Sang Nona Idaman

Sang Nona Idaman
chapter 12


__ADS_3

"Keluarga gue sibuk ngurus negara,dan apalagi nyokap gue,"Alex menjawab namun matanya mengalih ke pandangan taman yang sangat indah.Digo yang mengerti situasi hanya tersennyum membawa karpet.


"By the way,gimana lo kerumah gue setiap ada waktu luang?jadi nih rumah kagak sepi gitu,"Digo bebicara dengan memajukan bibirnya.Melihat raut wajah Digo ,Alex mengukir senyum walaupun kecil.


"Emang  boleh?"Alex menahan tawa.Digo menatap Alex dengan serius,"Kalo gue udah nawarin ya pasti boleh lah geblek!"


"Kalian lagi mau ngapain?kok ketawa?"Ifky berbicara dari belakang membuat Digo sontak terkejut memeluk Alex.


"Digo!!! Kamu gay,masa meluk Alex!"Ifky menunjuk Digo dengan raut wajah yang tak percaya.Seketika Digo pun melepas pelukan dan Alex memasang wajah entah harus berkata apa.


"Hih bukan gue yang meluk ya,"Digo berkata seakan akan dirinya tidak ada melakukan kesalahan.Mendengar kalimat tersebut Alex memincing mata ke Digo."Tadi lo bilang apa?Bukan lo yang meluk? Terus siapa?"Alex menahan emosi dikepalanya.


"Elu,"dengan santai Digo menunjuk Alex dengan nada tak bersalah.Alex yang mendapat jawaban seperti itu hanya bergerutu di dalam hati kepada Digo.


Alex:"****"


Digo:"akward"


Plak, sebuah pukulan di tangan Ifky melayang di tubuh Digo."Tadi bilang apa,lo nggak meluk Alex? Jelas jelas gue ngeliat elu yang meluk ***!" Ifky tersenyum licik membuat Digo merinding sendiri.


"Dah sekarang cepat pasang karpetnya! Siapa apa yang diperukan,"Ifky memerintah dengan tegas. Tanpa babibu Alex dan Digo segera beraksi. 5 menit berlalu semua telah siap.


"Akhirnya siap juga tinggal nunggu delivery,kira kira berapa menit lagi datengnya yo?" Ifky duduk diantara Digo dan Alex.

__ADS_1


"10 menit lagi kayaknya,lo sendiri feelingnya berapa menit?"Digo menatap jam dengan serius.Lalu Ifky menatap dengan santai didepan muka Digo,"6 menit lagi kok datengnya."


Digo hanya membulatkan mulutnya. Tiba tiba belum 3 menit berlalu suara bel berbunyi." Siapa tuh?"Ifky menghadap kebelakang. Digo menatap layar handphonenya tiba tiba berdiri dengan cepat berjalan ke arah pintu.Ifky dan Alex hanya melongo terdiam melihat tingkah Digo.


"Crazy people,"Alex dengan santai menyebut Digo seperti itu membuat Ifky tertawa terbahak bahak."Baru nyadar? Dari awal ketemu udah keliatan loh kalo dianya gila,"Ifky tertawa tanpa henti.


"Siapa yang gila?"Digo datang dari arah belakang lalu menyodorkan makanan yang dipesan.


"ya udah jelas yang gila kan kamu!"Ifky menjawab dengan ringan. Digo yang sedang minum tersedak bahwa dirinya dikatakan gila.


"Sabar anak baik disayang Allah,"Digo mengusap dadanya.Alex hanya diam menyantap makanannya. Didalam hatinya baru pertama kalinya ia merasakan kehangatan ini. Dari kecil ia hanya di ajarkan untuk menjadi anggota kerajaan yang diharapkan orang lain bukan dari bukan dari dirinya sendiri. Etika yang berlebihan,pengawasan setiap saat,larangan yang tidak masuk  akal itu lah yang terjadi pada dirinya. Hidup tanpa kasih sayang sudah terbiasa dengannya yang membuat kepribadian Alex menjadi dingin,sulit bersosialisasi,dan tertutup pada dunia luar. Namun setelah merasakan kehangatan walupun itu kecil hati Alex yang semula dingin hancur sehingga setetes airmata membasahi pipinya.


Tanpa sadar Alex menangis.Ifky dan Digo yang semula saling mengejek tertawa riang teralih fokus kepada Alex.


"Alex lo kenapa? Ada masalah ya? Cerita aja sama kita,"Ifky yang mengusap airmata Alex,membuat airmata dari pelupuk Alex semakin mengalir deras. Betapa rindunya Alex dengan kehangatan kasih sayang dari seseorang namun tidak ada yang mengerti dirinya.


Digo yang terbawa suasana memeluk Alex sebagai seorang teman yang dibutuhkan Alex.Begitu pula dengan Ifky,ia melengkapi pelukan dengan hangatnya seoarang sahabat.


"Bro lu tau nggak kalo elu nangis terus basah baju gue,nanti gue makin bau busuk woy. Soalnya gue belom mandi seminggu,"suasana yang awalnya penuh dengan kesedihan berubah menjadi kerusuhan.


"What!!! Seminggu belom mandi? Pantesan layu banget badan lo,"Ifky menjauh dari Digo menarik Alex.


"Hei enak aja gue layu,emang gue bunga Raflesia Arnoldi? Meskipun gue ngk mandi gue bakal keren tau,"Digo menaikan nada bicaranya memasang raut wajah yang kesal.

__ADS_1


"Heh Raflesia masih cantik dari lu walau baunya ngk enak,tapj elu buka  raflesia lagi tapi bunga bangkai!"Ifky mengejek Digo dengan riang tanpa paksaan.


"Heh kalian kenapa jauh jauh dari gue? Hari ini siapa ya yang mewek mewek ke gue,ada 2 orang lagi cewek ama cowok."Digo menyindir dengan tangan melipat di depan.


"Lex,siap ya yang nggak mandi seminggu bau lagi,mana tadi meluk kita tau,habis ini mandi yok biar ngk bau kek bunga raflesia,"Ifky menggandeng tangan Alex dan menatap tajam Digo.


"Eh kok gue?"Alex menunjuk dirinya sendiri dengan bingung.


"Dah makan cepet nanti keburu makanannya dingin lagi!"Digo menurunkan titah dengan tegas. Tanpa respon yang lambat,mereka langsung menyantap hidangan.


Ifky melihat makanan Digo dan Alex membuat dirinya ingin mencoba hindangan sahabatnya.Digo yang menoleh ke Ifky yang sudah memasang muka kelinci yang sangat imut meluluhkan hati Digo yang semula cuek menjadi ramah kembali.


"Digo minta,mau nyobain kayaknya enak loh,satu aja! Sama suapin hehehehe,"Ifky menunjuk makanan yang ia ingin cicipi lalu Digo menghembuskan nafas dan menyuapi dengan lembut,"Pelan pelan makannya kalk mau lagi nanti gue suapin lagi."


Ifky mengunyah makanan dengan penuh rasa senang. Lalu ia beralih memandangi desert avocado milik Alex.Alex melihat mata yang mengincar hidangannya dengan penuh senyum.


"Aku nyobain dessert Alex,boleh ya?"Mata yang penuh harapan jawaban ya terpancar di wajah Ifky.


"Anak ini tikus ya kok rakus banget sih!"Digo mecubit pipi Ifky.


Alex yang memahami isi hati Ifky segera mengambil dessertnya,"nih makan aja kalo mau."Ifky yang senang melihat target makanannya siap untuk disantap dengan mulutnya."Aku maunya disuapin heheheh kan tangan gue lagi ngambil hp sama minuman,"Alex yang mendengar itu segera memasukkan makanan tersebut ke mulut Ifky.Alex tidak tahu sejak kapan dirinya menjadi penurut dan banyak berbicara kepada Ifky.


"Uaaaa makanannya enak enak uwuwuwuw jadi pengen makan semuanya,"Ifky puas dengan rasa makananya lalu tak lupa memotret hidangan,serta suasana hari ini.

__ADS_1


Betapa berharganya hari ini yang dilalui mereka bertiga. Pembullyan,trauma,kesedihan,kasih sayang,kehangatan semua itu terjadi pada hari yang sama karna ssemua itu terjadi karna  sebuah ikatan persahabatan.


__ADS_2