
"Na Na Na Na, hidup ini memang tidak selalu beruntung oohh" Gumam Hing Zen
Entah sudah berapa bulan Hing Zen berada di pedalaman Hutan tanpa mampu keluar dari sana
Bahkan Hing Zen sudah puluhan kali berlari dari kejaran siluman dan sesekali melawan Siluman yang jauh lebih lemah darinya
Kristal Siluman yang dibawa oleh Hing Zen hanya 20 dan itu adalah Kristal siluman terbaik yang ia temukan
Sisanya hanya dibuang oleh Hing Zen karena tidak mampu membawa lebih banyak lagi disebabkan Hing Zen hanya mempunyai 1 Kantong Kain
"Yang menyebalkannya lagi aku harus memakan Daging Siluman yang tidak enak itu, rasanya begitu hambar karena hanya kubakar hingga matang" Keluh Hing Zen
*Tsk*
Tiba-tiba terdengar suara semak-semak yang bergerak, Hing Zen yang sedang membakar Daging siluman tangkapannya dengan Api Unggun dengan siaga menatap sekitar
"Hei ayolah jangan menakutiku, mentalku ini seperti kertas yang terkena cipratan air saja bisa robek... kalau mau akan kubagi Daging ini walau rasanya begitu tidak enak" Ucap Hing Zen tersenyum kaku
Tidak ada sahutan, pada akhirnya Hing Zen menganggap itu hanya halusinasinya dan melanjutkan makan siangnya yang tidak enak
Ketika telah menghabiskan Sepotong Daging Paha Siluman, Hing Zen baru menyadari jika dirinya dikelilingi Sekelompok Serigala-Serigala yang sepertinya adalah Siluman
'Tolong, Serigala-Serigala ini kenapa bisa disini' Batin Hing Zen ketakutan
Detak jantungnya berdetak cepat dan keringat dingin menetes dari tubuhnya. Dengan gugup Hing Zen menggerakkan lengan kanannya dan para serigala mengikuti gerakan Lengan kanannya
'Apa mereka mengincar Tulang ini?, kukasih saja dari pada mereka mengigitku nanti'
"Kalian mau ini?" Tanya Hing Zen dengan tampang bodohnya
Serentak para Siluman Serigala menganggukkan kepalanya juga ekor mereka bergerak ke kiri dan kanan
"Oh kalian paham, kalau begitu emm bisa antri?, kalian buat 1 barisan seperti Prajurit kerajaan" Ucap Hing Zen
Seolah memahami ucapan Hing Zen, Para Siluman Serigala berbaris membentuk 1 barisan memanjang ke belakang
"Ha-Ha... aku tidak paham lagi dengan dunia ini" Hing Zen dengan nyali secuil debu perlahan mendekati Siluman Serigala dibaris pertama dan memberikan Tulang Paha Siluman
__ADS_1
Tanpa mengigit Hing Zen, Siluman serigala tersebut hanya mengigit Tulang Paha Siluman dan membawanya untuk di makan
"Baiklah selanjutnya"
Setelah itu Hing Zen memotong Daging Siluman yang ia panggang dengan porsi yang adil dan membagikannya satu persatu kepada para Siluman Serigala termasuk Siluman serigala yang pertama
'Sepertinya mereka kenyang, wajar saja sih karena siluman yang kupanggang berjenis Beruang'
Tiba-tiba Ide muncul dikepala Hing Zen yang selalu kosong, dengan berani ia mendekati Siluman Serigala yang memiliki tubuh yang lebih besar dari Siluman Serigala lainnya
"P-Permisi Tuan Pemimpin Siluman Serigala yang terhormat juga baik hati dan kenal balas budi... Kalau boleh tau apa Tuan Pemimpin Siluman Serigala yang terhormat juga baik hati dan kenal balas budi mengetahui Letak Pir Emas?" Tanya Hing Zen dengan amat menyanjung Siluman serigala tersebut
GRRR
"Hiiiii"
"Maaf-Maaf-Maaf, Ini salahku tapi tolong jangan makan aku Tuan Pemimpin Siluman Serigala yang terhormat juga baik hati dan kenal balas budi, Dagingku tidak enak, tidak bergizi, aku ini hanya tulang hidup" Ucap Hing Zen dengan panik
Namun tidak terjadi apa-apa kepada Hing Zen, justru Pemimpin Siluman Serigala yang hanya berdiri dengan keempat kakinya
"A-, Kau membiarkanku naik punggungmu?" Tanya Hing Zen
"Woah, begini kah rasanya naik Siluman, Bulunya hangat dan lembut, sangat berbeda dari dugaanku" Gumam Hing Zen
AuUUuu
Pemimpin Siluman Serigala mengeluarkan Lolongannya dan seluruh Siluman Serigala lainnya segera berdiri
Tidak lama kemudian, Sang Pemimpin melesat dengan kecepatannya yang luar biasa diikuti puluhan Siluman Serigala dibelakang
Hing Zen dengan susah payah mencoba bertahan karena cukup tidak terbiasa namun perlahan demi perlahan akhirnya Hing Zen terbiasa dengan guncangan
'Kemana dia akan membawaku, apa aku akan dimakan' Batin Hing Zen
Kenyataannya berbeda dengan yang Hing Zen pikirkan, ternyata Sang Pemimpin Siluman Serigala membawanya ke sebuah tempat yang penuh akan Pir Emas
"Woah, Jadi begini kah penampakan Pir Emas yang belum dipetik, Sama saja seperti Buah"
__ADS_1
"Hanya saja pohon Pir Emas berdaun emas dan batang kayunya juga berwarna emas sedangkan Pir Emasnya ada diatas"
"Terima kasih Sobat karena membawaku ke sini, nanti akan kumasakkan Daging Bakar lagi" Hing Zen mengelus kepala Pemimpin Siluman Serigala lalu turun dari atas sana
Dengan perlahan Hing Zen melangkah maju mendekati Pohon Pir Emas namun ketika hendak melangkah maju lagi tiba-tiba sesuatu menunjukkan dirinya
"Siapa dirimu? Apa tujuanmu? Apa keinginanmu? Aku Penjaga Pohon Pir Emas berusia 20.000 Tahun" Ucap sosok tersebut
"Gak nanya sobat" Ucap Hing Zen dengan niat bercanda
*Tes*
tiba tiba darah menetes dari Pipi Kanan Hing Zen yang entah sejak kapan terluka oleh goresan tipis
"Aku bertanya bukan bercanda wahai Manusia, Sekali lagi kutayakan... Siapa dirimu? Tujuanmu? Keinginanmu? Aku penjaga Pohon Pir Emas berusia 20.000 tahun" Ucap sosok tersebut lagi walau dengan nada tinggi
"Aku Hing Zen pemuda lemah yang baik hati dan rendah hati, Keinginanku hanya untuk meminta Pir Emas" Ucap Hing Zen tanpa niat bercanda lagi
"Ingin meminta Pir Emas?, Lewati Ujian dulu, Segala sesuatu di dunia tidak dapat didapatkan tanpa proses" Ucapnya
"Kalau begitu cepat lah beri Ujiannya, jangan banyak omong karena aku manusia berumur pendek tidak seperti dirimu yang merupakan Siluman" Ucap Hing Zen kesal
"Hoo? Kau mengetahui aku Siluman, Menarik... padahal aku tidak menunjukkan wujudku tapi karena kau benar maka aku akan tunjukkan keberadaanku" Sosok berwujud Kabut hitam perlahan menghilang namun secara bersamaan Tanah bergetar hebat
Angin berhembus kencang, Langit perlahan mendung, Tekanan mengerikan menekan Tubuh Hing Zen beserta para Siluman Serigala dibelakang hingga tanpa mampu berdiri
'Tekanan mengerikan apa ini, Apa benar ini Tekanan yang bisa dihasilkan Makhluk Hidup' Batin Hing Zen
Tidak lama kemudian, Langit menjadi Gelap namun bukan malam melainkan sesosok Siluman Raksasa yang menutupi cahaya matahari
'Oi Oi Oi, Apa-Apaan itu, Besar sekali dan menakutkan'
Tekanan juga Penampakan Siluman raksasa membuat tubuh Hing Zen kehilangan tenaga hingga membuatnya benar benar terjatuh tanpa melawan
"Haha kau takut? Aku Siluman Ular Persik Biru Berusia 100.000 Tahun, Jika kalian para manusia memanggilku Siluman Tingkat Langit"
Suara Siluman Ular Persik Biru menggelegar membuat burung-burung bertebangan, Para Siluman Serigala dibelakang Hing Zen sendiri telah pingsan entah karena ketakutan atau karena tekanan yang diterima mereka terlalu kuat
__ADS_1
"Baiklah, Kalau begitu kita mulai ujiannya"
Jangan Lupa Like, Koment dan Rating karena cuman itu cara kalian nyemangatin Author