
Ren mendengar kan cerita Raja dengan cermat dan tidak mengabaikan satu pun hal yang dikatakan oleh Raja. Tapi Ren merasa ada sesuatu yang Janggal.
"Jadi... Menurut cerita mu, apakah dunia ini hanya Satu Tahun?"
"..." Raja terdiam tak tau harus menjawab apa.
"Kau sudah mengetahui apa yang harus kuberikan kepada mu, sisanya adalah untuk dirimu sendiri." Raja berdiri dan meninggalkan Ren sendiri didalam ruangan nya.
Suara dentuman pintu yang keras terdengar setelah Raja meninggalkan ruangan nya.
Ren tertunduk dan mencoba untuk mencerna semua kata yang dia terima... Tapi itu hanya jika kau melihat dimuka nya!!
Jauh didalam jiwa Ren, dirinya merasa senang, sangat senang bahkan sampai sampai kesenangan yang didapatkan oleh para dewa pun takkan bisa mencapai kesenangan seperti itu.
"Hahaha... Hahaha... Huahahahahahahaha!! Akhirnya!! Akhirnya aku tau kebenaran nya..."
"Aku terus memaksakan otak ku seperti anak yang tidak tau apa apa, berakting seperti orang bodoh yang beruntung, mencoba tak mengenal apapun, padahal aku lebih mengenal itu dari siapapun di "Alam semesta" Ini!"
"Mulai besok, Mereka bertiga tak akan ada lagi di dunia ini!!"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Keesokan harinya.
Ren tadi malam tak tertidur, melainkan merencanakan sesuatu didalam kepalanya tanpa seorang pun menyadarinya. dimana? Bahkan Ren sendiri pun tidak tau dimana dirinya saat itu, yang dia lihat hanyalah sepasang mata dan kegelapan tanpa akhir.
Ren berjalan kelapangan dan mengeluarkan pedang nya dari inventori.
__ADS_1
Slash-
Ren merasakan keringanan di setiap tebasan yang dia buat, Walaupun Ren tak tau dari mana itu berasal.
Setelah itu Ren pergi keruang makan dan melihat Akren, Sungjeo, dan Senjea sudah berada disana dan sedang menunggu pelayan datang membawakan makanan.
"Kalian sekarang mengganggap tempat ini sebagai rumah kalian ya, apakah Raja tak keberatan tentang itu?" Ren kemudian menoleh kearah Raja.
Raja menyadari hal itu dan menoleh kiri kanan sambil memegang gelas emas yang berisi teh. "Tak apa, aku mengijinkan nya."
Ren tak menjawab dan setelah itu langsung duduk ditempat yang sudah disediakan.
TingTing-
Suara lonceng berbunyi tanda pelayan sudah selesai menyiapkan makanan.
Ren melihat bahwa Ratu tidak ada, dia tak memedulikannya dan fokus makan.
Beberapa saat kemudian.
Setelah Sarapan, Ren segera pergi kehutan, tanpa mengabari seorang pun.
Ren duduk disebuah pohon besar dan melihat layar system dengan tatapan kosong, seketika tatapan nya berubah ketika dia datang...
"Akhirnya, dari tadi aku berusaha seperti kemaren dan mencoba menjadi anak baik yang tidak berguna, apa dia pikir aku benar benar ingin menjadi mc? aku itukan author, System aja bilang aku itu author, dan... Yah aku tak ingin memperbanyak kerjaan ku, jadinya aku tak akan berkata banyak."
"Hmm hmm..." Terlihat Ren sedang melihat sebuah buku.
__ADS_1
"Baiklah, bagian ini ku robek, dan seharusnya akan menjadi malam." Ren merobek beberapa lembar buku yang dia lihat tadi dan... Ting-
Tiba menjadi malam, tidak seorang pun merasa aneh akan hal itu, tentu saja karna mereka hanyalah karakter tak berguna.
Kemudian Ren segera menghilang dari tempat nya dan muncul dikamar Sungjeo, lalu mengambil pedang nya dan.. Sreett.
Lalu dia menghilang lagi dan muncul di kamar Senjea dan hal yang sama juga terjadi.
Lalu dikamar Akren, karakter utama dari novel yang Ren buat, Ren juga penasaran, jika mc dibunuh apa yang akan terjadi dengan dunia ini...
Siingg-
Tebasan Ren ditahan oleh sebuah pedang, terlihat itu adalah pedang nya Akren.
"Apa maksud mu... Ren?!"
Ren mundur dan menjawab sing-panjang. "Tentu saja membunuh mu! Aku ingin tau bagaimana jika mc Dibunuh Karakter utama dibunuh! Apa yang akan terjadi dengan dunia ini! Hahaha!"
"KARAKTER UTAMA?! Apa maksudmu!"
"Tch, dialognya sangat membosankan, apakah author tak bisa membuat yang lebih bagus lagi... Ah iya aku kan author nya... Hahahaha!"
Akren merasakan kengerian dari tawa Ren, segera Akren menghilang dari penghilatan Ren dan Ren kehilangan Akren.
"Sialan! Tapi tak apa! Dia juga bakalan tetap mati kok..."
"Hehehe!"
__ADS_1