
Hari Rabu, pukul 23.30 tanggal 14 Oktober 2020, Jalan Rostin kilometer 15, sebelah utara Kota Eduria. Terdengar suara anjing yang menggonggong berulang kali di tengah kesunyian.
Namun....
"Arrgghhhh!!" Terdengar suara teriakan dari sebuah gang yang memecahkan suasana sunyi menjadi mencekam. Di jalan setapak ada seorang pria yang tengah berjalan di tengah malam sambil mendengarkan lagu dengan handsfree di telinganya.
Kemudian....
"Arrggghhhhhh!!!" Suara teriakan itu menjadi lebih keras dari yang pertama dan seketika pria itu melepaskan handsfreenya. Lalu, meletakkan telapak tangan kirinya di belakang telinganya kirinya sembari mendengarkan suara yang menggangu pria itu. Seketika suara itu pun menghilang dan tak terdengar lagi dan pria tersebut memakai handsfreenya kembali kemudian melanjutkan perjalanannya.
Dia berjalan dengan pelan ke tujuannya sampai tepat ketika ia berada di depan jalan masuk sebuah gang terdengar....
"Hahahahaha" Terdengar suara tertawa dari seseorang dari dalam sana dan setelahnya orang itu perlahan tersenyum. Lalu, orang yang berdiri itu berlari pergi dari gang dan tak sengaja menabrak pria yang menggunakan handspree hingga terjatuh.
"Woyyy!! Mbak tunggu!!" Ujar pria yang tengah terjatuh.
"Ngpain dah ada orang aneh di tengah malam begini, mana gelap lagi di sana?" Ungkap pria itu sambil menggosokkan tangan ke kepalanya, kemudian pria itu berkata.
"Malah jadi kepo ngpain itu orang"
Dia pun perlahan-lahan masuk ke dalam gang itu dan ia tidak bisa melihat apapun. Ketika dia tengah berjalan perlahan, tiba-tiba ia merasakan ada sesuatu yang menyentuh kakinya. Ia panik, bergegas mencari tombol untuk menghidupkan senter yang terdapat di hpnya.
Kemudian....
Ia melihat ada sebuah tempat sampah besar yang bersandar pada tembok di gang.
"Huhhhh" Pria itu menghela nafas lega karena itu bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Tiba-tiba terdengar suara tikus tepat dari arah depan pria tersebut dan seketika pria itu mengarahkan senter miliknya ke arah suara. Pada saat ia mengarahkannya seketika pria itu terjatuh dan terkejut karena melihat ada seorang pria yang terbaring duduk dengan mulutnya yang terus mengeluarkan darah segar.
"Arghhh!!" Pria yang melihat kejadian itu berteriak dan bergegas bangun lalu berlari sekencang mungkin menjauh dari gang berdarah tersebut.
Keesokan harinya, Kamis, pukul 08.00 tanggal 15 Oktober 2020. Banyak polisi berkerumun mengelilingi tempat sesosok mayat yang ada di gang kemarin. Beberapa polisi kemudian bergegas menutup tempat itu dengan garis polisi. Polisi itu berusaha menahan wartawan dan warga sekitar yang penasaran atas apa yang sebenarnya terjadi.
Selang beberapa menit muncul sebuah mobil polisi yang di dalamnya terdapat seorang pria yang nampak bukan seperti polisi biasa. Polisi itu keluar dari bagian kursi penumpang dengan seorang polisi lainnya. Polisi yang keluar bersamanya berkata.
__ADS_1
"Lewat sni Pak Radi" Sambil mengarahkan tangannya ke gang tempat terdapatnya mayat.
"Woyyy anak baru tunjukin apa rasa sopan kepada ketua polisi divisi kriminal" Ungkap seorang polisi yang berada di bagian kemudi.
"Tidak apa-apa pak maklum namanya jg anak baru" Ujar ketua polisi itu dan setelahnya tersenyum ke anak baru.
Ia bernama Radi Senay, umur 21 tahun,
ketua polisi divisi kriminal yang sudah banyak memecahkan kasus kejahatan sebelumnya, ia disegani polisi lain karena skillnya dalam menganalisis dan mengungkap kasus.
Setelahnya ia memegang pundak si anak baru dan bergegas pergi menuju tempat kejadian. Di saat ia tiba di depan gang, para polisi yang tengah berjaga menyingkir dari jalan masuk gang lalu menundukkan kepala, mempersilahkan Radi untuk masuk ke dalam. Radi masuk perlahan lantas berkata dengan nada tegas kepada polisi lainnya.
"Selamat pagi semua, apa yang sudah kalian temukan di sana?"
"Kami menyimpulkan bahwa pria ini sudah tidak bernyawa diperkirakan pukul 23.00, sesuai keterangan dari saksi kunci di lokasi kejadian" Ujar salah satu polisi
Radi mendekati mayat lalu melihat dan menyentuh kulit dari mayat lantas ia menentang pernyataan para polisi dengan tegas
23.30 - 23.40"
"Tapi pak ketua...." Ujar salah satu polisi yang memotong pembicaraannya, seketika Radi mengangkat tangannya sebahu dengan wajah yang serius. Polisi yang menyela seketika terdiam dan tidak lanjut berbicara.
"Karena jika pria ini sudah kehilangan nyawanya dari jam 23.00, maka jika di hitung dari waktu skrg, maka waktu kematiannya sudah 9 jam lebih 10 menit. Jika benar demikian, mayat seharusnya sudah berkulit pucat tapi terbukti bahwa mayat hanya kaku total dan hal tersebut menunjukkan bahwa mayat meninggal setelah jam 23.00 yaitu sekitar jam 23.30 - 23.45" Ungkap Radi dengan wajah seriusnya.
Kemudian polisi yang lain mendekati dengan membawa beberapa kantong bukti yang lantas di tunjukkan kepada Radi.
"Kami menemukan sebuah pisau yang kami yakini terdapat noda darah dan potongan kuku dari mayat korban" Ujar polisi yang menunjukkan bukti.
Kemudian Radi mengeluarkan sebuah buku memo dan berkata.
"Mayat diketahui bernama Rulan Leman umur sekitar 21-23 tahun, pengangguran, diketahui meninggal pada hari Kamis tanggal 14 Oktober 2020 antara pukul 23.30 - 23.45" Lantas Radi menutup bukunya dan tetap melanjutkan pembicaraannya.
"Diliat dari tubuh korban bahwa terdapat lupa tusukan di bagian hati yang diperkirakan menjadi penyebabnya meninggal, menurut bukti yang terdapat di TKP dapat disimpulkan dari potongan kuku bahwa korban sempat membela diri sebelum ia tertusuk, jadi disimpulkan bahwa korban dibunuh"
__ADS_1
Setelah itu Radi berbalik badan dan perlahan keluar dari TKP. Namun ketika ia baru jalan beberapa langkah, ia seketika berhenti.
"Jangan lupa bawa pisau itu ke tim forensik mungkin saja kita langsung bisa menemukan pelaku nya dari sidik jari yang ada disitu, jadi ingat jangan asal menyentuhnya" Ungkap Radi.
Seketika para polisi di TKP menundukkan kepala mereka dan berkata.
"Baik pak ketua" lantas Radi pergi meninggalkan tempat kejadian perkara dan langsung masuk ke dalam mobil polisi yang ia gunakan.
"Sudah selesai pak ketua?" Ujar polisi yang menjadi supirnya.
"Berangkat" Ujar Radi
Radi meninggalkan TKP. Disaat yang bersamaan ada seorang polisi yang tiba-tiba berbalik badan, berjalan keluar dari TKP. Polisi itu di tegur oleh salah seorang polisi lainnya yang melihat ada yang ingin keluar tanpa ijin.
"Wooyyy, mau kemana dah? Udh tau kita lagi bertugas, apa mau di pecat oleh pak ketua?" Ujar polisi yang menegur dengan nada sedang.
"Maaf gua cuma mau keluar nyari udara seger, gua udah sesek, ijin dulu ya pak sebentar aja" Ujar polisi itu sambil terengah-engah karena kesulitan bernafas.
"Baiklah cepetan balik harus segera selesai ni tugas " Ujar polisi dengan suara yang malas.
"Siap pak" Ujar polisi itu, segera ia pergi menuju keluar dari TKP
Pada saat ia sudah di luar TKP, ia menoleh ke sekeliling sampe di rasa tidak ada yang memperhatikannya. Setelahnya ia pergi ke sebuah bangunan tua. Ia perlahan membuka setelan polisinya sambil menghela nafas panjang
"Huhhhh, nyaris aja orang-orang bodo itu mengetahui penyamaran gua" Ujar polisi ini dengan wajah yang malas
Setelah semua setelan polisinya terlepas, ternyata ia bukan seorang laki-laki melainkan seorang perempuan yang tengah menyamar.
"Kalo sampe gua ketauan, nama gua bukan lagi Rila, namun sayangnya gua terlalu cerdas , hahahaha" Ujar perempuan yang tertawa itu
Namanya Rila Rinama, umur 20 tahun, seorang mahasiswi cantik di sebuah kampus akting di Kota Eduria, dikenal di kalangan temannya sebagai wanita yang aneh namun setia.
*Segitu dulu ceritanya untuk episode 1. Bagi para pembaca yang punya kritik atau saran, silahkan ditulis di komentar ya, author akan membaca masukan kalian untuk kedepannya bisa membuat pengalaman membaca kalian menjadi memuaskan, maklum namanya juga baru buat beginian, wkwkwkwk, salam hangat and have a nice day*
__ADS_1