
Chapter 07 : Merepotkan.
...*****************...
Setelah Sungjeo melihat Ren yang turun menumui Akren, dirinya dan Senjea juga ikut turun mengikuti Ren.
'Siapa mereka?' Batin Akren saat melihat Ren dan teman-temannya.
Akren menarik pedangnya dan menaruh pedangnya di tempat gantungan dibelakang dadanya.
Melihat itu, Ren terkejut sebentar dan lalu menyeringai.
'Hehh.. Dia sudah mendapat benda itu ya.' Pikir Ren didalam pikiran nya.
Yang sedang dipikirkan oleh Ren saat ini bukanlah pedang yang dibawa oleh Akren. Melainkan gantungan pedang yang berada dibelakangnya.
Setelah itu Ren menggunakan Apraissal untuk melihat info item tersebut.
...[ Blood Guardian ]...
...[ Item Info: ]...
...Rarity : (Half) Legendary...
__ADS_1
...Story : Sebuah gantungan pedang yang ditinggal kan oleh seorang Penjaga dari klan Blood, setelah dirinya mati, pedang yang didalam gantungan pedang ini bersinar dan membawa jiwa penjaga tersebut kedimensi tidak terhitung,(Terpotong) setelah berribu ribu tahun menjadi legenda, Gantungan Pedang ini meledak di Bermuda pasifik dan menyebabkan terbelah nya jiwa sang Penjaga Darah....
...Item Effects : + Skill 『 Fire Blood 』+15 STR +5 DEF...
...Item bisa berevolusi. (Belum memunuhi kondisi)...
'Heh memang dia memang Mc, bahkan dia bisa menggumpulkan 2 pecahan itu dan menggabungkan nya.' Batin Ren sekali lagi.
Akren berhenti bergerak dan berbicara dengan jarak sekitar 2meter dari Ren dan yang lainnya. "Siapa kalian?" Tanya Akren.
Ren yang masih berjalan tiba-tiba berhenti dan berbicara dengan singkat. "Aku Ren. Dia Senjea Dan lalu dia Sungjeo." Kata Ren sambil menunjuk ke arah Senjea dan Sungjeo.
"Ren, Senjea, dan Sungjeo... Menarik." Kata Akren dengan perasaan menarik dengan tiga orang didepannya.
Ren yang menyadari keanehan dari Ren mulai memikirkan segala mungkin kemungkinan, mengingat semua kemungkinan dalam beberapa MiliSecond, jelas keadaan Ren sekarang tidak cocok dinamai jenius.
'Dari 729000000 Kemungkinan, kemungkinan terjadi paling tinggi adalah dirinya merasa pernah melihat kita dan merasa bahwa kita adalah musuh berbahaya dimasa depan.'
'Jika begitu maka seharusnya rencananya adalah dengan segera membunuh kami...' Ren tiba tiba berhenti berpikir dalam hatinya dan memandangi Akren dengan tatapan mengerikan dan mengeluarkan aura menyekat nya.
'Tapi sayangnya tidak semudah itu... AKREN!' Setelah kata kata keren tersebut, Ren langsung menonaktifkan auranya.
"Hei salam kenal, nama ku Sungjeo!" Sungjeo tiba-tiba maju dan mengucapkan salam kepada Akren.
__ADS_1
Akren melihatnya tersenyum sedikit dab menjawab nha dengan muka datar. "Hai, nama ku Akren."
Sungjeo terdiam sebentar dan lalu mulai berkata lagi. "Lalu?"
Mendengar apa yang dikatakan Sungjeo, Akren jelas sedikit marah disini. Terlihat ada urat empat sisi di samping jidat nya. "APA MAKSU-" Sebelum Akren menyelesaikan kata katanya, Sungjeo langsung menjawabnya dengan cepat.
"Maksudku apa kau tidak punya marga?"
Mendengar perkataan Sungjeo, Akren secara cepat segera menjawab pertanyaan itu. "Kau saja tidak mengatakan marga mu, buat apa aku mengatakan nya kepada mu." Jawab Akren dengan santai
"Benar juga.."
Melihat percakapan membosankan macam ini, Ren langsung menerobos percakapan dan mengatakan sesuatu yang membuat orang kesal. "Tch. Merepotkan, mari langsung masuk kedalam Altar nya."
"Hei kau harusnya basa basi dulu!" Teriak Sungjeo dan Senjea secara bersamaan.
"...Jadi mau masuk ga?" Ren jelas tak memperdulikan mereka berdua dan terus melanjutkan sarannya.
"Nanti dulu!" Sungjeo dan Senjea sekali lagi berteriak bersamaan. Sedangkan Akren hanya terdiam karena tak tau mereka sedang membahas hal apa.
'Altar? Basa basi? Tch? Aaaapaaaaa ituuu????' Akren menjadi pusing setelah memikirkan hal hal yang dirinya tak mengerti. Seperti kaliab saat pelajaran mtk.
"...Jadi-"
__ADS_1
"Diam!" Sungjeo dan Senjea sekali lagi.