
Sekarang didalam kelas hanya ada mereka bertiga Ifky, Alex, Aliando. Mereka saling membereskan buku.
"If, nanti ada rapat. Lo udah siapin berkas berkasnya belum? "Aliando mendekati Ifky sedangkan Alex hanya melihatnya.
"Oh iya, gw hampir lupa! Tapi udah gw siapin kok berkas berkasnya, emm.., "Ifky memperlihat ekspresi yang akan menyampaikan sesuatu.
"Ada apa? Lo baik baik aja-kan!"rasa khawatir Aliando mulai tumbuh.
"Ada perubahan waktu rapatnya yang semulanya jam 09.00 selama 2 jam diundur menjadi jam 13.00 selama 3 jam, jadi lo bisa nggak. Kalo lo ada urusan gw bisa gantiin lo?"Ifky hanya bisa menunggu jawaban dari Aliando.
"Gw bisa kok, seperti biasa Lo selalu dampingi gw, "Aliando hanya menghembuskan napasnya, "emang kenapa diganti? "
"Gw pengarah adaptasi untuk Alex, selama 2 minggu atau lebih, Li! "Ifky hanya mengemaskan buku-buku dimeja guru untuk segera dikumpulkan.
"Kenapa nggak gw aja? Gw kan ketua! "Aliando hanya menatap tajam Alex.
"Lo udah sibuk jadi ketua. Guru juga memperhatikan murid muridnya. Dan gw lebih flexibel sama Ifky daripada lo yang ada kena SKORS, understand? "Alex hanya menjawab Aliando dari balik punggung nya.
__ADS_1
"pengertian juga lo jadi anak baru, "Aliando hanya memainkan alisnya tanda dia salut dengan Alex, "Gw pergi dulu ada urusan kalian mo habisin waktu istirahat? Nggak dipake? "
Seketika Ifky terkejut melihat jam tangannya sendiri, ternyata waktu istirahat terpotong 15 menit sisa 45 menit lagi bel berbunyi.
"Lex, lo mau beli makanan nggak?" Ifky memberi tanda bahwa Alex boleh makan bersama karena ia masih anak baru.
"Boleh? "Tanya Alex menaikan alisnya.
"Iya, udah cepet ntar keburu masuk lagi. Lo nanti laper malah rengek ke gw. Gw mah oga diemin lo, "keluh Ifky membuat Alex tersenyum lembut.
Mereka kini telah dilantai dasar. Ya disini adalah deretan kelas para senior kelas 9 dan 12.
"Lex, apapun yang nanti lo dengar tolong jangan ikut campur, "Seketika wajah Ifky yang semula penuh senyuman kini berubah menjadi kekhawatiran tepatnya ketakutan.
"Itu pilihan gw dan itu bukan urusan gw, "jawab Alex membuat Ifky hanya tersenyum.
Tidak lama kemudian ia tiba didepan kelas 9-D. Didepan kelas tersebut ada beberapa siswa dan siswi.
__ADS_1
"Eh ada anak caper nih. Bawa siapa tuh? "Sinis Darel sambil berkacak pinggang.
"Oh ini Alex anak baru dari Singapore katanya sih, ish lo belum cukup ya nempel sama Rizky?"Devi berdiri lalu mendorong Ifky.
Alex pun melotot melihat pembullyan tersebut.
"Stop, Please! Kalian yang caper cuman mentang mentang kalian senior atas jangan semena-mena! "Alex melawan para pembully sambil membantu Ifky bangun kembali.
"Semena mena? Kita tuh cuman buat dia nggak lemah kok Alex! "Ucap Darel dengan kata manisnya.
"Iya benar kata Darel, lebih baik lo jangan sama dia, sayang dong cogan kayak lo sama Ifky, "kata Tara mendekati Alex.
"Gw lebih baik sama Ifky daripada sama kalian yang nggak tau diri, dan kata siapa Ifky lemah justru kalian yang lemah para PEMBULLY hanya menindas yang lemah, "Alex pun mulai naik pitam lalu segera menari Ifky untuk meninggalkan tempat tersebut namun dihalang oleh seorang laki laki yang bernama Rizky.
Rizky, Alex, Ifky pun saling berhenti dan saling menatap. Di hati
Ifky terasa sesak baginya diperlakukan seperti ini. Namun berbeda dengan Alex yang melihat muak batang hidung Rizky. Dan rizky hanya menatap sinis dan ingin menghina juga.
__ADS_1