapan Sabrang masih terus teringat dipikirannya.
Mulutnya bergumam menyanyikan lagu STEPHANIE POETRI "I LOVE 3000"
Baby, take my hand
I want you to be my husband
Cause you're my Iron Man
And I love you three thousand
Baby, take a chance
Cause I want this to be something
Straight out of a Hollywood movie
Setelah ritual di depan cermin dirasa cukup, Clara menyambar ponselnya, dia mengunggah status Whatsapp bergambar hati dan memberi Caption "I Love 3000 4U"
"Klenting" tak lama Ponselnya berbunyi.
"Dih alay, salah makan lo?" Sabrang mengomentari Status WA nya.
Clara tersenyum membacanya.
"SIRIKKKK" Clara membalas pesan Sabrang.
"Udah minum obat cacing?"
"Udah satu botol" Clara membalas dengan menambahkan emotion marah
"Hahahahaha"
Clara mengotak atik ponselnya kembali, dia masuk ke menu "KONTAK" kemudian mengganti nama salah Satu kontak yang ada di ponselnya
__ADS_1
Kini nama kontak "Mamang" telah berganti menjadi "Sabrang" setelah beberapa tahun bersemayam di ponselnya.
"I Love U mang," gumamnya sambil melihat galeri yang berisi foto foto jahil Clara pada Sabrang.