SAYANGI AKU, MAMA

SAYANGI AKU, MAMA
Bagian Tiga ︎︎| Tidak apa-apa


__ADS_3

Kau tau apa yang aku rasakan saat ini, dari dulu aku ingin sekali menyalahkan Kakak ku Sera, tapi Rasa sayang ku pada nya mampu mengalahkan segala kebencian ku


Iya. biar bagaimanapun aku dan kak Sera lahir dari rahim dan ibu yang sama.


"Sudah jangan menangis terus Lyra,Lihat matamu sembab,,kau tidak cantik lagi nanti, Ayo tersenyumlah"


Kak Sera menyusut air mataku, dia berusaha tersenyum di antara mata nya yang juga sembab.


Aku harus apa?? Ku susut air mata ku, aku melemparkan sedikit senyuman pada nya, meski aku masih sedikit terisak, namun aku sudah lega.


"Kau jangan menggodaku, aku memang sudah jelek ,semua orang tau kau lebih cantik dari ku, kau itu sempurna"


Kataku yang mencoba menghibur kak Sera, aku tau tanpa dia mengatakan apapun, hatinya juga ikut sakit melihat ku selalu di diskriminasi oleh Mama.


"Kata siapa?? Kau lebih cantik dariku, mereka hanya memandangmu sepihak, aku yang tau kecantikan mu Lyra, kau sangat Istimewa , mungkin jika tanpamu, saat ini aku sudah tiada, terimakasih Swara"


Huh,air mata itu yang membuatku luluh,bagaimana tidak??? Dia bagiku adalah bintang yg bersinar,mungkin jika tanpa kasih sayangnya, aku sudah mengakhiri hidup jauh sebelum aku berdamai dengan keadaaan.


"Ssstt.. Bukankah kita saudara?? Tanyaku pada kak Sera

__ADS_1


"Lalu kenapa kau meminta maaf,?? Sudah ah jangan gini mulu, nanti air mata ku habis" Aku menyusut sisa air mata yang ada di pipiku.


"Air mata mu akan habis Lyra,kalo kau terus mencuci bantal bantal mu dengan air mata itu"


Sera tertawa, dia dengan sengaja memukulku dengan bantal yang menang masih basah karena ulah ku :D


"Biarkan saja," Kataku meraih bantal itu kembali.


Aku membenarkan posisi duduk ku, sebelum kemudian aku menoleh pada aktivitas kak Sera.


"Eh, kamu masih suka nulis diary, "


"Jangan Coba coba ya kak, ini millikku.." aku meraihnya dengan cepat, kemudian meletakkan diary itu di dalam laci.


"Memangnya apa isinya? " Tanya Kak Sera penasaran.


"Tulisan, begitu saja pake nanya.." Jawabku spontan, aku tau tingkat kepo kak Sera melebihi ku.


"Sudahlah kak Sera, lebih baik kau pulang saja kekamarmu,nanti jika Nyonya tau, dia akan memarahiku lagi, aku cukup tau posisiku di rumah ini.."

__ADS_1


Dari pada semakin banyak pertanyaan nya nanti, lebih baik aku usir saja kan?.


"Dasar anak nakal"


Gerutu kak Sera ketika aku terus mendorong nya keluar dari kamar ku


Setelah Sera pergi, aku cepat-cepat menutup pintu, jaga-jaga kalau nanti dia kembali lagi


Aku merebahkan tubuhku di kasur kembali, kali ini lebih tenang, tidak setegang tadi. ingatanku melayang pada kejadian sore tadi, Bisa-bisanya dia melontarkan tuduhan keji pada laki-laki yang menabrak nya sore tadi


Jika di ingat-ingat cukup menggelikan ternyata :D


"Dasar" aku menepuk jidat ku ssendiri, geli ketika mengingat Arkan keluar hanya menggunakan handuk dengan aku yang berfikir negatif tentangnya.


"Kapan-kapan kalau ketemu lagi sama laki-laki tadi, aku bilang terimakasih deh"


"Ayo tidur Lyra, besok harus kerja!! tidak boleh telat"


Kataku, sebelum kemudian aku terlelap bersama gemrisiknya angin malam.

__ADS_1


_


__ADS_2