
Ren, Akren, Sungjeo, dan Senjea akhirnya sampai didunia System.
Orang orang yang berada dijalan dan tiba tiba melihat cahaya besar yang menjulang keatas menjadi kaget, beberapa orang melapor ke petugas yang berada disana.
Beberapa saat setelah itu beberapa rombongan orang berpakaian rapi datang.
Rombongan orang orang itu dipimpin oleh seseorang berotot besar dengan pedang besar dibelakang dadanya.
"Pejuang. Selamat datang di dunia System!" Teriak orang berotot itu dan dijawab oleh pasukan-pasukan dibelakang nya dengan melempar bunga berwarna merah yang banyak.
Ren menyadari bahwa dirinya sekarang berada didalam ruangan bawah tanah bersama dengan Sungjeo Akren dan Senjea.
Ren mengangguk dan diikuti yang lainnya.
Orang berotot itu tersenyum dan mulai memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan, nama ku Wejaya Izrif. Komandan divisi 4." Izrif memperkenalkan dirinya dengan baik. Lalu saat menjelaskan bahwa dirinya ada komandan di suatu divisi dirinya menunjuk kearah lambang di dada kanannya.
"Aku Ren, dia Akren, dia Sungjeo, dia Senjea." Jelas Ren sambil menunjuk masing masing orang dibelakang nya.
"Baiklah, tuan Ren apakah anda adalah ketua party ini?"
Ren terdiam sebentar dan menjawab dengan mantap. "Ya."
Selain itu, pikiran Ren jelas melancang dari apa yang kalian pikirkan. 'Seperti yang ku duga. Hahahaha!!'
"Kalau begitu silahkan ikuti kami ke tim pusat." Setelah itu Izrif mengajak Ren dan yang lainnya pergi mengikuti dirinya.
Sampai di Pusat--
"Assalamualaikum." Kata Izrif sambil mengetok pintu besar didepannya.
Akren dan Senjea jelas tak menyadari nya, tapi berbeda dengan Ren dan Sungjeo.
'Assalamualaikum?! Dia Islam?!!'
__ADS_1
Pintu terbuka dengan pelan didepan Izrif.
Setelah pintu besar itu terbuka, terdengar suara teriakan dari dalam.
"Komandan divisi 4, Wejaya Izrif telah datang!" Teriaknya dengan suara besar.
Bersamaan dengan itu, Izrif dan yang lainnya memasuki ruangan.
Terlihat didepan ada sebuah kursi besar yang megah, di atas nya terduduk seseorang yang kekar dan kuat, dia adalah Raja dari Kerajaan ini.
Bukan hanya satu, ada tiga kursi didepan nya, satu kursi Raja, kursi Ratu, dan kursi Pangeran.
Disana hanya terlihat dua kursi yang terisi. Kursi Raja dan Ratu.
Melihat kedua orang hebat itu, saat sampai didepannya, Ren langsung berlutut dan mengucapkan beberapa pujian kepada Raja.
'Hem, dia punya rasa kesopanan ternyata.' Batin Raja mendengar pujian Ren.
Begitu juga saat melihat teman teman nya dibelakang yang bertekuk lutut ketika melihat Raja.
Seketika Ren berdiri dan tersenyum mengerikan didepan raja. Walaupun Raja tak merasakan hal tersebut.
"Tidak perlu terlalu sopan, kudengar kau adalah petualang yang baru saja sampai kedunia ini." Ucap Raja.
"Itu benar." Ren mendengar perkataan Raja "Tak perlu terlalu sopan" dan sekarang benar benar tidak sopan lagi.
Mendengar itu, Raja merasa tertarik kepada pemuda didepannya ini.
"Hehe, kau sungguh menarik, siapa tadi namamu?"
Ren mengangkat pandangan nya dan melihat kearah raja dengan sambil menggunakan
...[Level Anda terlalu rendah!]...
...[Tidak bisa Menilai!]...
__ADS_1
'Begitu...' Batin Ren bersamaan ketika melihat layar System.
"Namaku Ren."
Mendengar nama singkat Ren, Raja jelas merasa tak yakin dan ingin menanyainya. Tapi menurut Raja, hal itu mending di abaikan saja.
"Begitu... Lalu siapa mereka?" Pertanyaan ini jelas ditunjukkan kepada teman teman Ren.
Ren tersenyum dan menunggu teman teman nya menjawab.
"Perkenalkan Raja, nama ku Keong Sungjeo."
"Aku Kornean Senjea."
Setelah itu Raja melihat kearah Akren dan menunggu jawabannya.
Menyadari tatapan Raja, Akren yang dari tadi berdiri dan tidak hormat hanya mengucapkan sepatah kata. "Akren."
Seketika para menteri yang berada di kiri dan kanan ruangan marah dikarekan ketidak sopanan Akren.
"Hei apa maksud mu begitu ha! Cepat minta maaf kepada Raja!" Menteri 1.
"Itu benar! Cepat minta maaf atau tidak akan kupotong leher mu!" Menteri 3.
"Iya itu benar!"
"Benar! Cepat minta maaf!
Dan berbagai bacotan lain nya pun muncul yang hanya menggelitik telinga Akren.
Raja menjadi marah secara tiba tiba dan menyuruh para menteri nya untuk diam. "Diam! Siapapun yang berbicara semua pajaknya akan naik 50%!"
Mendengar itu, para menteri seketika menjadi ciut dan takut untuk berbicara. Bahkan walaupun hanya sepatah kata.
'Tch, benar benar pengkhianat.' Batin Raja.
__ADS_1
Sedangkan disisi Ren jelas suasana nya lebih mendukung. 'Hehehe.' Ketawa Ren dalam hatinya.