SAYANGI AKU, MAMA

SAYANGI AKU, MAMA
Bagian Dua | ︎︎ Luka Yang Sama


__ADS_3

Aku Lyra bukan Swara.


☔︎︎_


Laki-laki yang memperkenalkan namanya Arkan tersebut, mengantarku tepat di depan pintu masuk rumahku , setelah aku turun dari mobilnya, dia langsung melaju tanpa mengatakan apapun.


Ku pandangi rumah yang berdiri kokoh dengan segala kemewahannya itu, ada rasa benci di hatiku, aku ingin sekali memberontak, meminta hak yang seharusnya aku dapatkan dari masih bayi, namun sampai detik ini tidak pernah aku rasakan


Ku susut air mata yang tanpa aku sadari mengalir dengan sendirinya,


Rumah yang harusnya menjadi Surga bagi setiap penghuninya, namun tidak bagiku,rumah itu seakan jadi saksi seperti apa aku terluka hingga ribuan kali,


Perlahan aku mulai membiasakan diri dengan sesuatu yang aku sudah tau itu salah, namun tetap aku lakukan.


Kau tau, kenapa?.


Karena setiap hal yang aku lakukan, selalu salah dimata nya.


Ku langkah kan kakiku perlahan, namun air mataku kembali mengalir,ketika mengingat semua yang pernah aku lalui di Rumah itu.


"Tidak Lyra,kau tidak boleh menangis,jangan cengeng,Lyra adalah gadis kuat"


"Aku Lyra .. bukan swara, gadis cengeng yang bisanya hanya menangis.. Aku Lyra gadis kuat dan Liar .. aku tidak perduli dengan orang Lain..aku hanya perduli pada diriku..".


Hanya kata itu yang mampu membuatku tersadar dan tanpa mengeluh pada takdir..


"Aku Lyra bukan Swara" aku terus menekan kata itu dalam hati dan pikiranku,"


Aku terlalu larut dengan pikiran ku.


Hingga tanpa sadar aku sudah memasuki rumah,aku tak perduli dengan ada atau tidak nya orang di sana, yg jelas aku hanya ingin rebahan di ranjang dan bercurhat pada buku diary ku.


"Swara , dari mana kau ??"


Aku menghentikan langkah ku sebentar,kemudian aku k3mbali melangkah tanpa menoleh pada interupsi dari nya.


Aku terus berjalan menuju tangga, tak perduli dengan teguran ataupun cacian yang akan aku dapatkan


"SWARAAAA!" Kali ini dia meninggikan nada suaranya,


"Berhenti bersikap ke kanak-kanak an, jangan jadi gadis liar kamu "


Mendengar itu, aku berhenti melangkah, senyum tipis terukir di bibir ku,


Dia Aryanti Altha, orang yang selama ini aku kenal dengan sebutan Ibu, tapi bagiku dia bukan Ibuku, Jangan berpikir kalau aku anak tiri,


bukan ? Aku anak kandungnya, aku anak nomer dua.


Prok..prok..prok.


Aku bertepuk tangan, kemudian berbalik menghadap kearah di mana dia berada.


"Sejak kapan ibu mulai menaruh perhatian pada ku..?? Dan Yha aku bukan Swara gadis lemah yang ketika ibu caci dia hanya akan terdiam dan menangis.. aku Lyra ibu..Gadis liar"


Terdengar tidak sopan, aku tidak perduli.

__ADS_1


Aku sudah banyak menahan rasa kecewa akan sikap nya pada ku.


"Kenapa kau tidak bisa bersikap sopan seperti Sera, kakak mu hah..? " Aku menggigit bibir ku, adakah dari kalian yang suka di banding-banding kan?


Dadaku merambat sakit, putaran masa kecil yang selalu berbeda 180derajat berputar di otakku.


"SERA, SERA, SERA TERUSSS!! " Emosiku meledak, entah sudah berapa ratus kali dia membandingkan aku dengan kakaku.


"Apa Mama melakukan hal yang sama ke aku dan kakak?, enggak kan?, apa yang Sera dapatkan, selalu tidak pernah aku dapatkan!!"


"Mama membesarkan aku dan Kak Sera dengan perbedaan yang sangat banyak, lalu aku harus jadi seperti kak Sera juga?"


Aku tersenyum getir.


"Tidak kan Ma, dan yha bukan kah selama ini mama tidak pernah perduli pada ku? lalu kenapa sekarang ....? "


Aku menghentikan perkataan ku, mengingat sesuatu.


"Katakan apa yang mama mau ?" Tanyaku masih menatap wanita dengan balutan baju itu itu


"Mama tidak perlu berpura pura perduli pada ku,bertanya kenapa aku baru pulang, mama lihat?" Aku menunjuk pintu masuk, terlihat Sera baru saja pulang


"Putri kesayangan mama juga baru pulang, lalu kenapa mama tidak memarahinya seperti ku, kenapa mama tidak memandang curiga seperti mama mencurigai ku? "


Aku melintarkan pertanyaan yang mungkin terdengar aku durhaka pada nya, namun percayalah semua ini hanya bentuk kekeceeaanku pada dirinya


"Sera pulang terlambat karena dia kuliah, sedangkan kau Keluyuran tidak jelas menghabiskan uang dengan hal hal yg tidak berguna..?" Bentak Mama menunjuk pada ku, aku tersenyum getir.


"Sudah cukup Ma.. jangan diteruskan..biarkan Swara menjelaskan" Sera menghampiri mama, mengelus lengannya penuh permohonan.


Aku menatap Sera dengan tatapan kesal.


"Kau tak pernah tau kan ma, kemana aku ? Kau hanya menyimpulkan apa yg menurutmu benar tanpa mencari tau, aku tau aku tak pernah kau anggap ada"


Darahku sudah naik, emosiku sudah di ujung tanduk, dadaku sesak, sakit setiap kali harus berdebat dengan nya.


Aku berlari ke lantai atas, menuju kamarku, air mataku sudah berderai banyak, aku menekan dadaku kuat-kuat.


Meskipun aku mengatakan "Jangan Menangis" toh pada akhirnya aku menangis juga. ;(


Ku pandangi jejeran buku dairy yang tertata rapi di meja kaca kamarku, entah sudah berapa banyak aku tak tau.


Aku hempaskan tubuh ku di kasur, aku luapkan tangisku pada boneka beruang milikku.


"Apa salahku Ma?? Kenapa kau selalu membedakan aku dengan kak Sera?? Aku juga putrimu .. lalu salahkah aku ?? Aku minta maaff... " Isakku sesak


Kupandangi diary yang tersusun rapi disana, cerita hidupku ada pada nya,tak ada satupun kertas kosong yang terlewati, semua telah berhasil aku coret dengan tinta hitamku...


Kuraih Diary Merah gambar bunga mawar miliku, ku ambil pena dengan warna senada, aku mulai menulis di antara deraian air mataku yang terus berjatuhan


☔︎︎


Diary..


Salahkah aku jika aku juga ingin berada pada posisi yang sama, aku tau, kisahku dengan kakaku Sera bagaikan bumi dan langit..tapi kita berasal dari rahim yg sama...

__ADS_1


Tuhan,,aku tak akan menyalahkan setiap takdir yg kau tulis padaku,bukan ?.


Tapi bolehkah aku meminta satu hal.."aku ingin suatu saat nanti Mama menganggap keberadaanku dalam hidupnya...


Tuhan,aku hanya gadis biasa yg kau ciptakan dari tanah,salahkah aku jika aku menginginkan Kasih sayang dari Mama..?? Salahkah aku jika aku ingin merasakan hangatnya pelukan Mama??


Tuhan,, aku tidak akan meminta lebih , aku hanya ingin mama menganggap keberadaanku,sebagaimana mestinya..


Aku Menyayangimu Ma..


Lyra Altha..☔︎︎


_


Ntah sudah berapa kali air mata ini menetes membasahi setiap Coretan tinta hitamku..


Ku pandangi langit langit kamarku, aku biarkan air mataku terus mengalir membasahi bantal ku,


Saat ini aku merasa ada bongkahan besar di dadaku,hati ku benar benar terasa nyeri,jantungku rasanya sulit memompa udara..


_


Aku mendengar langkah kaki memasuki kamarku..


"Swara.."


Aku tau suara siapa itu, namun aku enggan menoleh


"Swara sudah mati!! " Mataku ketus,


Sera tersenyum, dia berjalan mengampiriku.


"Kalo kau bukan swara, lalu kenapa kau menangis, dasar cengeng !!" Sera menepuk pundaku pelan.


"Aku tidak menangis" Kataku, padahal sudah jelas-jelas air mataku masih enggan berhenti mengalir


"Kau tidak perlu berbohong pada ku Swara, aku kakak mu, aku tau apa yang kau rasa saat ini,maafkan mama ya!!? " Kali ini dia membelai rambutku.


"Tolong jangan panggil aku Swara,kau hanya akan membuatku semakin menangis nanti pergilah...??" Usir ku, aku menepis tangannya di kepalaku


Sera diam, namun aku masih bisa merasakan keberadaannya di sampingmu, tidak beranjak sedikitpun.


"Menangislah, menangislah, asal kamu tenang, kamu boleh nangis!!"


Dia memelukku, aaku bisa merasakan air mata nya menetes di tanganku.


"Maafin aku, aku sebagai kakak gagal jadi kakak yang baik buat kamu, aku cuma jadi alasan kamu kecewa sama mama"


"Maafin aku Ra, maafin aku"


Aku mendengar Sera terisak, mungkin hatinya pun perih melihat aku yang selalu di bandingkan dengan diri nya.


Aku memeluknya kian erat, menangis sejadi-jadinya, mengatakan bahwa aku selalu terluka dengan sikap Mama pada ku.


☔︎︎

__ADS_1


__ADS_2