Sang Nona Idaman

Sang Nona Idaman
Chapter 9


__ADS_3

Ifky kini berlari menuju lift bawah tanah dan segera meninggalkan tempat markas grup. Namun ia di lift berpapasan dengan Virgo(devisi ekonomi)  dan Keina (devisi medical) yang merupakan anggota elit 2.


Namun mau bagaimana lagi mereka kini berada di ruang yang sama sehingga memaksa Ifky membuka percakapan.


"Gue boleh kerumah lo nggk Vir?  Mau ngeliat kakak lo, "


"Boleh dong kak, kak Digo dah nanyain lo kemarin nggak bales chat sama nggak ngangkat telpon. Ada masalah? "


Virgopun mulai menyadari ada yang terjadi terhadap sahabatnya sekaligus sahabat kakaknya sendiri.


Virgopun memberi isyarat kepada Keina yang merupakan pacarnya sendiri yang amat dia cintai.


"Kak kalo mau curhat sama kei, nggak apa apa kok. Kei juga mau kok nerima luka kak Ifky! "


Keina membujuk dengan kata manisnya. Namun Ifky tak kunjung menjawab. Keheninganpun menyapa mereka.


Keina dan Virgo menanti jawaban dari Ifky karena mereka hanya sebatas indra6 dan kelebihan mereka masing masing.


"Luka gue cukup gue yang ngerasain orang lain nggak perlu takutnya mereka nggak tahan akan kesakitannya! "


Jawaban yang diiringi dengan nada emosi yang panas namun tatapan tajam nan dingin selalu sama  dikeluarkan Ifky ketika ia terluka.


Ifky keluar meninggalkan markas lalu bergegas ke rumah Digo.


••• The Shadow •••



   Kini Ifky telah sampai di Digo. Ia semakin nyaman dengan lingkungan sekitar rumah Digo. Suasana tenang bersama alam, menyatu pikiran dengan cinta.


Ifky menekan tombol rumah Digo namun pinty tak kunjung terbuka. Ya Ifky mengetahui sekarang dirumah Digo hanya dia dan Virgo sementara  ayahnya seorang pilot jadi tak heran ayah mereka jarang berada dirumah.


Sedangkan ibunda mereka telah lama meninggal sejak Digo umur 7 tahun dan virgo 6,5 tahun. Ibunya meninggal karena kecelakaan kapal persiar.


Ifky yang menunggu pintu yang tak kunjung terbuka terpaksa ia memakai kartu akses masuk ke rumah Digo.


Ya Ifky telah mengenal Digo sejak ia berumur 5 tahun jadi wajar saja ia sangat mengenal keluarga Digo begitu sebaliknya. Namun ketika pintu terbuka yang dipikirkan Ifky sekarang hanya Digo.


Ia khawatir terjadi sesuatu pada sahabatnya. Ifky tahu sekarang Digo merada di masa terlemahnya setelah melewati masa koma nya(kritis).


Ifky pun bergegas menuju kamar rawat Digo.

__ADS_1






Ketika  melihat Digo yang kini terbaring lemah di kasurnya dan di pergelangan tangannya mengitarlah jam tangan infus.



"Bikin khawatir aja lo, tidur ya lelap okey biar cepet sembuh. Udah lama lo nggak ikut misi jadinya sepi semuanya jadi gue yang ngatur, "Ifky duduk disebelah Digo yang sedang tertidur akibat efek samping obatnya.



"Dig, gue hari ini...... "Ifky pun bercerita apa yang dialaminya sejak pagi hingga dirumahnya bersama ibunya.



Setelah lelah bercerita Ifky pun membuka handphonenya ia melihat notifikasi pesan dari Alex.



Where are you now?



Ifky Diandra Putri :


Dirumah Digo.  



Alexander Wiliam :


Digo?



Ifky Diandra Putri :

__ADS_1


Sahabat dari kecil



Alexander Wiliam :


Dimana?



Ifky Diandra Putri :


Kepo amat sih lo, dah ya. Sampai nanti!



I



Ifky yang merasa Alex kepo pun menutup pesan lalu beralih ke aplikasi baca digital.



Namun diakhir cerita ia terdiam hatinya kembali sakit. Ia teringat apa yang terjadi padanya sesuai dengan dialog buku tersebut.



Ada beberapa hal yang kalau salah, ya salah.


Tidak peduli itu untuk siapa,


karena kejahatan atau krbaikan.


Dan apapun yang kita katakan akan dianggap hanya alasan,


Apapun yang kita lakukan tetap tidak akan disetujui.


Selamanya begitu,


Apa kamu bisa menerimanya?

__ADS_1


Aku tidak pantas untuk kamu terima. 


__ADS_2