
"Kenyangnya,mau pesan lagi tapi nanti gemuk,"gerutu Ifky yang telah usai makan dengan Alex maupun Digo.r
"Jelas kenyang tapi mau lagi,lah elo makan disuapin gua tahu. Guanya yang susah makan!"Digo berbicara dengan menahan emosi.
"Lah tadi yang nawarin nyuapin gue siapa?elo kan," Ifky membalas dengan muka tak bersalah dan sedikit menaikan alis.
"Yang nawarin nyuap Ifky Itu Digo ,yang disuapin, Ifky makan sambil main PUBji itu pernyataan yang benar,"Alex lagi lagi tersenyum walaupun itu kecil tapi terlihat menawan bagi Ifky dan Digo.
"Wah ada hakim tingkat 1 yuk kita bawa dia ke pengadilan biar dia tiap hari mukul palu terus!" Kompak Digo dan Ifky saling menatap satu sama lain.
"Kok sampai pengadilan zihhhh," gerutu Alex menahan emosi. Namun hanya dibalas tawa yang sangat bebas.
"Dah mau malam lo nggak pulang?" Tanya Digo menatap Alex.
"Digo ngusir Alex hueee Digo jahat!" Ifky mulai berakting agar Digo tidak menyuruh Alex pulang, namun alhasil tidak sesuai dengan ekspetasi. Alex berdiri mengemasi barang yang ia bawa.
"Gue pulang dulu. Dah malam ada yang mau gue kerjain,besok sekolah kan lo, If?" Alex membalikkan badan. Lalu Ifkypun berlari kearah Alex kemudian memeluknya. Alex membelalakan matanya. Kenapa harus pelukan yang diterima sebelum mendapat jawaban? Ifky melepas pelukan dan menjawab pertanyaan Alex,"iya dong gue pasti sekolah kalo ada lo,thank you for today Alex, thank you for after helping me!"
Tidak lama kemudian Digo menyusul dan tiba dibelakang Ifky membawa sebuah buah tangan untuk Alex,"Nih untuk lo biar nggak susah cari makan gue tau lo bisa nyuruh orang lain tapi akan beda rasanya kalo itu dibuat langsung oleh orang yang lo kenal!"
Alex merasa ucapan Digo itu memang benar, walaupun hanya menerimanya saja sudah merasakan bahwa ada yang namanya peduli terhadap dirinya sendiri.
"Thank u, If ,lo nggak pulang?" Alex kembali bertanya ke Ifky. Lalu Ifky menunjuk Digo." Dia pulang gue yang nganterin," Digo menepuk bahu Alex," gue jamin selama ada gue dia bakal aman."
Setelah berbincang bincang akhirnya Alex meninggalkan kediaman Digo.Tersisa Ifky dan Digo di kediaman yang terletak di tepi hutan belantara.Kenapa harus hutan? Ya keluarga Digo dan virgo memilih suasana rumah yang keadaanya tenang jauh dari suara kerumunan.
"Eh ini mau hujan kita beresin alat alatnya. Bentar gue ke toilet sebentar ya 15 menit okay!" Digo menepuk bahu Ifky.
__ADS_1
"Okay,"Ifky tersenyum lebar,jauh dilubuk hatinya memang masih terasa sesak untuk kejadian yang ia alami. Namun Ifky berusaha untuk menyembuhkan suatu luka walupun tersisa jejaknya.
---5 menit kemudian hujan---
Ifky menatap air yang turun sedikit demi sedikit menjadi deras. Tangannya menjulur mengenai hujan. Terlintas lah pikiran isengnya untuk bermain dibawah derasnya hujan. Tentu saja ia melakukannya,ada saatnya ia merasa bebas tetapi ada saatnya ia merasa terbelenggu oleh kejamnya dunia padanya.
Ifky keluar dan bermain diiringi turunnya air dari langit,berlari dengan cepat bersama gemercik langkah nya,melompat setinggi mungkin setinggi langit,lalu menghempaskan badannya terbaring ke tanah. Inilah yang ia senangi,melupakan kejamnya dunia padanya,melakukan kesenangan untuk mengesampingkan masalah yang ia alami. Tak lama kemudian Ifky bernyannyi dengan merdu
~saat ku sendiri ku lihat foto dan video bersamamu yang tlah lama kusimpan~
~Hancur hati ini melihat semua gambar diri,yang tak bisa ku ulang kembali~
~Kuingin saat ini engkau ada di sini ~
~tertawa bersamaku seperti dulu lagi ~
~bukannya diri ini tak terima kenyataan hati ini hanya rindu~~
^^^--Hanya Rindu--^^^
Ifky menangis mengenang seseorang yang amat ia rindukan untuk kembali, bersedia menyambutnya jika orang itu pulang, dan ia ingin bersamanya. Hati yang tadi tenang kembali sesak akan kenangan itu. Deras air yang mengenai wajah Ifky membuat airmata itu tak terlihat.
Ifky yang menangis bersama hujan tak menyadari dirinya telah diamati oleh Digo yang sedari tadi menyaksikan betapa hancufnya hati Ifky. Kesalahan apa yang ia lakukan membuatnya hafus menanggung penderitaan diatas sebuah luka orang lain. Tangan Digo mengepal kuat,ia gak tega orang yang amat ia sayangi terluka tanpa kesalahan,menangis tanpa orang yangia butuhkan,mengalami penderitaa sendirian. Bukankah suatu hal yang sangat perih untuk di alami bukan?
Digo menghampiri Ifky dan membawa payung. Menaunginya agar tak terkena air yang turun. Berusaha menjadi sosok pengganti orang yang ia nyanyikan.
"Nggak masuk?" Digo yang mendiri disampinb Ifky,lalu membantu Ifky bangun dafi tanah tersebut.
__ADS_1
"Okay masuk," senyum Ifky terlihat tulus tak ada luka,namun itu sebenarnya adalah topeng untuk mengatakan kalau ia baik baik saja.
Digo mengantar Ifky ke ruang ganti. Ruangan ini sebenarnya buka ruang ganti baju yanb biasa melaikan seperti ruangan memori. Lorong yang di tepinya dihiasi kolam ikan mas,dan sebuah jalan untuk melewatinya lalu tak lama sampailah di depan pintu terbuat dari kayu cendana. Namun ketika Ifky akan membuka pintu tiba tiba dirinya terdorong ke arah kolam beruntung respon Digo cepat menghentika Ifky yang akan terjatuh.
Sesaat Ifky melupakan hal yang penting. Ia teringat ucapan Digo, bahwa ruangan ini sedikit berbeda dari ruangan yang lain. Ya tentu saja ruangan ini tempat bersemayannya para arwah yang dikubur secara tak layak di hutan temoat tinggalnya Digo.
"Lo nggak apa apa?" Wajah Digo terlihat begitu tegang sehingga membuat kulitnya terlihat pucat.
"I'm fine Digo! BTW penghuni baru ya?" Senyum Ifky kepenjuru ruangan. Niat Ifky memberi salam ke penghuni tersebut walau ia tak melihatnya. Ia tahu jika penghuni biasanya yang menjaga ruangan ini ia akan disambut ramah bahkan dibukakan pintu cendana dan angin yang semilir walupun itu didalam ruangan yang tidak ada alat pendingin ruangan. Tapi kini itu tak lagi karna adanya penjaga baru yang membuat perbedaan menonjol sehingga Ifky peka mengetahuinya.
"Iya tadi malem dia kesini pas gue lagi bersihin nih ruangan,terlihat agresif tapi mungkin sebenarnya enggak," Digo menggaruk rambutnya yang tak gatal.
"Ohh... udah tinggalin aku aja. Aku mau bicara sama dia dulu! Walupun nggak bisa ngeliat gapi kan masih bisa ngerasain," Ifky mendorong Digo keluar.
"Eh gue..." belum Digo selesai bicara pintu sudah tertutup. Digo frustasi apa yang akan terjadi nantinya. Apakah Ifky yang akan baik baik saja menenangkan semua itu atau sebaliknya. Digo hanya bersandar di pintu fokus mendengar dan memantau keadaan didalam,"Ifky anak gila kok pasti baik baik aja, tenang Digo!!"
...____ Di Dalam Ruangan Memori____...
"Hello kamu yang tadi ayo dengeri aku bicara yuk!" Ifky melihat sekeliling apakah arwah tersebut menunjukkan dirinya.
"Gue cerita sambil ganti baju ya! Kalau mau respon terserah mau bentuk gimana,tapi kalo nggak ya nggak apa apa kok santai, " Ifky melepas bajunya dan mengambil baju ganti.
"Jadi gue punya cerita mungkin sedih tapi nggak tau juga heheheheh," Ifky berjalan menuju tempat duduk setelah mengganti baju lalu mengeluarkan ponselnya.
"Dulu gue punya sahabat,dia baik banget. Gue sayang sama dia tapi suatu hari ia pergi nggak tau alasannya kenapa, yang gue benci sampai sekarang adalah dia pergi nggak ada alasan tapi kalau dia nggak mau kasih tau alasaannya kenapa dia pergi didepan mata gue sendiri? Dan itu tepat di hari ulang tahun gue,"Ifky menangis di depan layar yang muncul sebuah foto laki laki yaang terlihat seperti putra mahkota kerajaannya bersama Ifky yang mengenakan gaun dan dikepalanya dihiasi sebuah mahkota putri kerajaan. Difoto itu mereka terlihat bahagia dengan senyuman bersama rakyatnya yang bersorak riuh.
"Gue benci dia saat dia ninggalin gue dia tapi meninggalkan hubungan kita yang masih berjalan sampai sekarang di sebuah cincin yang melingkar dijari manisnya," Ifky mengusap aitmatanya memandangi cincin tersebut.
__ADS_1
"Bahkan sekarangpun gue ketemu dengannya hanya sebatas musuh dan itu menyakitkan bagi gue! Kenapa di garis hidup gue harus tertulis gue melenyapkannya padahal dia itu orang yang berharga buat gue!" Sesak Ifky melipat tangannnya di dada.