
Seperti halnya senja, kadang dianggap indah, kadang juga tak dianggap keberadaannya.
Aku tau hidupku adalah jalan ceritaku,aku tak mungkin lari dari setiap takdir yg telah terukir,
Namun, salahkah jika hati memberontak??Meronta??marah??Egois??Ataupun Meminta Hak yg seharusnya aku dapatkan???
Aku, Maheswara Lyra Altha
Entah sejak kapan aku membenci nama kecil ku,"Swara"
Nama yg indah bermakna nada, begitu banyak nya kenestapaan membuatku tak ingi mendengar siapapun memanggil ku dengan nama itu.
Terlalu banyak luka,kecewa dan harapan.
Namun tak ada satupun yang pernah aku dapatkan,
Tak akan ada satupun yang memahami cerita dalam hidupku, seringkali orang-orang menganggap aku menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan.
Namun, tak ada tempat bercerita selain buku diari.
Yha benda itu yg menjadi keluh kesahku dari setiap hal yang terjadi dalam hariku,
Cinta?? Aku tak perduli dengan kata itu?? aku sudah cukup menderita,
Kasih sayang ?? Apa yg aku dapatkan?? tidak ada??
Jika kebanyakan Ibu memberi seribu sayangnya pada anak, maka tidak untuk ku.
Aku Lyra,
Ini kisah prjalanan hidupku, mencari kenyamanan dari kata CINTA dan menemukan arti serta Rasa KASIH SAYANG yang belum pernah aku rasakan seutuhnya
jika Ibu akan menjadi Tombak dalam setiap langkah Putrinya, maka tidak untuk aku?! .....
Dibedakan, di anggap sebelah mata, menjadi hal biasa untuk ku.
Iya!. aku telah menjalani hari-hari getir ini sejak usia satu hari.
☔︎︎☔︎︎☔︎︎☔︎︎☔︎︎
Semilir angin di sore hari, seakan begitu syahdu, menyapu ombak, menerbangkan dedeaunan yang berserakan.
Ingin rasanya aku terbang, merasakan kelembutan dari nya. seperti biasa, aku berjalan menyusuri setiap trotoar jalanan,
Hembusan angin menyapa kulit ku, menggoda rambut panjangku, rok selutut yang aku pakai ikut berkubar karena nya.
namun aku tidak perduli akan hal itu, aku menikmati setiap momen yang aku rasakan saat ini.
Aku terus melangkah, sedang jari jemariku sibuk pada layar ponsel ku , tidak ada sesuatu yang penting, hanya Scroll, Scroll, dan Scroll.
Ku perhatikan sekeliling ku, ada banyak pemuda-pemudi yang berpacaran, bergandengan tangan, bergelayut manja, menyender bahkan mengucap kata manis tanpa malu.
Aku tersenyum melihatnya, Iri? Iya. karena aku tidak seberuntung mereka.
Hari semakin petang, senja semakin menghilang, aku tetap disini dan enggan untuk pulang.
Ciiiiiiiiiiiiiiitttttttttttttt..
Aku mendengar dengan jelas, seseorang menginjak remaja mobil nya kuat-kuat, namun sebelum aku menghindar, mobil bagian depannya sudah menabrak ku lebih dulu
Brukkkk.....
__ADS_1
Pandanganku gelap, aku tidak sadarkan diri.
_
Beberapa menit kemudian
Aku membuka mataku perlahan, mengedarkan pandangan ke setiap sudut yg aku lihat
Asing memang, ini bukan kamarku,Jelas bukan!. selimut ini ?Uuh ini bukan milikku. aku terus menyapu setiap ruangan yg aku tempati sekarang,
"Dimana aku? " Lirih ku
"Aduh, kepala ku pusing sekali" Aku memegang pelipis ku yang rasanya berdenyut
Aku melihat dengan seksama ruangan ini, kamar serba silver, dengan aksen dark aesthetic, jelas ini bukan kamarku, melainkan ini kamar seorang laki-laki.
Belum sempat aku menyimpulkan mengapa aku bisa di sini, Tiba-tiba saja aku di kejutkan dengan seorang laki-laki yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian bawahnya.
"Aaaaaaaaa" Teriakku histeris.
"Kau.. kau siapa?? qpa yg kau lakukan pada ku?? jangan bilang kau.. ??? Tidaaaaaakkkk..."
Aku histeris sendiri, bagaimana tidak, aku masih ingat dengan jelas, sore tadi aku di taman menikmati senja, lalu sekarang? aku di kamar bersama seorang pemuda yang tidak aku kenali.
Apa aku di culik?
Apa dia baru saja melakukan hal-hal senonoh pada ku?
"Ssssttt" Sontak laki-laki itu membekap mulutku dengan panik, aku memberontak ketakutan.
"Jangan berteriak, kau akan membuat ku gila nanti, tenanglah, jangan berisik!! "
Mendengar perintahnya, bukannya diam, aku malah semakin histeris ketakutan.
Apa dia benar-benar menculik ku?
"Apaaa... ?? Toloooooong... kau gilaa..?? Apa yg kau lakukan pada ku..."
Aku semakin ketakutan, karena laki-laki itu tak kunjung menjauh, aku menarik selimut tebal untuk menutupi seluruh tubuh ku.
"Kau Gilaaa, menjauhlah dari ku..."
Aku kian memberontak ketika dia berusaha menutup mulutku, terlihat jelas sekali kalau sorot matanya panik, sedang aku menatap sorot mata nya penuh takut.
Bagaimana pun, aku perempuan dan dia laki-laki?.
Sudah pasti dia punya niat jahat dengan membawa ku ke kamar nya dengan cara seperti ini.
Aku berusaha mengeluarkan suara di antara sekapan tangannya di mulutku.
"Awww.. "
Sengaja aku menggigit telapak tangannya, membuat laki-laki itu menjerit kesakitan dan mengibaskan-ngibaskan tangannya
"Apa kau gila ?? Ini tangan, bukan makanan,main gigit sembarangan.." Dia menatap ku dengan tajam,
"Apa yg telah kau lakukan pada ku haah?? kenapa aku bisa disini?? Jangan bilang kau?? Kau mencuri kesempatan dari ku?? "
Laki-laki itu diam, seakan mencerna kata-kataku, namun tatapan tajamnya tidak lepas dari sorot mata ku.
Dasar laki-laki mesum!.
__ADS_1
"Ayo jawab...!!" Aku menodongkan gunting yang aku ambil dengan cepat dari meja di sebelahku, aksiku itu berhasil membuatnya mundur.
"Tunggu dulu" katanya berjalan mendekat ke arahku, dengan cepat meraih gunting itu dari tanganku kemudian melemparkannya ke lantai.
"Apa kau tidak ingat kejadian tadi sore??" Tanya nya menatapku dengan serius, aku linglung.
"Kejadian apa?? Jangan bilang Anda? "
Pertanyaannya ambigu menurutku, dengan kejadian yang aku lihat saat ini sudah pasti pikiranku akan tertuju kesana bukan?
"Apa ..? Kau pikir aku melakukan apa pada mu ,Hah? " Kali ini dia malah menatapku tak terima dengan tuduhan ku
"Yang benar saja?? Kalo aku mau juga pilih-pilih orang, dasar mesum.."
Ucap pemuda itu mengambil pakaian dalam lemari kemudian berlalu mengganti pakaiannya.
"Jangan salahkan aku berpikur bgitu?? kau tiba-tiba muncul dengan keadaan yg memalukan? " Aku berteriak karena seakan aku yang di salahkan,.
Laki-laki itu kembali muncul dengan pakaian lengkap kali ini.
"Mana aku tau kalau kau akan sadar, aku sudah menunggu mu siuman lebih dari tiga puluh menit" Celoteh nya mengintrupsi ku.
"Pingsan??"
Aku terdiam, mencoba mengigat sesuatu.
"Oh aku ingat, kau menabraku kan?" Aku menunjuk nya dengan tatapan sinis
"Ya kau pingsan ,aku terpaksa menabrak mu, kau jalan meleng, dan sekaang kau mau menyalahkanku karna kecelakaan tadi?" Omel nya lagi..
"Terpaksa menabrakk?"
"Kau sudah menabrak ku tidak minta maaf, malah mengatakan itu"
Baru saja aku ingin menyemprotnya dengan kata-kata tajam, dia menghampiriku dengan segelas air putih
"Kau minum saja dulu" katanya seraya menyodorkan segelas air putih itu pada ku, namun aku tidak langsung mengambilnya , siapa tau dia memberi obat bius di dalamnya kan?.
"Kau tenang saja.. , aku tidak mencampurkan apapun dalam minum ini" katanya kemudian.
"Kau ini?? Apa pikiranmu selalu kotor hah.." Ucapnya begitu aku menerima gelas itu.
"Wajar saja jika aku berpikir begitu, dasar bodoh.." Haus sangat, aku meneguk habis minuman itu tanpa sisa setetes pun.
"Aku Arsenio Arkan, kau bisa memanggilku Arkan" Katanya memperkenalkan diri,
"Aku tidak tanyaa...??" Kataku abai, bodo amat dengan namanya, toh aku tidak berminat berkenalan
"Antarkan aku pulang...??" Aku mengangsurkan gelas kosong padanya,
"Kenapa harus aku..??" Dia mengernyitkan alis, bingung.
"Dasar bodhoh.kau yang menabrakku, ayo cepat! " Aku meraih ponselku di meja, kemudian berjalan lebih dulu
"Dasar kucing liarr!"
Aku mendengar gerutunya, namun aku tidak perduli, aku tetap berjalan lebih dulu, seakan tau setiap sudut rumah ini :D
"Terimakasih untuk kamu yang aku temui hari ini, setidaknya aku lupa tentang kehidupanku untuk sesaat, "
☔︎︎☔︎︎☔︎︎
__ADS_1