Sang Nona Idaman

Sang Nona Idaman
Chapter 7


__ADS_3

"Lo nggak perlu minta maaf, "


"Gue  makasih banget karena lo gue bisa bahagia, karena lo gue bisa ngomong lebih banyak lebih dari sebelum gue kenalan sama lo"


"Jadi stop fake-yourself ,  lo harus ingat diri lo itu ada harganya. Jadi tolong hargai diri lo sendiri, love-yourself, "


Ifkypun hanya tersenyum namun dihatinya mana mungkin ia menerima dirinya sendiri. Baginya menipu dirinya adalah kesehariannya.


"Makasih udah nyemangatin gue, "


Beberapa menit kemudian derap langkah terdengar dan membuat Ifky berdiri bersama Alex.


"Kita pulang,"


Nada yang penuh amarah, dendam yang akan dikeluarkan, siap untuk membuat orang sakit.


"Tapi, ma.., "


"PULANG!"


Alex yang merasakanpun semakin ingin menarik Ifky namun apa daya Ifky masih hak orangtuanya.   


"Oke, Ifky ambil tas dikelas dulu. 15 menit Ifky datang lagi, "


Dengan nada rendah Ifky kembali ke kelas  bersama Alex.


Alex yang menemani derap langkah Ifky merasa akan terjadi sesuatu padanya.


Setelah Ifky mengambil tas. Kini Ifky telah di tempat kedatangan namun ua tak melihat ibunya.


"Pulang?"


  Alex melihat bahwa ia tidak melihat ibu Ifky menunggunya di tempat kedatangan namun menunggunya dirumah.


"Gue anterin nggak? "

__ADS_1


"... "


"Nggak usah gue jalan kaki aja, rumah gue deket kok, "


Alex melotot ke Ifky bagaimana bisa ia membiarkannya jalan sendiri.


"ojek online? Rumah lo dimana? "


"Hp gue mati, terus rumah gue di pusat kota,"


Ifky tersenyum seakan akan itu hal yang kecil.


"gue ambil tas dulu, lo ketaman tunggu gue disana, "


Alex bergegas mengambil tas ia tidak akan membiarkan Ifky pergi sendiri. Bagaimanapun Ifky sudah sangat rapuh hatinya tidak ada yang boleh terjadi padanya.


Setelah sampai dikelas ia beruntung bertemu dengan wali kelasnya.


"Permisi Bu, saya izin pulang dikarenakan ada urusan mendadak apakah boleh saya izin? "


"Terima kasih bu! "


Tanpa membuang waktu Alex pun segera menghampiri Ifky.


"Maaf lama, gue telpon asisten gue bawa mobil, "


Beberapa menit kemudian mereka melihat sebuah mobil berlogo Mercedes.


"Ayo masuk, lo nggak punya waktu lama. 15 menitkan? "


Tanpa aba aba Ifky  naik ke mobil. Alex melihat wajah Ifky sekarang pucat pasi.


Dan tibalah mereka didepan gerbang rumah Ifky.


"Makasih dah nganter gue pulang, "

__ADS_1


"Sama sama, see you"


Ifkypun  tersenyum dan melihat mobil Alex perlahan lahan menghilang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=****\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=****\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Aku pul...."


"Baru sampai, dari mana kamu tadi. Main? Mobil siapa itu? "


"..... "


"JAWAB IFKY!!! "


Bagaimana mungkin Ifky menjawab. Jika ia menjawab sama saja ia membawa Alex kembali bersama masalah lagi. Sudah cukup ia masuk BK karena dirinya.


"Mama kecewa dengan kamu, puas kamu memcemari nama baik kamu! "


"Ma, semua itu buk..., "


Sebuah tamparan yang amat keras diterima Ifky.


"Andai kamu nggak lahir, mama nggak mungkin kayak gini. Dari kecil sampai sekarang kamu hanya menyusahkan diriku. Senang kamu buat saya menderita! "


"Senang kamu buat saya hancur, kamu sama saja dengan ********, sama seperti ayah kamu, "


Ibu Ifky pergi meninggalkan rumah dan mengurung Ifky didalam kamar.


Ifky yang mendengar kata kata dari ibunya membuat dirinya hampir hancur.


Yang hanya ia lakukan menyalahkan dirinya. Namun tidak lama kemudian ia mengambil hpnya  dan ia menekan suatu tombol. Dan beberapa detik kemudian sebuah pintu rahasia kini didepan dirinya.


Ifky masuk dengan dendam, luka, dan emosi yang mengirinya.


 

__ADS_1


__ADS_2