SANG PENDEKAR ABADI

SANG PENDEKAR ABADI
bab, 11


__ADS_3

"Tapak naga" Hong nan berseru, lalu mengalirkan elemen api di kedua telapak tangan nya, setelah elemen api mengalir dan bertumpuk di kedua tangannya....


Whuuush.....


whuuush...


whuuush....


Hong nan mendorong ke atas dan membuat gerakan tangan membentuk tapak naga dengan elemen api, selesai membentuk tapak naga, Hong nan mengalirkan QI dalam jumlah yang sangat banyak.


Disisi sebrang.


Tu bei juga tidak tinggal diam, dia juga membentuk sebuah tapak angin dengan kekuatan yang besar juga selesai membentuk dan mengirimkan QI, Tu bei lepaskan serangan tapak ke arah Hong nan, saat kedua tapak beradu.


Boooom boooom ....


boooom boooom ......


boooom boooom.......


boooom boooom.....


Ledakan lebih dahsyat terjadi dan menggema serta menguncang hutan dengan dahsyat,hutan yang tadinya lebat dengan perpohonan, seketika berubah menjadi tanah gundul dengan banyak kawah besar dan kawah kecil...


Whhuuuus whhuuuus..


Sapuan angin kencang meleset dengan tajam ke berbagai arah dan menghancurkan apa saja dalam radius 4 kilometer.


Patriark sing dan pasukan nya yang berpikir telah selamat dengan jarak 2 kilo meter pun segera melarikan diri, namun banyak dari pasukan yang terkena sayatan angin ekstrim dan menewaskan mereka.


Whush whush


whush whush


whush


Hong nan dan tu bei sama sama terpental kebelakang dengan kecepatan tinggi, lalu menabrak bukit bukit kecil yang ada di belakang mereka dan membuat kawah besar , meski begitu, Hong nan maupun tu bei, keduanya belum mengalami luka dalam, hanya goresan goresan kecil pada tubuh mereka serta baju yang compang camping.


Whush whush whush whush


Hong nan dan tu bei kembali meleset satu sama lain dan melanjutkan pertempuran mereka,kali ini keduanya tidak menahan kekuatan seperti yang tadi, baik Hong nan dan tu bei sama sama menggunakan kekuatan puncak mereka.


"Jiwa pedang"seru Hong nan, lalu kembali mengalir kan elemen api di telapak kanan dan elemen angin di tangan kiri, kemudian menyatukan kedua telapak tangan.


WHHUUUUS whhuuuus whhuuuus


Saat menyatukan kedua elemen yang berbeda, terbentuk badai tornado api dengan ukuran kecil, badai tornado api berukuran kecil itu terus berputar putar di telapak tangan Hong nan.

__ADS_1


Whhuuuus whhuuuus


Hong nan mendorong badai tornado api, kemudian diikuti beberapa gerakan sulit untuk membentuk sebilah pedang dengan ukuran yang sangat besar.


Saat jiwa pedang terbentuk, Hong nan menyuntikkan qi hingga tak tersisa, selesai menyuntikkan qi, Hong nan mengayunkan tangannya ke arah tu bei.


Di sisi sebrang.


"Tapak dewa neraka,"seru tu bei, dia juga menggunakan jurus terkuat yang dimiliki nya, yaitu tapak dewa neraka, selesai mengalir kan elemen gelap di kedua telapak tangan, tu bei mendorong elemen gelap ke atas, lalu diikuti gerakan sulit dan membentuk tapak hitam dengan ukuran besar.


Whush whush


Tapak dewa neraka meleset dengan cepat saat tu bei mengayunkan tangannya kearah hon nan, ketika tapak dewa neraka dan jiwa pedang bertemu dan beradu.


Boooom boooom boooom boooom


Ledakan yang lebih besar lagi terjadi dan mengguncang hutan, guncangan itu dapat dirasakan oleh pasukan aliansi aliran putih.


Saat terjadi ledakan dan guncangan, imbasnya dari ledakan itu semakin membuat hancur hutan tempat Hong nan dan tu bei bertarung,


Patriak sing dan sisa 15 ribu pasukan aliansi yang merasa aman pun kembali melarikan diri kocar-kacir saat melihat sapuan angin yang lebih ekstrim meleset ke arah mereka.


Whush whush


whush whush


Beradu nya dua kekuatan besar itu membuat Hong nan dan tu bei sama sama mengalami luka dalam, namun luka dalam yang dialami Hong nan tidak separah yang di alami oleh tu bei,Hong nan unggul karena dukungan fisik nya serta kepadatan dan qi nya melebihi orang yang ranah kultivasi setahap dengan nya.


"Ukhuk ukhuk"


Tu bei memuntahkan darah dari mulut nya serta tangan kiri nya hancur, tu bei juga merasakan sakit dada dan darah di tubuh nya bergejolak, hingga membuat nya terus menerus memuntahkan darah, bahkan sekedar bangkit dan duduk pun dia tidak mampu lagi.


Di sisi sebrang.


Hong nan juga mengeluarkan darah dari sudut mulut nya, namun luka dalam yang dialami nya tidak parah, hanya luka dalam ringan saja dengan cepat Hong nan menelan pil penyembuhan dan menyerapnya, tidak berapa lama, luka dalam ringan itu segera sembuh.


Hong nan kemudian melayang di udara dan mencari keberadaan tu bei, tidak butuh waktu lama bagi Hong nan untuk menemukan keberadaan tu bei, dimana tu bei tergeletak di dalam dasar kawah besar.


Whhuuuus whhuuuus...


Hong nan meleset turun kebawah, saat tiba di dasar kawah, Hong nan tidak banyak bicara dan mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan, lalu selanjutnya adalah.


Slaash


Kepala tu bei terpenggal,Hong nan tidak ingin melepaskan musuh yang kuat seperti tu bei, dia tahu akan menjadi bumerang di masa depan jika dia lepaskan.


"Lumayan"ucap Hong nan yang mengambil cincin penyimpanan tu bei dan meriksa isinya.

__ADS_1


Hong nan kemudian melompat ke atas dan meleset ke arah barat, entah kenapa Hong nan bisa lupa jika patriark sing dan sisa pasukan aliansi aliran hitam masih ada.


Menjelang sore, Hong nan tiba di hutan tidak jauh dari dari kota mentari, jarak yang ditempuh 3 hari dengan menggunakan kuda, Hong nan hanya menempuhnya beberapa jam dengan terbang.


Setelah mendarat, Hong nan berjalan dengan santai ke arah gerbang kota, sementara banyak pasukan aliansi aliran putih dan pasukan Kekaisaran berjaga di depan gerbang dengan senjata lengkap.


Tidak butuh waktu lama bagi Hong nan untuk tiba di depan gerbang, saat berada di depan gerbang, tidak ada satupun prajurit yang menahan atau menghentikan langkah Hong nan, sehingga Hong nan terus melangkah masuk ke dalam kota.


Namun ketika dia akan memasuki gerbang kota, 31 pria paruh baya keluar gerbang dan menyapa Hong nan dengan sangat hormat, salah satu dari 31 pria paruh baya berdiri mematung dan mulut terbuka.


Lalu Hong nan pun berlutut di depan pria paruh baya yang berdiri mematung


Terima lah hormat nan'er ayah "Hong nan berlutut memberi hormat kepada Hong feng ayah nya.


"Aaapaaa......kaaaamuuuu.......


Nan'er anakku" ucap Hong feng sambil memegang kedua bahu Hong nan dan meraba muka anak semata wayang nya.


Iya ayah aku Hong nan anak mu yang tidak berbakti ayah jawab Hong nan yang masih bersujud di kaki Hong feng.


Bangun lah nan'er "ucap ayah nya


Lalu semua orang memberi hormat


"Tuan muda"para patriark dan jenderal besar Kekaisaran menangkup kan tangan dengan hormat.


Hong nan yang tidak tahu menahu judul lagu, hanya bisa diam mengerutkan kening, dia bingung kenapa mereka bersikap seperti itu, Hong nan tidak tahu jika saat aksinya membantai pasukan aliansi aliran hitam dan bertarung melawan tu bei, ada mata mata aliansi yang melihat nya.


Mata mata itu kemudian kembali dan melaporkan apa yang dilihat nya, saat sebelum nya Hong nan keluar dari hutan, mata mata itu mengenal Hong nan dan melaporkan jika pemuda yang di maksud adalah pemuda yang sedang berjalan ke arah mereka.


Dan yang lebih mengejutkan semua pasukan aliansi aliran putih sesosok pemuda itu adalah tuan muda klan Hong tepatnya anak dari patriark Hong feng.


Maka dari itu lah para patriark dan jenderal besar Kekaisaran menyambut nya.


"Maaf ayah dan para senior semua!ada apa ini?"Hong nan bertanya dengan kebingungan.


'" masuk lah dulu nan'er! Nanti ayah dan para patriark dan jenderal akan menjelaskan semuanya di dalam"patriark Hong feng menjawab.


"Baik lah ayah dan senior senior, mari" Hong nan setuju masuk ke dalam, lalu dia ayahnya dan patriark serta para jenderal pergi ke aula pertemuan,


Beberapa menit kemudian, mereka tiba di istana kota dan pergi ke aula pertemuan.


"Bisa ayah dan para senior menjelaskan apa yang terjadi?"Hong nan masih penasaran dengan keramahan para patriark dan jenderal besar Kekaisaran itu,


" begini tuan muda Hong nan'"ucap patriark shen, lalu dia mulai menjelaskan alasan kenapa mereka bersikap ramah.


Hong nan akhirnya mengerti kenapa mereka bersikap ramah dan sopan padanya, ternyata mereka tahu apa yang dilakukan nya pada pasukan aliansi aliran hitam dan tu bei.

__ADS_1


__ADS_2