
Melihat beberapa teriakan saat dirinya tertidur, Ren terbangun dengan perasaan tidak puas.
Melihat Ren terbangun, dua orang didepan nya tertegun dan melihat ke arah Ren yang baru saja terbangun.
Ren yang sedang menggosok matanya jelas menyadari tatapan mereka berdua.
"Ada apa...?" Tanya Ren yang masih mengantuk sambil menggosok salah satu matanya.
""Author!!"" Teriak kedua orang itu dengan santai nya didepan Ren. Melihat bahwa mereka berdua belum menghentikan teriaknya, Ren hanya menutup telinga nya agar tak meledak.
"Ada apa?" Tanya Ren dengan muka baru saja ngumpul nyawa kepada Sungjeo dan Senjea.
"Anuu... Sebenarnya begini.." Sungjeo mencoba mencari keberanian untuk bertanya sesuatu kepada Ren.
"Apa? tanya saja, kalau tidak cepat aku akan tidur lagi."
Mendengar perkataan Ren, Sungjeo segera mengatakan hal yang ingin dirinya katakan karna takut Ren akan tidur lagi.
"Begini... Kalau boleh tau, kenapa anda mengubah dunia menjadi satu dengan novek yang anda tulis?" Tanya Sungjeo dengan wajah polos orang tua 30tahunan. (Yah pikirkan saja bagaiman bentuk nya)
Mendengar pertanyaan Sungjeo, Ren bisa tak bisa tertawa terbahak-bahak karna hal itu.
"Hahahahahahaha!!" Tawa Ren mendengar pertanyaan Sungjeo.
Melihat tertawaan Ren, Sungjeo dan Senjea menjadi bingung dan merasakan keanehan dihati mereka, 'Apa jangan jangan Author tertawa karna kita tak bisa menebak apa yang dipikirkan oleh dirinya?!' pikir Sungjeo dan Senjea secara bersamaan.
"Ehem, jadi apakah kalian benar benar ingin tau?" Tanya Ren sambil mengisap rokok portabel yang datang entah dari mana, tapi dari notifikasi system sih...
[Menguragi 5 Poin untuk membeli Item : Rokok Portabel]
Mendengar pertanyaan Ren, Sungjeo dan Senjea segera mengnganguk secara bersamaan.
"Baiklah, sebenarnya...
***
Ditempat Akren..
"Apa sebenarnya yang dirinya inginkan sih...
Semua ini, semua ini... Sialan!!" Marah Akren entah karna apa sambil memukul kayu tipis dibawah nya.
Akren saat ini sedang berada di atas gedung yang tinggi dan sambil melihat kearah bulan yang... Indah.
"Bulan indah...
__ADS_1
Tch, apanya yang indah, ini semua hanyalah hayalan yang dirinya buat, benar benar orang brengsek."
"Tunggu saja kau! aku akan segera mendatangi dan membuat dirimu menangis dibawah kaki ku!" Teriak Akren sambil marah dan segera mundur untuk berlari.
Tuk. Dengan kecepatan maksimal nya, Akren melompat ke dari gedung setinggi 25 lantai itu.
***
Ditempat Akren..
"Apa sebenarnya yang dirinya inginkan sih...
Semua ini, semua ini... Sialan!!" Marah Akren entah karna apa sambil memukul kayu tipis dibawah nya.
Akren saat ini sedang berada di atas gedung yang tinggi dan sambil melihat kearah bulan yang... Indah.
"Bulan indah...
Tch, apanya yang indah, ini semua hanyalah hayalan yang dirinya buat, benar benar orang brengsek."
"Tunggu saja kau! aku akan segera mendatangi dan membuat dirimu menangis dibawah kaki ku!" Teriak Akren sambil marah dan segera mundur untuk berlari.
Tuk. Dengan kecepatan maksimal nya, Akren melompat ke dari gedung setinggi 25 lantai itu.
***
"Sialan! kenapa aku melakukan itu! tunggu seharusnya bukan itu pertanyaan nya! kenapa itu terjadi "Dua kali!""
Benar. Yang tadi itu bukanlah sebuah bug, melainkan kejadian yang terjadi dua kali, apakah itu dejavu? Tidak, lalu dimana Akren sekarang...??
"Apakah itu salah satu kemampuannya...??"
"Sialan aku tak tau bahwa dirinya sekuat itu. Dia bahkan bisa memanipulasi kehidupan ku..."
Entah kenapa, sejak bangun, Akren merasa seperti tercekik dengan sesuatu, jika dirinya memegang leher nya, hal itu akan terjadi sekali lagi, benar, karna itulah kenapa itu terjadi dua kali.
Melihat sebuah pintu kayu didepan nya, Akren segera menuju ke pintu itu, tapi saat dirinya berdiri dari kasur nya... Dirinya akhirnya sadar bahwa dirinya saat ini berada di VOID!!
"Ini..?? Void?! bagaimana dia bisa memindahkan ku disini."
Ruang putih yang tak berisi apa apa, kosong dan tenang, tapi siapapun yang masuk kesini dan tak melihat warna selain putih maka selama 5 jam saja dirinya akan menjadi gila.
Bukankah kau bisa melihat warna kulit mu? sayangnya itu tak semudah yang dibayangkan.
kulit kalian disini menjadi seputih cahaya disurga, bahkan melihatnya saja bisa membuat mata kalian setengah buta, lalu bagaiman bisa Akren tak buta sejak tadi?
__ADS_1
Itu dikarekan dirinya dari tadi saat menjadi buta hanya memegang leher nya agar kembali lagi ke awal.
"Hah.. Hah.. Ini sudah ke yang 499 kalinya.."
Merasa akan mati kelelahan, Akren segera berdiri kembali dan menutup matanya sambil terus menuju ke arah pintu tersebut kayu yang dirinya lihat tadi.
Memegang gagang pintu kayu itu, Akren segera membukanya dan...
"Hah..?? kosong??" kerja lembur bagai kuda- malah nyanyi.
Melihat bahwa ruangan di dalan pintu tersebut juga kosong dan hanya berisi Void. Dia menyerah.
"Ah..."
Terjatuh setelah melihat hal yang didepan nya, bukan hanya Akren, bahkan jika itu kau, kau juga mungkin akan mati karna bunuh diri jika berada disana.
Jika Akren tidak memiliki kesempatan untuk mengulang, mungkin dirinya sudah mati sejak pertama kali masuk kesini.
Menurut sudung pandang Akren, ini hanyalah sebuah "PENYIKSAAN" Yang akan menghabiskan setiap nyawa manusia apapun yang masuk kesini.
"HAH... APA HANYA SEGINI KEMAMPUAN MU, AKREN?!"
Mendengar teriakan yang familiar ditelinga nya, Akren tak mau menoleh dan hanya terdiam menunduk tanah putih sambil mengeluarkan air matanya.
"Ah.. ah ah ti-akh.." Setelah semua itu, jelas Akren akan menjadi tidak memiliki semangat untuk melakukan apapun lagi, tapi tak disangka, kemampuan berbicara Akren malah turun menjadi seperti bayi berumur 2-3 tahun.
"OH.. AKU TAK TAU BAHWA KAU MENJADI SEPERTI BAYI.. ITU ARTINYA KAU LEMAH! HAHAHAHAHAHA!! AKU TAK MENYANGKA ORANG KUAT DAN HEBAT SEPERTI MU AKAN MATI SEPERTI ITU SAJA!"
"Nhahk.. akh thajk khan.. matchi.." (Ngak.. aku ngak akan.. mati..) kata Akren dengan paksaan untun terus berdiri dan menghadapi semua masalah yang ada didepan nya.
[Hp anda menurun 99% Anda akan mati dalam beberapa detik lagi.]
Melihat layar system yang tiba tiba muncul, apalagi menampilkan berita buruk seperti itu. Jelas mentak dan semangat Akren yang sudah dirinya kumpul dari tadi hilang seperti asap rokok portabel nya Ren.
Tapi, sekali lagi harapan muncuk didepan Akren. Dirinya melihat bahwa ada sebuah pintu kayu lagi yang muncul didepannya.
Melihat itu, Akren segera memegang leher nya lagi dan kejadian yang sama muncul kembali. Tapi Akren bahkan tak peduli dengan hal biasa dan remeh seperti itu yang sudah dirinya lakukan 500 kali.
Melihat pintu kayu yang tertutup, Akren segera berlari dan membuka pintu itu dengan cukup cepat, berlari dengan segala tenaga dan kekuatan nya, Kali ini Akren Serius!
...-Author Zruk-...
...Jujur aja, aku nulis ini sambil denger lagu, kalo lagunya sedih aku bikin adegan sedih, kalo lagunya enak, aku buat adegan happy, tapi kali ini lagunya agak nyerem gitu, hahahaha. Dan kalian tau lah ya apa maksudnya...
...Jangan lupa like dan komen yang banyak ya....
__ADS_1
...—Author Zruk...