
'Sepertinya aku tidak telat, Butuh beberapa hari perjalanan untuk kembali ke Klan... Para Siluman Serigala akan kutinggalkan disini saja dulu, akan berbahaya membawa mereka'
Hing Zen memperhatikan sekeliling memastikan tidak ada yang melihatnya dan ketika merasa aman ia memberanikan diri keluar dari Area Hutan
"Kalian tunggu disini, Aku akan memanggil kalian ketika waktunya, Bersembunyi dari orang lain dan ketika saatnya tiba kita akan lari" Hing Zen mengelus seluruh Siluman Serigala sebelum memasuki Area Klan Hing tanpa ragu
Karena merupakan tempat kelahiran Hing zen, ia sangat mengenal tempat dan jalan di Klan Hing, Berkat itu dirinya dapat dengan mudah menemukan Bangunan yang akan digunakan sebagai Tempat Pertunangan adiknya
'Sudah banyak tamu yang hadir dari berbagai Klan, akan merepotkan jika harus bertarung tapi akan kulakukan jika demi Yui' Batin Hing Zen
ketika berniat melangkah lebih maju tiba-tiba seseorang dengan kecepatan yang tidak dapat dihindari menyerang Hing Zen hingga terpental mundur dan melubangi Beberapa Rumah
'S..ial, Secepat ini ketahuannya' Hing Zen muntah darah dan tubuhnya bergetar kesakitan setelah menerima serangan tepat di dadanya
"Sudah kuduga, itu kau kan... Hing Zen?" Ucap sosok yang sebelumnya menyerangnya
"Hah, rupanya kau Pak Tua Zin sialan, Seperti yang diharapkan dari Jenderal Api Merah... Kultivator Emas tahap kedelapan, Mantan Guruku dan juga Mantan Ayahku" Ucap Sinis Hing Zen
"Setidaknya kau menambahkan kata [Mantan]... tapi karena melihatmu bisa masuk ke Klan lagi artinya Kau sudah mendengar kabar Adikmu dari dia" Ucap Hing Zin yang bermaksud menyebut Komandan Api Merah
"Iya, Komandan memberitahuku... karena itu aku disini untuk membawanya bersamaku" Hing Zen dengan susah payah berdiri dengan bantuan sebatang Kayu
"Bermimpilah, Adikmu dapat bertunangan dengan Tuan Muda Sue merupakan suatu kehormatan baginya, Tuan Muda Sue adalah Jenius terbaik di Klan Hing sedangkan Adikmu Hing Yui adalah Jenius kedua terbaik, jika keduanya memiliki Anak maka keturunannya akan mempunyai Bakat dari keduanya-"
"Kau tidak usah ikut campur masalah Klan Hing karena kau telah diusir" Hing Zin menunjuk Hing Zen dengan pedangnya yang begitu tajam diikuti tekanan Kultivator Emas tahap kedelapan yang mencoba merobohkan tubuh Hing Zen
"Aku tidak peduli dengan Masalah Klan, Aku ikut campur dengan masalah ini karena dia adalah... Adikku" Setelah menyelesaikan ucapannya Hing Zen menghilang dari tempatnya dan muncul disamping Hing Zin tanpa disadarinya
"72 Tebasan Malam Kegelapan" Dengan Sepotong Kayu Hing Zen melakukan Teknik Pedang yang cukup berat ke arah Hing Zin dengan niat membunuh
ia dengan cepat melompat menjauh dan mengamati Lengan Hing Zin yang terkena teknik tebasannya
"Sama sekali tidak berbekas, memang hebat Kultivator Emas tahap kedelapan" Gumam Hing Zen
Sebaliknya potongan kayu yang digunakan Hing Zen lah yang berubah menjadi Abu karena baru saja diayunkan 72 kali dalam beberapa detik apalagi sambil dilapisi oleh Qi
"Kau memang jenius Hing Zen, tapi sebelum membunuhmu akan kutunjukkan ini sebagai Hadiah terakhir sebagai Orang tuamu" Hing Zin mengeluarkan sebuah Bola Kristal berwarna Ungu yang bernama Kristal Perekam
Berfungsi untuk merekam sesuatu selama 5 menit dan hanya dapat digunakan sekali, cara menggunakannya hanya perlu memasukkan Qi maka bagian depan Kristal akan merekam kejadian dihadapannya selama 5 menit
sedangkan untuk melihat rekamannya, Hanya perlu menekan tombol yang muncul ketika Kristal Perekam telah selesai merekam suatu kejadian
"Lihat ini" Hing Zin menekan tombol yang ada di Kristal Perekam dan Kristal Perekam mengeluarkan layar transparan yang dimana di Layar tersebut terdapat Wajah Adiknya
"Yui" Gumam Hing Zen
__ADS_1
ia menatap serius rekaman tersebut namun tidak begitu istimewa karena disana Hing Yui hanya sedang menatap Cermin dengan tatapan sedih
Hal tersebut berlangsung selama beberapa detik sebelum Hing Yui mengambil Pisau dari Laci meja dan mengarahkannya di jantung miliknya
'Yui Kau... Kau tidak selemah itu, aku yakin' Batin Hing Zen
Rasa Ketakutan juga kebencian mencampuri pikiran Hing Zen, takut akan kehilangan adiknya yang begitu ia sayangi dan Rasa Benci akan diri sendiri karena meninggalkan adiknya sendirian
[*Hiks*, Kak Zen... Kapan kau pulang, Aku sangat merindukanmu, Aku muak berada di sini karena Sue terus mendatangiku dan mencoba menyentuh tubuhku]
Air mata menetes dari mata indah Hing Yui sampai-sampai memengaruhi Hing Zen yang ikut sedih
[Bukankah Kak Zen sudah berjanji akan terus disampingku, tapi... Tapi kenapa Kakak yang justru meninggalkanku, Apa Kakak membenciku, Yui sangat kesepian, Cepatlah kembali]
Setelah mengeluarkan isi hatinya, Hing Yui menjatuhkan Pisau yang ia pegang dan disaat itu juga Rekaman berakhir
"Yah begitulah, dia selalu merindukan Kakaknya yang bodoh ini, Karena itu aku akan membawa Kepalamu sebagai Hadiah untuk Putri kecilku agar dia tidak merasa kesepian lagi" Ucap Hing Zin dengan santainya tanpa memikirkan perasaan kedua anaknya
"Ah... Aku memang sampah, Jenius sejatinya apanya, Keluargaku sendiri kutinggalkan seperti ini... Aku harus menebus perbuatan tidak bertanggung jawab ini sebagai Kakak dari Hing Yui"
Sesuatu seolah bangkit dari tubuh Hing Zen, darahnya mengalir lebih cepat, Detak jantungnya terpicu lebih cepat berdetak
Mata hitam pekatnya berubah menjadi Berwarna Merah darah, Sebuah Simbol berbentuk Bintang Berwarna Merah darah muncul di Tengah-Tengah Dahi Hing Zen dan disaat itu juga seluruh hal dalam diri Hing Zen dalam kondisi terbaik
Semangat, Mental, Nyali, kemampuan, Pandangan, Kekuatan, Kelincahan, Kecepatan Hing Zen kala itu dalam titik puncak hingga memicu Tubuhnya menjadi lebih kuat dari biasanya
'Terlihat, Pandanganku... Tajam" Dengan mudah Hing Zen menangkap Mata Pedang Hing Zin dengan tangan yang dilapisi Qi
Dengan kekuatannya, Hing Zen membanting Hing Zin bersama Pedangnya dan mengambil Pedang tersebut
"Kau akan menerima hukumannya" Hing Zen menebaskan Pedangnya namun sekali lagi tiba-tiba saja ada Sosok yang menyerangnya diam-diam
Tidak seperti sebelumnya kali ini Hing Zen mampu menahan Pukulan sosok tersebut walau termundur beberapa langkah
"Zin, sepertinya kau kesusahan melawan Anakmu sendiri" Ucap Hing Hou yang merupakan Ketua Klan Hing, Kultivator Emas tingkat kesembilan
"Apa maksudmu Hou, Dia sudah bukan Anakku lagi juga bukan Anggota Klan Hing tapi kuakui kekuatannya begitu aneh, penampilannya sedikit berubah" Ucap Hing Zin
"Haha jahat sekali kau, Tapi kuakui dia memang kuat karena mampu menahan seranganku padahal aku menggunakan 50% kekuatan diserangan tadi" Hing Hou mengepalkan lengannya dan disaat itu juga Aura Kultivator Emas tingkat kesembilan dapat dirasakan oleh Hing Zen walau jaraknya cukup jauh
"Heh, mau kalian berpuluh-puluh orang sekalipun aku tidak akan mundur sebelum menyelamatkan Yui" Ucap Hing Zen penuh penekanan
"Baguslah Zen, karena aku tidak datang sendirian" Hing Hou menepukkan kedua tangannya dan puluhan Prajurit Api Merah keluar dari persembunyian mereka
'Ck, ini merepotkan... melawan 1 saja sudah susah tapi ini lawanku ada puluhan Kultivator Emas, tapi aku tidak boleh mundur lagi seperti dulu' Dengan segenap keberanian dan tekad
__ADS_1
Hing Zen mengayunkan pedangnya ke arah Salah satu Prajurit Api yang mencoba menyerangnya namun Prajurit Api lainnya menahan ayunan pedangnya
Hing Zen mencoba mundur namun beberapa Prajurit Api Merah telah mengunci pergerakannya dari belakang
Tanpa mampu menghindar, Puluhan Prajurit Api Merah menyerang Hing Zen dengan kekuatan penuh mereka
'Sakit... Tapi... Tapi... Aku tidak boleh... Mati disini... Siapa saja, Bantu aku'
Kala itu, jauh di dalam tanah, terjadi guncangan hebat dan tidak lama setelahnya sesuatu keluar dari dalam Tanah
Hanya dengan kemunculan sosok tersebut membuat langit menjadi gelap, Angin berhembus kencang dan Tekanan mengerikan yang menekan seluruh Area Klan Hing
"Hahaha, Ucapanmu beberapa hari lalu begitu menarik, kuakui Ucapanku salah tapi tak kusangka baru beberapa hari kita bertemu kau sudah terlihat semenyedihkan ini" Ucap Siluman Ular Persik Biru
"Berisik, bantu aku" Hing Zen menatap Siluman Ular Persik Biru dengan mata merah darahnya
"Siluman apa itu" Guman Hing Zin
"Begitu besar" Gumam Hing Hou
Namun tiba-tiba saja Siluman Ular Persik Biru terdiam menatap Simbol Bintang Merah Darah di Pertengahan Dahi Hing Zen, seolah-olah ia sangat mengenalinya
'Apa ini, ketika melihat Simbol aneh di dahi Manusia ini, Diriku begitu ketakutan dan entah kenapa tubuhku seolah ingin menunduk lalu memberi hormat'
'Simbol apa itu sebenarnya, ketika melihatnya membuatku merasa seperti Yang Mulia Kaisar Naga Bintang ada dihadapanku... Apa mungkin Dia mewarisi Darah Yang Mulia Kaisar Naga Bintang, simbol itu begitu mirip dengan Simbol Kekaisaran Darah yang dipimpin oleh Yang Mulai Kaisar Naga Bintang jutaan tahun lalu'
'Kurasa aku akan mencari tau'
"Iya, Akan kubantu"
Hing Zen tersenyum tipis karena merasa senang mendapat Bantuan yang amat kuat walau tidak terlalu bisa dipercaya
"Kalau begitu bebaskan aku"
"Tentu" Siluman Ular Persik Biru menggunakan Ekornya dan memukulkannya ke arah Prajurit Api Merah tanpa mengenai Hing Zen
"Bebas, kalau begitu bunuh semua yang disini" Hing Zen melompat naik ke atas Kepala Siluman Ular Persik Biru dan berdiri disana
"Sangat Mudah, lihat ini" Siluman Ular Persik Biru membentuk sebuah Bola Qi yang cukup nesar dihadapan mulutnya dan ketika telah cukup ia menembakkannya ke arah Hing Zin
"Gawat!"
Tanpa dapat bergerak akibat tekanan yang diberikan Siluman Ular Persik Biru, Hing Zin menerima serangan berupa Bola Qi yang dengan sangat cepat menghancurkan tubuhnya dan Bola Qi tersebut meledak menimbulkan Kerusakan luar bisa sampai-sampai mengenai Hing Hou dan membunuhnya
Prajurit Api merah lainnya pun ikut terbunuh dengan cara mengenaskan, Kepala mereka sama-sama Terlepas dari tubuh
__ADS_1
"Ayo cari, Adikku"