SANG PENDEKAR ABADI

SANG PENDEKAR ABADI
bab, 17


__ADS_3

*karena kecerobohan mu sendiri, kamu hampir kehilangan nyawa,tidak ada yang melarang kamu untuk meningkatkan kekuatan, tapi kamu juga harus tahu akan batasannya, dengan memaksa kan diri untuk meningkatkan kekuatan dengan pondasi kultivasi yang lemah, sama saja dengan kamu mengali kuburan sendiri, lain kali berpikir dengan baik sebelum meningkatkan kekuatan mu, "tetua wang mengatakan apa yang terjadi pada diri nya..


" Terima kasih Tetua wang, " ucap tulus Hong nan dan mengganggu kepalanya..


Kraaak".


Tiba tiba suara pintu terbuka, lalu muncul dua orang masuk ke dalam, yang mana kedua orang itu adalah tang dan peng..


"Mereka yang membawa mu kesini,"ucap tetua wang menatap peng dan tang.


" aku ucapkan terima kasih pada saudara berdua, jika bukan karena saudara berdua, mungkin saja aku sudah mati,"hong nan menangkup kan tangan dengan hormat.


Tidak perlu sungkan saudara! Kami hanya melakukan apa yang menjadi kewajiban kita sesama makhluk hidup, balas peng yang juga menangkup kan tangan.


"Siapa nama saudara?tang bertanya.


Namaku hong nan saudara,jawab hong nan.,


Aku jun tang dan ini saudara kin peng," balas jun tang juga menyebutkan nama keduanya....


" sekali lagi aku ucapkan Terima kasih karena saudara peng dan saudara tang telah menolong ku.


Setelah mengobrol beberapa saat,dengan peng dan tang serta tetua wang" hong nan hendak berpamitan.


"Baik lah tetua, saudara tang dan saudara peng, aku harus melanjutkan perjalanan ku!" hong nan ingin meninggalkan sekte..


"Tetua wang" peng memanggil, dia ingin tetua wang menahan hong nan lebih lama lagi.


"Oh iya hong nan, dua minggu lagi akan di adakan turnamen antar sekte, turnamen itu diadakan di sebuah dunia kecil, di dunia kecil itu ada banyak sumber daya tingkat tinggi yang bisa di ambil,saat ini kami kekurangan murid yang mengikuti turnamen itu,maukah kamu menjadi salah satu peserta turnamen ini,?"tetua wang berkata dan mengerti panggilan murid peng.


Selain mengerti panggilan murid peng, tetua wang juga tahu hong nan akan tertarik dengan turnamen itu, karena ada banyak sumber daya, disana ada banyak sumber daya tingkat tinggi yang bisa hong nan dapat kan..


"Turnamen antar sekte?" hong nan agak sedikit tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang turnamen itu..


Benar hong nan, dua minggu lagi akan di adakan turnamen antar sekte, yang mengikuti itu hanya murid yang memiliki kultivasi dewa suci kebawah dan usia kurang dari 100 tahun, sementara kami hanya memiliki 50 murid yang mampu menembus dewa suci di usia itu,"jawab tetua wang..


"Hemm... Seperti nya aku tertarik dengan turnamen yang tetua wang katakan, tapi apa patriark sekte mau menerima ku untuk mengikuti turnamen?"hong nan setuju mengikuti turnamen itu, jika benar apa yang dikatakan oleh tetua wang, maka dia akan mendapatkan sumber daya tingkat tinggi di dunia kecil itu, namun dia ragu patriark sekte akan mengizinkannya.

__ADS_1


"Aku yang akan berbicara dengan patriark, kamu tenang saja," balas tetua wang percaya diri dapat persetujuan dari patriark sekte, dengan bergabung nya hong nan, tetua wang yakin sekte ELANG EMAS menjadi juara dalam turnamen itu.


Baiklah jika tetua wang mau membicarakan dengan patriark, aku akan bergabung dengan sekte elang emas," hong nan mengangguk kepala.


Tetua wang lalu keluar dan pergi ke aula pertemuan, sementara peng dan tang mengajak hong nan ke tempat tinggal mereka, saat ketiganya melewati lapangan latihan sekte, para gadis gadis muda bersorak saat melihat ketampanan hong nan dengan penuh kekaguman...


Namun berbeda dengan para murid laki laki, mereka sangat iri dan cemburu melihat hong nan di soraki para murid perempuan, bahkan tuan muda sekaligus seorang jenius sekte tidak Terima dengan ketenaran yang direbut oleh hong nan...


"Jun tang, kin peng, siapa pemuda kampung itu?" tuan muda sekte atau biasanya di kenal nama tuan muda huang sangat cemburu dan murka.


"Tuan muda ini saudara Nan"kin peng menjawab dengan menundukkan kepala, begitu juga dengan jun tang, keduanya tidak berani menatap tuan muda huang.


"Kenapa kalian membawa masuk orang asing ke sekte, hah?"tuan muda huang membentak keduanya.


"Ti-tidak tu-tuan muda!" Kin peng menjawab dengan gugup...


"Tidak? Lalu itu apa, hah? Usir dia dari sini! Atau aku akan menyeretnya keluar? "entah kenapa tuan muda huang semakin murka..


"Plaaak"


Tiba tiba sebuah tamparan keras menghantam pipi kanan tuan muda huang membuat nya terhuyung huyung ke tanah, semua orang selain hong nan langsung menundukkan kepala.


"Siapa yang berani mengusir tamu ku, hah? Jika dia mau, hanya dengan lambaian tangan nya, kamu bisa mati, paham?" patriark sekte Xuan wei menatap tajam putra semata wayang nya itu..


"Tuan muda, maafkan kesalahan putra ku yang tidak tahu diri itu!" patriark Xuan wei berkata dengan ramah, tidak lupa dia juga menangkup kan tangannya dengan hormat.


Setelah tetua wang bertemu dengan patriark dan para tetua sekte, tetua wang meninggi ninggi kan hong nan, karena itulah patriark Xuan wei sangat menghormati hong nan, dengan kekuatan yang hong nan miliki, tentu saja nama sekte elang emas akan tenar.


"Tidak apa apa patriark! Aku bisa mengerti," hong nan menangkup kan tangan dan tersenyum.


"Bisa kita bicara sebentar? ' tanya patriark Xuan wei kepada hong nan.


"Suatu kehormatan bisa berbicara dengan patriark, " jawab hong nan.


Hong nan kemudian mengikuti patriark Xuan wei dan para tetua ke aula pertemuan, tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk tiba di sana, setelah mereka tiba di aula pertemuan, hong nan di persilahkan duduk di kursi tamu kehormatan.


Meski tetua wang telah menjelaskan kekuatan yang dimiliki hong nan, namun tetua pertama tidak percaya begitu saja , tidak mungkin seorang pemuda yang berumur 17 tahun bisa memiliki kekuatan sebesar itu, seperti yang di cerita kan tetua wang.

__ADS_1


"Maaf patriark! Aku ragu dengan cerita tetua kedua mengenai kekuatan pemuda ini, "tetua pertama mengutarakan ketidakpercayaan nya.


"Maksud tetua pertama? " patriark Xuan wei sambil mengerutkan keningnya.


Aku ingin mengetes kemampuannya, sangat tidak mungkin pemuda seusia nya memiliki kultivasi dewa suci tahap awal, karena itulah aku ingin menguji kemampuan nya! "Jawab sang tetua pertama tidak percaya...


" tetua "suara patriark terpotong oleh suara hong nan.


"Tidak masalah patriark! Aku menerima tantangan dari tetua, "hong nan memotong ucapan patriark Xuan wei..


Meski berstatus sebagai tetua, namun tetua pertama hanya memiliki kultivasi yang sama dengan hong nan, yaitu dewa suci tahap menengah, karena itulah hong nan tidak keberatan bertarung dengan tetua pertama, atau lebih tepatnya hong nan ingin memberikan pelajaran untuk tetua pertama.


"Tuan muda, " patriark Xuan wei merasa tidak nyaman.


"Tidak ada yang perlu di khawatir kan patriark! Aku pasti akan baik baik saja, "hong nan mencoba menyakinkan patriark Xuan wei...


" bagaimana tetua? Apa tetua sudah siap, " ucap hong nan menoleh dan tersenyum..


"Aku sudah siap, "jawab tetua pertama penuh keyakinan dan percaya diri....


Wuuussh....


Boooomm......


Selesai tetua pertama menjawab, hong nan langsung meleset ke arah tetua pertama,dan langsung menangkap serta membanting tetua pertama ke lantai aula, kecepatan yang di perlihatkan oleh hong nan itu, baik patriark dan para tetua terperangah serta mulut terbuka, mereka semua tidak ada yang tahu sejak kapan hong nan meninggalkan kursinya dan membanting tetua pertama...


"Bagaimana tetua? "Hong nan tersenyum simpul melihat tetua pertama sedang menyeka darah yang mengalir dari bibir nya...


Tetua pertama dengan perasaan malu yang tidak bisa di ungkapkan serta tersenyum kecut, berlatih dan meningkatkan kekuatan selama ratusan tahun, namun tidak menyadari ada sebuah serangan


Yang datang ke arahnya....


Beruntung itu hanya uji coba kemampuan, jika pertarungan hidup dan mati, tentu saja tetua pertama sudah mati, karena tidak mungkin bagi hong nan mau melepaskan nya begitu saja setelah di banting.


" aku kalah, '' tetua pertama menjawab dengan rasa malu sampai ke ubun ubun...


"Terima kasih tetua memberiku kesempatan untuk menang!"hong nan sambil menangkup kan tangan..

__ADS_1


Baik patriark dan para tetua tersenyum mendengar ucapan hong nan, bagaimana tidak hong nan mengatakan bahwa tetua pertama memberi nya kesempatan untuk menang?.


__ADS_2