Sang Kultivator Petualang

Sang Kultivator Petualang
Chapter 6 Informasi


__ADS_3

"Kurasa sudah saatnya untuk kembali, Para Bawahan juga sepertinya sudah menghabiskan Makanan mereka" Hing Zen turun dari Pohon dan berjalan mendekati Pemimpin Siluman Serigala


Ketika mendekat, Hing Zen melihat kurang lebih ada 10 Cincin Penyimpanan yang tergeletak di tanah, Karena penasaran dengan isinya ia mengambil Cincin tersebut dan mengintip isinya


"Wow, Masing-Masing Cincin Penyimpanan berisi 10rb Koin, Beserta beberapa Tanaman Ajaib... Para Siluman Serigala ini sengaja mengumpulkannya di tanah untukku" Gumam Hing Zen senang


Setelah puas melihat-lihat, ia memasukkan 9 Cincin Penyimpanan didalam Cincin Penyimpanan lalu mengenakannya


"Bergerak, Kita serang Kemah, Yang lain Hadang Prajurit Api Merah, Aku dan Pemimpin kalian akan melawan Komandan Api Merah"


Langkah kaki puluhan serigala menuju Kemah dengan kecepatan tinggi, Tidak perlu menunggu beberapa jam Hing Zen telah melihat Perkemahan dari jauh


"Bentuk Formasi, Kelilingi Kemah agar tidak ada yang lari"


AUUU


Beberapa Siuman Serigala memisah dan berjalan lebih cepat untuk menghadang Sisi kiri, kanan juga Belakang


"Rencana utama dimulai"


...[<><><><><>]...


"Apa itu, Serigala?" Ucap Prajurit Api merah yang sedang berjaga di depan kemah


"Gawat, serangan!" Dengan sigap ia masuk ke kemah memberitahukan Komandan Api Merah bahwa terjadi serangan


"Komandan Gawat, Puluhan Serigala menuju Kemari bersama seorang Prajurit Api Merah yang merupakan Penghia-"


Sebelum menyelesaikan ucapannya, Kepala Prajurit Api Merah yang mencoba melapor dengan cepat terlepas dari tubuhnya akibat cakaran Pemimpin Siluman Serigala


"Apa-Apaan, Akhirnya Penghianat itu muncul, Akan ku hajar dia" Dengan semangat Komandan Api Merah meraih Kapak Raksasanya dan keluar dari Kemah


Ketika telah diluar, yang terlihat hanya darah, mayat dan kekacauan beserta Para Serigala juga seorang Prajurit Api Merah yang sedang menunggangi Pemimpin Siluman Serigala


"Siapa kau?, Bagaimana caramu menjinakkan Siluman sebanyak ini? Dan kenapa kau menghianati kami?" Tanya Komandan Api Merah kepada Hing Zen


"Sejak awal aku tidak pernah berkhianat" Hing Zen melepas Pelindung kepalanya dan menunjukkan wajah aslinya "Lagi pula aku hanya menyamar..."


Ekspresi terkejut ditunjukkan oleh Komandan Api Merah ketika melihat wajah Hing Zen yang sangat tidak asing


"Lama tidak bertemu yah, Komandan" Ucap Hing Zen

__ADS_1


"Kau rupanya Hing Zen, tak kusangka kau berkembang menjadi sekuat ini dalam beberapa bulan saja, Kau ini memang Jenius sejati walau Kultivasimu terhambat beberapa tahun, Tapi sayangnya aku ditugaskan untuk membawamu Hidup-Hidup untuk diserahkan kepada Tuan Muda Sue" Komandan Api Merah melesat dan melayangkan Kapak Raksasanya ke leher Hing Zen


Tetapi sebelum mengenai Hing Zen, beberapa Siluman Serigala menerkam dari Belakang dan beberapa lagi dari Depan hingga membuat Komandan Api Merah kehilangan keseimbangan


"Ingin menyentuhku? Lewati Bawahanku dulu" Hing Zen tersenyum mengejek karena melihat Komandan Api Merah yang terkenal akan kekuatannya sedang kesusahan melawan beberapa Siluman Tingkat Rendah


'Wajar jika susah, Mereka kuajarkan beberapa teknik bertarung yang cocok untuk berkelompok jadi kerja sama dan ikatan persaudaraan dari lahir juga keinginan untuk saling melindungi membuat Komandan Api Merah keesusahan menyerang'


Tidak butuh waktu lama sebelum Komandan Api Merah perlahan melambat karena kehabisan Stamina juga darah yang terus menerus keluar dari bekas cakaran Siluman Serigala hingga akhirnya tumbang walau tidak sampai tewas


"Sialan... Siluman-Siluman ini begitu cerdik, Kau pasti yang mengajari mereka, Benar kan Hing Zen" Tanya Komandan Api Merah


"Siapa lagi?" Jawab Hing Zen simpel


"Heh, Karena aku sudah kalah maka akan kuberi tau beberapa hal karena sudah membuatku tumbang" Ungkap Komandan Api Merah dengan susah payah mencoba untuk duduk


GRRR


"Tenanglah, Katakan saja, Akan kudengarkan" Dengan santai Hing Zen menunggu ucapan Komandan Api merah


"Seminggu lagi... Pertunangan antara Tuan Muda Sue dengan Nona Muda Yui akan dimulai tepat pada siang ha-"


BOOM


"Apa maksudmu... Adikku akan bertunangan dengan Brengsek itu, dia tak akan setuju kecuali dipaksa, Akan kubuat kalian membayarnya" Ucap Hing Zen dengan penuh kebencian


Pandangan, Aura dan tatapannya seolah sangat berbeda dibanding sebelumnya, ia sekarang begitu terlihat memancarkan Aura Kematian


"Ha, kau selalu marah jika sesuatu terjadi pada Adikmu, intinya itu saja, Dia akan menikah dengan Tuan Muda Sue ketika berumur 16-"


Darah menyembur dari leher Komandan Api Merah, Kepalanya hancur tidak tersisa setelah menerima pukulan Hing Zen yang penuh akan kekuatan


"Cari Jalan keluar dari hutan, Kita akan mempora-porandakkan Sebuah Klan" Hing Zen menunggangi Pemimpin Siluman serigala dan mereka meleset ke arah Barat karena di arah sanalah Klan Hing berada


...[<><><><><>]...


"Kakak... Kapan kau akan kembali, bukankah kau telah berjanji untuk untuk selalu disisi adikmu, tapi kenapa dirimu yang lebih dahulu meninggalkanku sendirian disini" Gumam seorang Wanita cantik


Wajahnya terlihat persis seperti Hing Zen, Warna rambut dan warna mata semuanya terlihat sama karena mereka adalah Kakak Adik


"Maaf Menunggu Yu'er, Calon Suamimu datang" Sapa Lelaki dengan ekspresi sombong diwajahnya

__ADS_1


"Sue... Aku bukan Istrimu dan itu tidak akan pernah terjadi" Ucap Hing Yui dingin


"Haha dingin sekali, memang dirimu sekali Oh Yu'er ku, Tenang saja, Setelah umurmu 16 tahun dan umurku 18 tahun maka kita akan resmi menjadi Suami Istri... Kita hanya perlu menunggu beberapa tahun lagi" Ucap Hing Sue seolah tidak mempedulikan ucapan Hing Yue


"Berharap saja, Aku lebih memilih mati dari pada menjadi Istri dari Brengsek sepertimu" Hing Yue menatap dingin Hing Sue sebelum berjalan keluar dari Kamarnya karena merasa jijik dengan keberadaan Hing Sue


'Heh, kita lihat saja berapa lama lagi kau akan bisa bicara seperti itu Lacur kecil, Kakakmu yang bodoh itu tidak akan bisa menyelamatkanmu lagi... ketika saatnya mahkotamu akan menjadi milikku' Batin Hing Sue sambil tersenyum menjijikkan


*BOOM*


*WUSH*


Tiba tiba terjadi angin yang begitu deras sampai-sampai menerbangkan Atap Kamar Hing Yue, Perlahan langit gelap dan awan awan menutupi Langit


Angin yang begitu kencang layaknya topan sedang terjadi, Suara-Suara ledakan yang terjadi dimana-mana seolah Klan Hing diserang oleh sesuatu yang sangat kuat


"Ada apa ini, Apa ada Klan musuh yang menyerang, aku harus mengabari Ayah" Hing Sue dengan susah payah berjalan walau diterjang angin deras


ia terus berlari tanpa menyadari bahwa sedang berlari ke arah Penyebab kekacauan itu sendiri namun ketika ia sadar, Hing Sue terdiam dan ketakutan setengah mati


'Apa-Apaan itu'


Yang ia lihat adalah sesosok Siluman Raksasa Ular dengan tinggi setidaknya bagai Gedung tingkat 5 dan Sesosok manusia yang berdiri diatas Kepala Siluman Ular tersebut


"Tidak mungkin, Yang diatas Siluman itu... Hing Zen" Hing sue mencoba lari dan ketika matanya memandang secara tidak sengaja melihat puluhan Kepala dan badan yang tidak asing


"Bohong... Ayah, Paman, Jenderal, Prajurit Api Merah, mereka semua mati" Gumam Hing Sue


"A-AYAH" Teriak Hing Sue histeris menangisi Ayahnya yang tewas mengenaskan


Karena teriakannya yang cukup keras, membuat Siluman Ular Raksasa atau lebih tepatnya Siluman Ular Persik Biru menyadari menyadari keberadaannya


"Bunuh, Dia... Juga" Gumam Hing Zen


"Baik" Siluman Ular Persik Biru membuka mulutnya dan menembakkan Qi bertekanan tinggi ke arah Hing Sue


Karena tidak menyadari serangan, Hing Sue menerima mentah-mentah Qi bertekanan tinggi dari Siluman Ular Persik Biru dan membuat tubuhnya hancur berkeping-keping


"Ayo cari Yui"


...[<><><><><>]...

__ADS_1


Beberapa menit lalu


"Yosh, kita sampai... Kalau begitu bersiaplah untuk mati Teman" Gumam Hing Zen


__ADS_2