
"Ini jam tujuh atau jam sepuluh sih, terik banget matahari nya!!"
Aku meraih ponselku, semalam aku kerja lembur bagai kuda, jadi hari ini tidurku terlalu lelap.
Mataku terbuka sempurna karena ponselku menunjukan pukul delapan lima menit,
"ASTAGAAAA!!!" Aku langsung beringsut ke kamar mandi, yang biasanya mandi lama-lama hari ini banyak bagian yang aku skip. :D
"Ayo-ayo cepet, telat nanti" Aku memakai celana panjangku seraya berjalan, kemudian aku meraih sepatu dengan asal-asalan.
Entah seperti apa penampilan ku kali ini, aku tidak perduli, yang jelas aku harus sampai kampus tepat waktu karena hari ini ada jam nya dosen killer.
Aku berlari menuruni tangga dengan tenaga penuh, namun tiba-tiba langkah ku spontan terhenti.
Aku melihat seseorang yang beberapa waktu lalu adu mulut denganku di restoran Veer, kini tengah duduk dengan santai nya di ruang tamu.
Meskipun aku baru melihat bagian punggungnya, aku yakin betul kalau dia pemuda yang waktu itu.
"Astaga, dia ngapain di sini?," Mataku bermonolog sendiri,
"Nggak mungkin dong, dia ke sini nyariin aku karena perkara beberapa hari lalu?" Kaki ku melangkah perlahan menuruni anakan tangga yang tinggal beberapa.
Aku berjalan seraya mengendap-endap, berharap sampai di luar rumah dengan selamat tanpa harus bersitatap dengan dia.
"Lyra!!" Aku menggigit bibir - Cemas.
"Mampus!!. ini lagi satu, kenapa harus manggil segala sih" Geram ku dalam hati.
Karena panggilan Sera, dia menoleh, sialnya, pandanganku dengan nya malah beradu, dia buru-buru bangkit dari duduknya.
"KAUUU!!" Dia menunjukku dengan tatapan tajam, seolah-olah aku harus di hancurkan detik itu
Sera memandang pemuda itu dengan bingung, "Kalian kenal?" Tanya nya mengarah padaku dan dia
"Iya," Jawabannya terdengar emosi
"Dia siapanya lo, ser?" Kali ini giliran dia bertanya pada sera
"Dia adik gue sen, namanya Lyra!!" Kata Sera memperkenalkan diri ku
Oh, Ayolah, aku sudah mati kutu kenapa pake acara menyebutkan nama ku segala, dasar Sera!!.
"Modelan kayak dia jadi adik lo?, perbandingan sepuluh banding seratus!!" Katanya, aku yang memang mudah emosi, jadi tersulut mendengar nya.
"Eh, eh, maksut lo apa??, mau ngajakin ribut?" Tantang ku tak terima, perasaan malu yang tadi nya memenuhi pikiranku kini menghilang seketika.
"Lo itu emang dasarnya suka cari ribut, ya?" Aku melotot,
"Nyari ribut gimana?" Tanya Sera penasaran.
Aku diam,
__ADS_1
"Tenang saja sue nggk bakal nampar lo,jadi lo nggk usah tegang!!" Kata nya seakan tau apa yang aku pikir kan.
Aku melirik Sera yang seakan kebingungan mendengarkan perdebatan ku dengan Arsen,
"Apa Sen? Menampar?, memangnya kalian berdua ada masalah apa sih?"
"Beberapa waktu lalu gue makan di restoran, - "
Mampus kuadrat, kalau sampai dia mengatakan aku menjadi karyawan di restoran itu, Sera akan menginterogasi ku jilid dua.
Buru-buru aku memotong perkataannya.
"Itu kan cuma salah paham" Potong ku cepat,
Arsen menoleh padaku,
"Wajar saja jika saat itu gue nampar lo, kata-kata lo itu ambigu,!!" Elakku tetap tidak mau di salahkan.
"Lo gila yaa!!, lo yang gagal memahami kata-kata gue," Bantah nya, semakin membuat Sera kebingungan.
"Halah, masih untung nggak gue smekdown," Jawabku berlalu pergi,
"Maafin adik gue ya, sen, dia emang gitu, tapi aslinya baik kok, lemah lembut!"
Aku mendengar Sera mengatakan itu pada Arsen, namun aku tetap enggan menanggapi.
"LYRAA, SEENGGAKNYA KAU HARUS MENGATAKAN MAAF LEBIH DULU KE ARSEN,!!" Aku mendengar Sera berteriak, namun aku tetap abai,
_
☔︎︎
Pukul sembilan kurang dua puluh lima menit aku sampai di kampus, telat sudah pasti.
Ku langkahkan kaki takut-takut menuju kelas, yang ada di pikiranku sekarang adalah wajah pak burhan yang berkumis tebal dengan mata elang yang siap melumatkan mahasiswi telat seperti aku ini.
Aku menghela nafas berat -, ku buka pintu kelas takut-takut, semua doa aku rapalkan.
"Semoga pak burhan mood nya sedang baik hari ini, nggak kena semprot, aamiin!!" aku mengusap dadaku, ku tekan handle pintu agar terbuka.
Ceklekk.....
Ku dapati suasana kelas yang hening, tidak seperti biasanya,saat ini semua mata sedang mengarah pada ku, aku mengarahkan pandangan pada Andara yang tepat di jangkauan mata ku,
Aku belum membuka pintu secara sempurna, baru mengintip di balik pintu yang gagangnya masih aku pegangi,
Soror mata Andara seperti memberi isyarat 'bahaya', aku baru saja ingin beringsut mundur, menutup kembali pintu tanpa perlu mengikuti kelas hari ini,
Namun belum sempat aku merealisasikan ide ku, suara dari dalam sudah menginterupsi ku,
"Silahkan masuk, atau anda tidak perlu mengikuti kelas saya sampai semester depan!!"
__ADS_1
Suara dingin, namun terdengar tegas.
Tapi tunggu ini bukan suara pak burhan, suaranya lain, apa kah berita pergantian dosen sedang terjadi hari ini??
Aku memaksa diriku masuk, menutup kembali pintu kelas dengan cemas,
Aku menoleh menatap dosen yang saat ini sedang menatapku tajam.
"Maa - " Tenggorokan ku tercekat begitu melihat wajah nya,
Sama sepertiku dia pun terlihat terkejut,.
Kalau aja bukan di kelas dan jadi tontonan siswa-siswi lain, sudah pasti perdebatan jilid dua sudah berlangsung.
"Maaf Pak, saya telat!" Kataku kemudian,
Dia menatapku dengan sorot mata tajam "Kalau nggak niat kuliah jangan ke kampus!!"
Pandangannya kembali pada seluruh ruangan, mengabaikan aku yang berdiri gelisah di samping nya.
"Ini peraturan di kelas saya, telat satu detik dari saya memasuki kelas ini, tidak saya izinkan mengikuti kelas sampai semester depan!!"
"MENGERTIII!!" Seru nya memaksa kami untuk setuju.
"Kau boleh duduk, tapi di kelas saya selanjutnya, saya pastikan kamu akan mengulang materi saya ini!!"
Heh, apa dia baru saja melontarkan ancaman ber embel-embel dosen??
Aku menurut duduk dengan perasaan dongkol setengah mati, bagaimana tidak, menurutku dia tidak profesional hanya karena kami punya masalah pribadi satu sama lain.
Kegiatan belajar mengajar berlangsung sangat lama, mungkin ini karena aku melibatkan perasaan dalam kelas kali ini,
Sumpah, pengen banget aku memaki dia saat ini.
"Baik, sekian materi yang saya sampai, kalian bisa istirahat, saya pinjam kelasnya sebentar" Aku langsung sumringah,
Sebenarnya aku sangat ingin pergi lebih dulu, namun terdesak oleh orang-orang yang sudah seperti zombi kelaparan ini.
Setelah sepi barulah aku beranjak dan bersiap pergi,
"HEII KAUUU , apa kau tidak ingin mengatakan maaf pada ku?" Aku sudah berjalan dengan cepat seraya menutupi wajah ku dengan buku, namun tetap saja, sepertinya dia memang mengincar ku.
"Apa!!?" Tanyaku menyerah,
"Kau berhutang maaf dan terimakasih pada ku!"
Cecarnya, kelihatan sekali kalau dia haus pujian.
"Kau lupa, kau juga menabrak ku tanpa kata maaf, jadi lunas!!" Sungut ku sebal, aku kemudian berlalu meninggalkan dia sendirian di kelas,
Mati kutu sudah, mimpi apa aku semalam bertemu dengan dua orang trobell makker dalam satu hari,
__ADS_1