
Ren, Akren, Senjea, dan Sungjeo berdiri didepan pintu besar didepan mereka dengan tatapan berani.
Dimasing masing diri mereka, mereka berpikir sesuatu.
Seperti Sungjeo misalnya. 'Aku ingin melihat kekuatanya Ren-hyung! pasti kekuatanya sangat kuat kan!'
Sedangkan Untuk Akren dan Ren tidak berpikir apa apa dan hanya melihat status mereka dengan hati hati.
Sedangkan Senjea yang menyadari keadaan mencengkam diantara mereka hanya memegang jaket nya sambil menggigil kedinginan.
Ren menutup layar informasi dan melihat kepintu raksasa itu dengan cepat melangkah maju sambil mengatakan. "Ayo maju!"
Mendengar seruan Ren, Sungjeo tertarik dan berteriak "Ya! Ayo!!"
Ren, Akren, Senjea, dan Sungjeo menolak pintu raksasa itu dan tiba-tiba muncul sebuah layar system setelah sekian lama.
[Quest Utama 0 : Kalahkan Singa bersayap putih Lv.10 untuk mendapat hadiah.]
[Hadiah : 500Gold, Common-Legendary Item 2×, Token pindah dunia lain.]
Melihat panel system itu, Ren tertarik dan berniat mengalahkan singa bersayap itu.
Ren mendorong pintu besar itu dan langsung masuk dengan diikuti Akren dan yang lainnnya.
[Quest dimulai!]
Melihat layar system yang bersemangat, mereka berempat serentak menggunakan senjatanya masing masing.
Ren mengeluarkan katanannya dari inventori system, Akren mengeluarkan pedang besarnya dari gantungan pedang. Sedangkan Sungjeo dan Senjea yang belum memiliki senjata hanya menyiapkan kuda kudanya.
"Roarr!!" Suara teriakan singa terdengar. Senjea gemetar ketakutan, tapi dirinya mencoba untuk menahan tekanan teriakan singa itu dengan tekad nya.
Untuk saat ini. Dirinya masih bisa untuk berdiri dengan tenang dan menggunakan skill nya dengan baik.
Ren tanpa aba-aba langsung menggunakan Author Power dan mengeluarkan sebuah api kecil yang secara tiba tiba menjadi besar. Dengan padatan bertekanan kuat dari tangan Ren, api itu berubah menjadi bola.
__ADS_1
Setelah itu Ren langsung melihat melempar bola api itu ke singa yang baru terbangun itu.
Saat api terkena kulitnya yang lebat, Dia berteriak dan menyebabkan tekanan besar disekitar ruangan, bahkan Sungjeo menjadi agak gemetar disini.
Tepat setelah ini, Akren maju sambil menyeret pedang nya. Melihat bahwa singa itu memiringkan pandanganya kearah Akren, dirinya memutar jalan nya dan berjalan sereng kiri untuk menghindari serangan kaki raksasa singa itu.
Tepat setelah menghindar, Akren melempar pedangnya ke kaki nya. Melihat Akren yang melempar pedangnya, Singa itu tertawa kecil dan berniat menggunakan skill nya.
Tapi tepat sebelum itu, singa itu merasakan sakit dikaki nya, melihat kebawah, singa itu melihat bahwa ada pedang besar yang tertancap dikaki nya.
Menjadi marah, Singa itu juga bertanya tanya bagaimana itu bisa dilakukan, Padahal jaraknya sejauh 10m dari singa itu.
Melihat kehebatan Akren, Ren melompat kebelakang dan Menggunakan skil nya lagi, tapi kali ini yang muncul bukanlah api, melainkan pecahan batu batu kecil.
Ren melempar batu itu kearah mata Singa itu dengan cepat. menyadari hal itu, singa itu langsung memerengkan tubuhnya dan hampir terjatuh.
Melihat itu, Akren langsung menggunakan skillnya dan membuat aura api besar ditangan kanannya.
Dengan kecepatan secepat kilat, tanpa teriakan Akren berhasil memukul Singa itu sampai jatuh dengan tangan nya.
setelah itu dirinya melihat pedang besarnya, turun dari tubuh singa raksasa itu, Akren memegang gagang pedangnya, lalu dirinya menusuk lebih dalam kedalam tubuh Singa itu dengan kuat.
Sungjeo dan Senjea yang melihat bahwa ternyata singa itu belum mati, terkejut dan tidak lagi bersantai.
[Hp Boss telah habis.]
[Kondisi fase kedua telah dipenuhi.]
[Boss berevolusi ke fase2]
"!" Senjea Sungjeo dan Akren terkejut dengan notifikasi itu. walaupun singa ini tak seberapa kuat, dia tetap saja bisa membuat beberapa dari kita kewalahan.
Sedangkan Ren yang dari tadi tak mendapat peran segera maju kedepan sambil memegang katananya diatas leher nya.
Menebas
__ADS_1
Setelah menebas lambat, Ren mundur satu langkah dengan melompat, setelah itu dirinya segera menggunakan salah satu teknik samurai yang dirinya kuasai.
"Samurai king technique : First technique, Fire slash!!" Setelah itu muncul berupa jalan api ditebasan Ren.
Singa bersayap itu yang sudah menyelesaikan evolusi nya mundur secara reflek dan dengan cepat mencakar Ren untuk membalas nya.
Ren yang tentu saja adalah manusia menunduk dan tidak terjadi apa apa padanya. Sekali lagi, Akren dan yang lainnya terkejut dan menyadari sesuatu.
'Itu adalah Ultra Insting!' Batin mereka bertiga.
Singa yang memiliki sayap tetap lah singa. Inilah prinsip Ren saat masuk ketempat ini.
Menebas dengan kecepatan cahaya, pedangnya menembus kulit tebal itu dengan sekali tebas dan terjadilah "EPIC SCENE"
Melihat Singa yang belum mati, Ren melompat dan menjatuhkan pedangnya tepat ditengah tengah perut singa yang terjatuh itu.
'Dari atas... Dia terlihat seperti kucing imut.' Batin Ren.
"Ghaakk..!!" Teriak singa itu.
Sungjeo dan Senjea yang tak berguna dalam raid ini terdiam.
"..." Sungjeo membalikkan kepalanya dan mengatakan sesuatu yang ada dikepalanya.
"Hei, apa kau merasa menjadi seperti NPC?"
Mendengar pertanyaan Sungjeo, Senjea Menggelengkan kepalanya kekiri kanan. "Tidak. Kita malah terlihat seperti karakter sampingan yang tak berguna."
"Iya... Untung saja kita tak hanya muncul satu kali. Kupikir keberuntungan kehidupan sebelumnya masih ada bersama ku."
"Apa apaan! Itu seperti kau ingat kehidupan mu yang sebelumnya saja! Hahahahaha!"
Ren yang sedang mengumpulkan dan mencari benda benda berharga ditubuh singa itu mendengar pertekaran mereka dan tersenyum. Sedangkan batinnya...
'Haha! Bukankah itu karna kalian benar benar hanya karakter sampingan biasa?'
__ADS_1
Akren yang menyadari senyuman Ren terkejut. "Sial? Apa orang kuat selalu tersenyum ketika melihat buruannya?"
"Sial... Aku kedinginan.." Akren yang merasakan karma karna mengejek orang segera mengambil sebuah mantel besar diinventori nya.