
Setelah Komandan Api Merah mengeksekusi Prajurit Api Merah yang dijadikan Kambing Hitam, Hing Zen masih menetap disana sebagai Penjaga Bagian Belakang Kemah
Sesekali ia berbicara dengan Prajurit Api Merah lainnya walau itu hanya rencana, Ketika malam hari tepat pada pergantian Posisi Penjaga
Hing Zen membunuh Penjaga Barisan Depan dengan batu yang diperkuat dengan Qi hingga menghancurkan kepalanya
Tentunya yang melaporkan hal tersebut adalah dirinya karena ia lah yang seharusnya pertama kali melihat ketika Pergantian Posisi Penjaga
"Komandan, Lagi-Lagi ada Rekan kita yang terbunuh, Kali ini yang terbunuh adalah Penjaga Bagian Depan Kemah dan untuk lukanya silahkan anda lihat sendiri" Lapor Hing Zen
"Sial, sepertinya Penghianat itu masih hidup... kumpulkan seluruh Prajurit" Komandan Api merah memegang kepalanya yang pusing karena harus menurus Penghianat yang padahal ada dihadapan matanya
"Laksanakan Komandan"
Seperti sebelumnya, lagi-lagi Prajurit Api Merah dikumpulkan dan ketika diperiksa ternyata Kultivasi Penjaga Baris Depan Kemah adalah Kultivator Perak Tahap kesembilan
Karena hal itu lah Hing Zen menjadi salah satu pelaku namun dengan kecerdasannya ia mengatakan sesuatu yang membuat dirinya berhasil lolos
"Rekan kita yang terbunuh ada di Bagian Depan Kemah, artinya kemungkinan besar Prajurit-Prajurit Api Merah yang sedang berburu adalah Pelakunya, Penjaga sisi Kanan dan Kiri tidak ada bergerak dan mereka seharusnya juga tidak melihatku lewat kanan maupun kiri Kemah" Ucap Hing Zen dengan tenang
Walau para Prajurit Api Merah yang sedang berburu tidak terima namun sayangnya Komandan Api Merah mempercayai dugaan Palsu Hing Zen
Pada akhirnya sam seperti sebelumnya, Prajurit Api Merah tidak bersalah dijadikan Kambing Hitam karena tuduhan yang lainnya
Keesokan harinya, Hing Zen mengikuti Tim Berburu untuk bertemu para Bawahan Serigalanya juga untuk merencanakan rencana selanjutnya
'Rencana Siluman dimulai'
"Kalau begitu, Jumlah kita ada 20... Bentuk 4 tim beranggotakan 5 orang, Jika bertemu Siluman lari secepat mungkin lalu bunyikan Terompet itu" Ucap Prajurit Api Merah yang memimpin tim berburu
"BAIK"
__ADS_1
Hing Zen mendapatkan Tim 3 dan mereka menjauh untuk mencari Siluman walau siluman itu sendiri telah mengintai mereka tanpa disadari kecuali Hing Zen
'Seharusnya disini sudah cukup jauh dan teriakan mereka pun tidak akan terdengar' Batin Hing Zen berhenti bergerak sejenak
"Apa yang kau lakukan? cepat bergerak" Perintah Prajurit Api Merah yang memimpin Tim 3
"Hei... sudahlah, kita tidak perlu mencari Siluman tapi biarkan Siluman saja yang mencari kita" Ucap Hing Zen tersenyum tipis
"Apa maksudmu?" ia dengan siaga bersiap menarik pedangnya andai-andai Hing Zen adalah Penghianat yang mereka cari
"Liat saja kebawah" Ucap Hing Zen dengan ekspresi percaya diri
Seolah terhipnotis, Keempat Prajurit Api Merah lainnya melihat kebawah dan disaat itu juga 25 Siluman Serigala muncul dari belakang kemudian menerkam Para Prajurit Api Merah yang lengah
Tanpa sempat melawan, Keempatnya langsung tewas karena masing-masing Prajurit diserang 6 Siluman Serigala
"Kau... Penghianat" Itulah kata-kata terakhir Prajurit Api Merah yang memimpin Tim 3 sebelum tewas
"Aku bukan penghianat, tapi kalianlah yang bodoh..." ia tersenyum tipis menyaksikan para Siluman Serigala memakan tubuh Prajurit Api Merah walau sebagai sesama Manusia namun Hing Zen mengetahui kekejian Prajurit Api Merah karena pernah menyaksikannya dengan mata kepalanya sendiri
Setelah para Prajurit Api Merah telah benar-benar dilahap dan hanya tersisa Tulangnya beserta Darah yang berceceran, Hing Zen mengeluarkan Tali yang dirinya bawa dari Kemah
'Aku bunyikan Terompet ini lalu ikat diriku, dengan begitu Tim lainnya akan datang kesini dan ketika mereka mencoba menolongku para Bawahan akan menerkam mereka dari belakang'
Hing Zen menarik nafas panjang lalu meniupkan Terompet sekuat mungkin lalu dengan cepat mengikat dirinya sendiri Di pohon
"Kalian sembunyi lah seperti sebelumnya, Hilangkan hawa keberadaan dan ketika ada yang mencoba mendekatiku langsung bunuh" Ucap Hing Zen dengan tegas
Seolah memahami rencananya, Para Siluman Serigala benar-benar bersembunyi lalu menghikangkan hawa keberadaannya setipis mungkin
"Nah, ayo kita tunggu"
__ADS_1
Jam demi Jam dilalui Hing dalam keadaan terikat namun tim lain tidak ada yang mendekatinya, ketika ingin menyerah tidak lama kemudian Tim 1, 2, 4 datang bersamaan
'Wah, gawat... Apa Bawahanku kuat melawan mereka, aku tidak tau tingkat kekuatan para Serigala itu jadi mungkin akan bahaya jika mereka menyerang' Batin Hing Zen ragu
"Bantuan Datang... Apa yang terjadi?, dimana Rekanmu?" Tanya Pemimpin Tim 4
"Sepertinya dia diikat" Gumam pemimpin Tim 2
"Astaga, Apa tulang dan darah ini milik Anggota tim 3 yang telah tewas" Ucap Pemimpin Tim 1
Hing Zen sedikit bingung karena tidak menyangka seluruh Tim akan datang, dengan cepat ia memikirkan solusi dan menemukan jawaban yang dapat menyelamatkannya
"Tadi... salah satu Rekanku di Tim 3, tiba-tiba saja menyerang kami dengan Siluman Serigala dari belakang, Pemimpin Tim 3 juga 2 anggota lainnya telah tewas mengenaskan... kalian bisa melihat Tulang-Tulang mereka disana" Ucap Hing Zen sambil memasang Ekspresi ketakutan
"Tapi... ada 4 Tengkorak disini, jika pemimpin tim 3 tewas bersam 2 anggota lainnya maka harusnya hanya ada 3 Tengkorak, siapa yang satu lagi?" Tanya Pemimpin tim 1 yang mencurigai Hing Zen
"Itu bukan Tengkorak, tapi semacam Alat ajaib yang dapat digunakan untuk memanggil Siluman" Jawab Hing Zen secara acak karena rada panik
"Hmm, Benar kah?" Masih tak merasa percaya, Pemimpin tim 1 menatap Hing Zen tajam hingga membuat Hing Zen merinding
"Sudahlah, Alat Ajaib seperti itu memang ada, Berbagai bentuknya pernah ditemukan, Sepertinya Penghianat itu masih hidup, mungkin dia sudah ada Di Kemah" Ungkap Pemimpin tim 2 yang mempercayai ucapan Hing Zen
"Sudahlah, Ayo kembali setelah memberi pemakaman yang layak kepada Rekan kita, Aku akan membantu dia melepaskan ikatan dulu" Pemimpin tim 4 mendekati Hing Zen lalu melepaskan ikatannya
'Untung saja para Serigala itu tidak menyerang, jika tidak mungkin akan...'
Tiba tiba kepala Pemimpin tim 4 terjatuh dan darah menyembur dari Lehernya layaknya air mancur
Tidak lama kemudian anggota tim lainnya pun diterkam oleh Siluman Serigala dari belakang dan langsung tewas dengan sekejab mata
'Para Bawahanku ini sebenarnya seberapa kuat mereka... Padahal yang dihadapanku kalau tida salah seharusnya Kultivator Emas tapi mati dalam sekejab mata'
__ADS_1
Seolah jumlah tidak begitu berarti, Seluruh Tim telah sepenuhnya tewas akibat kelengahan mereka dan berakhir dengan tewas kepala yang terlepas dari badan
"Ya sudahlah, Makan saja itu, jika menemukan sesuatu seperti Cincin berikan kepadaku" Hing Zen hanya tersenyum kecut lalu melompat ke atas Pohon dan tiduran diatas sana menunggu Bawahannya menghabiskan Makanan mereka