
"Jie jie apa jie jie masih mau kembali ke istana setelah jie jie tahu semuanya? ".Tanya Li wei kepada Mayleen.
"Entahlah mei mei aku masih tidak tahu aku harus apa. Aku masih mau mencari tahu penyebab kematian ibuku".
"Untuk mencari tahu hal itu kita harus berada di lingkungan istana dan berarti jie jie harus menikah dengan Kisar Fang Ling. Bukannya Kaisar ingin menghancurkan jie jie dengan menikahi jie jie. Aku tidak mau jie jie semakin kesulitan".
"Kadang dibutuhkan pengorbanan untuk memperoleh sesuatu.Mungkin dulu aku lemah bodoh dan muda ditindas tapi aku yang sekarang berbeda aku akan membalas mereka semua. Untuk membalas mereka aku harus memainkan beberapa drama. Tapi Li wei kita harus menghadapi kelicikan juga dengan kelicikan bukan keputus asaan. Tak akan ku biarkan mereka menghancurkan diriku lagi. Setelah aku membalas semua perbuatan mereka aku akan pergi, pergi jauh dari sini untuk mencari kebahagiaan ku sendiri".
"Jie jie tetap semangat aku selalu ada untuk jie jie".
Mayleen dan Li wei saling berpelukan.
__ADS_1
"Sudah sudah kita tidak boleh bersedih kita harus bersiap siap untuk pembalasan kita. Ketika di istana kita akan memakai cadar meskipun kamu juga harus memakai cadar agar orang orang tidak tahu wajah orang orang terdekatku. Dan juga biarkan dulu rumor buruk tentang diriku biarkan dulu mereka menghinaku asal tak mengakitiku secara fisik. Barulah jika sudah di Kerajaan Zovan kita mulai pertunjukan pertunjukan nya kamu mengerti mei mei".
"Iya jie jie aku akan mengikuti perintah jie jie".
Mayleen pun tersenyum dan kembali memeluk Li wei.
* * *
Mayleen dan Li wei memakai cadar hitam agar muka mereka tidak terlihat. Prajurit yang melihat Mayleen memakai cadar berasumsi bahwa wajah Mayleen sangat buruk dan berpenyakit sehingga di tutupi cadar.
Mayleen dan Li wei naik ke kereta karena perjalanan menuju istana sangatlah jauh karena tempat pengasingan Mayleen sangatlah terpencil.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian akhirnya Mayleen sampai diistana orang orang yang melihatnya banyak yang mencemohnya apalagi mereka melihat Mayleen yang memakai cadar mereka semakin terang terangan menghina Mayleen. Li wei yang memakai cadar juga turut di hina tapi dia diam saja sesuai perintah Mayleen.
Para selir dan putra putrinya juga menghinanya bahkan kakak kandungnya putra Mahkota Xie Lan dan pangeran ke dua Xie Han juga menghina dan membencinya. Kedua kakaknya berpikir bahwa Mayleen lah penyebab kematian ibu mereka dan mereka berpikir bahwa Mayleen hanya mempermalukan keluarga mereka saja.
Sebenarnya Mayleen juga merasakan sakit karena keluarga kandungnya sendiri membencinya. Tapi dia telah mengubah rasa sakit itu menjadi dendam yang sangat dalam. Untuk sementara di diam dan memilih menuju kediamannya.
Sampai di kediamannya rasa benci Mayleen semakin dalam karena dia ditempatkan di kediman yang sangat kecil dan tak terawat bahkan jauh dari lingkungan istana. Kemarahan dan rasa bencinya bercampur aduk menjadi satu tapi ia putuskan untuk meredakannya dan membersihkan kediamannya bersama Li wei.
Li wei juga sedih melihat jie jie nya diperlakukan tidak adil oleh keluarganya sendiri.
2 jam kemudian Mayleen dan Li wei telah selesai bersih bersih mereka memutuskan untuk memebersihkan diri kemudian beristirahat.
__ADS_1