
Mayleen atau kini Xue Zen sedang membuat pakaian bersama Li wei (Li Fai) dan Jia Yu(Qin Wei). Mereka bangun pagi untuk menyelesaikan pekerjaan mereka karena semalam mereka sangat lelah jadi merereka beristirahat.
Hari ini Xue Zen, Li Fai dan Qin Wei akan pergi kepasar untuk menjual pakaian buatan mereka. Selesai sarapan mereka langsung bersiap siap dan tak lupa memakai cadar untuk menutupi wajah mereka. Mereka hanya bertiga Qi Lan dan Zhou Fang tidak ikut karena mereka tidak mau menarik perhatian dengan pergi beramai ramai.
Bertiga saja mereka telah menjadi perhatian banyak orang .Karena ada tiga wanita yang memakai cadar. Mereka bertiga memang memakai pakaian wanita yang berkualitas meskipun tak berbahan kelas tinggi.
Xu Zen masuk ke salah satu toko baju yang tidak terlalu besar diikuti Li Fai dan Qin Wei.
Seorang pelayan wanita mendatangi mereka.
"Ada yang bisa saya bantu Nona Nona? ".Tanya pelayan itu sopan.
"Saya ingin menawarkan pakaian buatan saya untuk di jual disini.Bisakah saya bertemu pemilik toko ini? ".Xu Zen bertanya dengan sopan.
Pelayan wanita itu tersenyum karena kesopanan Xu Zen.
"Baik mohon tunggu sebentar akan saya panggilkan".
Xu Zen mengangguk sedangkan pelayan tadi langsung menemui pemilik toko. Tak berselang lama pelayan tadi kembali dengan seorang wanita paru baya yang berumur sekitar 45 tahunan.
"Ada yang bisa saya bantu Nona? ".Tanya wanita itu.
"Saya ingin menawarkan pakaian buatan saya jika anda berkenan".Jawab Xu Zen sopan.
"Baik silahkan ikut saya".Xu Zen dan Li Fai serta Qin Wei mengikuti wanita itu sedangkan pelayan tadi melanjutkan pekerjaannya. Wanita itu membawa mereka kesebuah ruangan yang terdapat tempat duduk dan sebuah meja dari kayu. Wanita itu mempersilahkan mereka untuk duduk.
Xu Zen dan Wanita itu memulai pembicaraan mereka sedangkan Li Fai dan Qin Wei diam memperhatikan membiarkan jie jie mereka untuk berbisnis karena menurut mereka Xu Zen lah yang paling pintar berbisnis.
"Baik perkenalkan nama saya Ming Yu".Ucap wanita itu.
"Saya Xu Zen dan ini kedua saudara saya Li Fai dan Qin Wei".
"Baik Nona Xu Zen bisa saya lihat barang yang anda tawarkan? ".
__ADS_1
"Tentu".
Xu Zen menunjukkan pakaian buatannya beserta Li Fai dan Qin Wei. Nyonya Ming Yu kagum dengan motif dan model pakaian yang dilihatnya dan bahannya pun juga berkualitas.
"Untuk bahan kualitasnya berbeda beda tergantung motif dan model baju".Kata Xu Zen kepada Nyonya Ming Yu.
Tanpa basa basi Nyonya Ming Yu setuju untuk bekerja sama dengan Xu Zen karena menurutnya barang buatan Xu Zen bagus dan menarik.
"Baiklah saya setuju bekerja sama dengan Nona keuntungannya saya 40 persen dan Nona 60 persen bagimana? ".
"Emm tidak masalah tapi bisakah Nyonya membuka toko khusus untuk pakaian buatan saya seperti saya berinvestasi kepada Nyonya".
Xu Zen bisa saja membuka toko sendiri tapi dia memilih untuk mencari sekutu dalam persaingan dagang dan ketika dia suatu saat harus pergi dari Kerajaan Zie dia bisa memantau usahanya dari jauh .
"Baiklah kalau begitu Nona Xu Zen saya setuju".
Setelah membuat kesepakatan kerja sama dengan Nyonya Ming Yu ,Xu Zen keluar dari toko diikuti Li Fai dan Qin Wen.
"Jie jie setelah ini kita kemana? ".Tanya Li Fai yang masih tak ingin pulang.
"Boleh, ayo".Jawab Xu Zen sambil tersenyum karena dia sendiri juga malas dirumah terus.
Mereka bertiga berkeliling dan melihat lihat barang yang dijual di pasar. Ketika mereka sedang melihat lihat perhiasan terdengar orang orang yang ramai membicarakan sesuatu.
"Hei besok katanya akan diadakan festival dan katanya anggota kerajaan dari berbagai kerajaan akan datang".Kata si A.
"Iya dan Kaisar dari kerajaan Zovan juga akan datang. Katanya dia telah menikah dengan putri pertama dari kerajaan Xiao yang katanya buruk rupa dan tidak berbakat itu. Tapi katanya waktu di pengangkatannya sebagai permaisuri dia sangat cantik dan bisa bermain alat musik.Aku jadi ingin tahu apakah itu benar".Kata Si B.
"Katanya Selir Agung di Kerajaan Zovan baru saja meninggal karena pembunuhan dan Permaisuri katanya terluka cukup parah dan tidak sadarkan diri selama beberapa hari".Kata Si C.
Sontak saja Xu Zen,Li Fai, dan Qin Wei kaget setelah mendengar apa yang dikatakan orang tadi. Terutama Xu Zen tangannya gemetaran ketika memegang sebuah tusuk konde dia mencengkaram erat tusuk konde itu sampai tangannya memerah. Di taruhnya kembali tusuk konde itu di tempatnya dan pergi meninggalkan toko itu. Li Fai dan Qin Wei menyusul Xu Zen yang telah pergi lebih dulu.
Ketika tiba ditempat yang sepi Qin Wei langsung bertanya.
__ADS_1
"Jie jie apa yang akan kita lakukan? ".Tanyanya kepada Xu Zen.
"Ternyata rencana kita gagal dia mengetahuinya dan apa maksudnya menyebarkan berita bahwa aku masih hidup dan terluka parah".
"Jadi kita harus apa? ".Li Fai yang tadi diam saja mengelurkan suara.
"Entahlah kita baru saja 3 bulan disini dan baru memulai bisnis kita lebih baik kita pulang dan pikirkan dirumah".
"Baiklah".
Mereka bertiga pulang dan tidak jadi berkeliling karena harus mencari solusi dan masalah ini.
Sampai di rumah mereka langsung mengadakan pertemuan yang terdapat Xu Zen, Li Fai, Qin Wei, Qi Lan, dan Zhou Fang di ruangan rahasia mereka.
"Jadi apa kita harus pergi? ".Tanya Zhou Fang. Setelah mendengar semua dari Xu Zen Qi Lan dan Zhou Fang juga kaget karena rencana mereka telah mereka susun dengan sempurna dan mulus bagaiman bisa Kaisar Fang Ling tahu kalau mayat wanita itu bukan Mayleen.
"Kita akan rugi jika pergi sekarang".Jawab Li Fai.
"Itu benar, tapi apa yang harus kita lakukan. Festival itu dihadiri oleh seluruh rakyat dan berbagai kalangan. Festival itu merupakan festival besar yang diadakan 5 tahun sekali".Terang Qi Lan.
"Kalau begitu kita hanya perlu tak keluar rumah sehingga kehadiran kita di kerajaan ini tidak diketahui lagi pula kita telah mengganti nama lama kita".Qin Wei menimpali.
"Tapi apakah mungkin ada seseorang yang mengawasi kita.Tapi kenapa kita tidak merasakan kehadirannya? ".Xu Zen akhirnya bersuara.
"Itu benar, karena jika rencana kita gagal pasti ada yang mengawasi kita. Untuk itu kita harus waspada".Jawab Qi Lan yang diangguki oleh semua.
Mereka keluar dari ruangan itu sedangkan Xu Zen memilih untuk pergi ke taman dekat kamarnya. Dia duduk dan termenung di bawah pohon.
"Sebenarnya apa yang kaisar itu inginkan. Memang benar kata Dark dan Heave seharusnya aku tak terlibat dengan nya".Xu Zen menghela nafas baru saja hidupnya tenang tapi sudah ada masalah yang menghampirinya.Dan lagi masalah itu tak mudah karena dia tak tahu apa tujuan Kaisar Fang Ling.
**❄❄❄
Hai semua aku balik lagi. Beberapa hari ini aku gak up lagi cari ide. Terus dukung aku mealalui like and vote yang banyak supaya aku semangat nulis. Oke see you next chapter. Love You 😘
__ADS_1
Jangan lupa like and vote nya supaya aku sering up**.