Sang Jagoan

Sang Jagoan
Bab 31 Jangan Berhemat Saat Sedekah


__ADS_3

Semua orang di aula perjamuan, termasuk Parker, mengalihkan pandangan mereka ke Zack.


Zack cemas sekaligus malu. Hanya setengah menit yang lalu, dia menggebrak meja dengan marah, mengklaim bahwa mereka harus menyeret si pemfitnah keluar dan bergiliran menamparnya. Setengah menit kemudian wajahnya muncul di rekaman cctv. Bertingkah akrab dengan tiga orang yang mengeluh dengan kualitas produk Beacon Tires.


Karma datang begitu cepat sehingga dia menanggung cambuk ini.


Pada saat ini, Zack melihat sekelilingnya dia Merasakan wajahnya memerah. Namun, saat berikutnya, dia menggeram pada Javier dengan expresi sengit, " Apa artinya ini? Ini tidak bisa dianggap sebagai bukti sama sekali! "


Javier tampak acuh tak acuh ketika dia menjawab, " Ya, aku memang enggak bilang kalau itu adalah bukti. Tetapi kenapa kamu panik karenanya? "


" A-Aku..." Zack tergagap, kehilangan kata-kata. Dia ingin menyangkal segalanya, mengatakan bahwa dia bukan pelakunya, tapi kebenaran telah terungkap.


Meskipun itu tidak dihitung sebagai bukti, para tamu yang berkumpul disini bukanlah orang bodoh. Semua orang bisa melihatnya di insiden itu.


Ketika Zack melihat Parker duduk dengan cemberut, dia dengan cepat menghampirinya dan ingin menjelaskan, " Paman Parker, aku enggak..."


Parker tidak menghiraukannya. Dia mengarahkan jarinya ke peralatan makan Zack dan melambai ke pelayan terdekat.


" Ini, tolong diganti dengan peralatan yang baru."


Zack bingung. Perker telah memerintahkan agar peralatan makannya dibawa pergi dari tempatnya. Tampak jelas bahwa pria tersebut, ingin menjaga jarak darinya. Melihat peralatan makanya diambil, Zack sangat marah sampai tanganya gemetar. Tatapan yang dia berikan pada Javier dipenuhi dengan kebencian.


Jika bukan karena sampah ini, dia tidak akan mempermalukan dirinya sendiri malam ini! Tetapi didepan begitu banyak orang, dia hanya bisa menutup mulut. Dia dengan enggan pergi ke meja lain di sudut dan duduk. Zack juga tidak bisa pergi meninggalkan acara, jika dia pergi diam-diam itu seperti mengakui bahwa dia melakukannya.


Tidak peduli betapa menjengkelkan dan memalukannya itu, dia harus duduk disana dengan tenang sampai makan malam berakhir.


Saat makan malam berlangsung, Parker mengundang Jade untuk duduk disebelahnya. Pria ini meminta maaf berulang kali kepadanya sepanjang malam, menyatakan bahwa dia dapat menyuarakan kesulitan apapun, yang dia hadapi karena itu jelas tidak mudah bagi seorang pengusaha.


Jade sangat terkejut dan berterima kasih atas dorongan dan dukungan Parker.


Namun demikian, dia lebih berterima kasih kepada satu orang - Javier. Jika bukan karena Javier, tidak akan ada yang peduli bahkan jika dia menangis. Kini masalah tersebut sudah dia lupakan, karena sudah mendapatkan kembali reputasinya, dan bisa duduk di sebelah Parker dengan bangga.

__ADS_1


Sambil melirik Javier yang dengan acuh tak acuh membantu dirinya. Saat ini dia juga sengaja makan malam sambil duduk di meja didekatnya, Jade diam-diam terkesan. Pria ini sungguh luar biasa, menyelesaikan secara diam-diam dan bahkan mempermalukan Zack, seperti yang pantas dia dapatkan. Jade tahu bahwa dia tidak akan bisa membayangkan taktik yang begitu brilian bahkan dalam mimpi terliarnya, apalagi mewujudkannya.


Setengah jam kemudian ketika semua orang selesai makan, sudah waktunya makan malam berakhir. Pada saat inilah Parker berdiri dan berjalan ke karpet merah ke atas panggung.


" Saya melihat anda semua yang hadir malam ini banyak yang berusia masih muda.


Izinkan saya memanfaatkan senioritas saya, untuk menjadi tak tahu malu untuk satu malam ini. Saya punya sesuatu untuk dibagikan dengan anda semua."


Komentar merendahkan diri itu menarik perhatian semua orang dan semua tamu menoleh untuk mendengarkan dengan penuh perhatian.


Parker kemudian mengungkapkan bahwa dia telah mengunjungi seorang teman lama belum lama ini dan mendapati bahwa desa pegunungan yang dia tempati sangat miskin dan terbelakang. Mereka tidak memiliki listrik dan air bersih. Bahkan sistem pendidikan disana masih kurang. Satu-satunya guru di desa itu dibayar 50 dolar sebulan.


Selain itu, satu guru harus mengajar matematika, seni, sastra, pendidikan jasmani dan setiap mata pelajaran lainnya. Anak-anak didesa banyak yang tidak bersekolah, karena bagi penduduk setempat bertani lebih masuk akal daripada bersekolah.


Perjalanan ini menimbulkan kekhawatiran dan simpati Parker, sehingga dia memutuskan meminta sumbangan kepada semua orang saat makan malam untuk membantu penduduk yang dilanda kemiskinan tersebut.


" Kalian semua gak usah khawatir. Saya nggak akan meminta uang kalian tanpa mengembalikan dalam bentuk apapun. "


" Ini adalah replika lukisan " A Long the River " yang ditinggal kn oleh nenek moyang saya.


Saya oeribadi memang nggak begitu yakin dengan nilainya, karena saya tidak pernah berencana untuk menjual warisan dan peninggalan nenek moyang ku. Tapi saya juga nggak mungkin membiarkan Anda menyumbang dari saku anda, tanpa menjadi apa-apa.


" Jadi..."


Sebelum Parker menyelesaikan kalimatnya, seseorang menyarankan agar mereka tetap menyumbang tanpa dia melelang replika lukisan " A Long the River " tersebut. Sebagian orang setuju dengan sentimen itu.


Mereka semua adalah pelaku penggerak bisnis perdagangan dan industri, yang sudah relatif sukses dibandingkan dengan mereka yang kelas pekerja yang biasa dalam masyarakat. Hanya dengan sumbangan sederhana masing-masing tiga sampai lima ribu dolar, total sumbangan dengan mudah akan mencapai 300 - 500 ribu dolar.


Parker, bagaimana pun, menolak saran ini. Dia bersikeras melelang replika " A Long the River " dan berniat memberikan semua hasilnya untuk pembangunan desa tersebut.


Karena Parker bersikeras, mereka akhirnya menyetujui pelelangannya.

__ADS_1


Karena bukan pelelangan profesional, tidak banyak aturan dan memulai dari mimbar biasa. Satu-satunya aturan pelelangan di mulai dari delapan ribu dolar dan meningkat setidaknya seribu dolar.


Para tamu saling berebut untuk mendapatkan lukisan itu, agar mendapat kesan baik dari Parker. Mempertimbangkan sebagai pembayaran karena perlakuannya yang menguntungkan dirinya barusan, maka Jade antusias bergabung dengan kerumunan dan menawar lukisan tersebut senilai 35 ribu dolar.


Javier tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya melirik lukisan itu dan mendengarkan tawarannya lelangnya. Dia memperkirakan replika lukisan tersebut hanya berharga maksimal 8 ribu dolar. Barang ini tidak seperti dilukis oleh pelukis terkenal, dan replika ini tidak memiliki gaya khusus. Tidak ada sesuatu yang menarik didalamnya, dan itu jauh lebih rendah dibanding lukisan kuno di rumahnya.


Meskipun demikian, dia mendukung Jade dalam penawaran itu. Sebagian besar waktu, dan arti barang itu tidaklah ditentukan oleh uang yang dihabiskan untuk barang itu sendiri. Saat dia terus mendengarkan, dia menemukan bahwa Jade telah berhenti menawar. Sepertinya dia sudah menyerah.


Javier mendekatinya " kenapa kamu gak menawar lagi? "


" Tidak ada gunanya. Pak Noe kayaknya juga tidak suka dengan para penjilat, dan lukisan itu juga tidak terlalu berharga. " Jawab Jade.


" Tentu saja dia tidak suka penjilat dan lukisan itu memang tidak begitu berharga. Tetapi kamu harus pikirin tentang pentingnya masalah ini. Waktu berita tentang lelang malam ini keluar, perusahaan dari yang memenangi lelang akan dipublikasikan."


" Beacon Tires kurang punya reputasi saat ini. Bahkan reputasi sebagai penjilat lebih baik daripada tidak memilikinya sama sekali. "


Javier meletakkan semuanya di atas meja untuk Jade tetapi yang terakhir masih merasa terjepit dan ingin fokus dengan pengembangan perusahaan. Itu bisa dimengerti. Dia sedang berfikir untuk mengamankan dana untuk kesepakatan triwulannya, tetapi apa yang Javier pertimbangkan untuk masa depan perusahaan.


Pria itu berhenti membujuk Jade dan kembali mengikuti tawaran. Saat ini sudah berada di nominal 53 ribu dolar. Dia berdiri.


" Beacon Tires 150 ribu dolar! "


Seluruh aula menjadi sunyi karena para tamu terlalu terkejut dengan pengumuman itu. Mereka semua melihat ke arah Jade. Mereka berfikir bahwa Javier tidak mungkin mewakili Beacon Tires, hanya Jade yang bisa melakukannya.


Karena Javier sudah mengatakan tawarannya, Jade tidak bisa menyangkal dan dia hanya bisa mengangguk patuh meskipun dirinya berfikir, 'Jika bukan karena semua mata ini tertuju pada kita, aku akan mencekikmu sampai mati! '


Satu kalimat dan dia telah menghabiskan 150 ribu dolar untuknya. Ini bukan cara lazim untuk bersenang-senang.


Sementara semua orang terkejut atas kemurahan hati Beacon Tires, suara lain berbicara dari sudut.


" Saya, Zack Dilley, tidak pernah berhemat dalam beramal. 170 ribu dolar! "

__ADS_1


Ugh, sungguh merepotkan! Ternyata dia lagi, dia lagi....


__ADS_2