
Separuh waktu sudah aku berada di restoran, lelah sudah pasti!. namun bukankah aku tidak bisa mengeluh?,
Aku harus kokohkan lagi tulangku, aku tidak punya siapapun untuk bergantung, aku sendirian.
"Huuft,"
Aku menghembuskan nafas, merenggangkan otot-otot ku dari ketegangan.
Akhirnya terbebas juga aku dari seragam badut itu,apa apan , dia pikir ini restoran badut apa?? pake bandu kelinci segala .. dasar boss sedeng, aneh-aneh saja"
Aku melepaskan seluruh atribut yang menempel di kepalaku dengan gerutuan tanpa henti,
"Tingkat fantasi dia memang agak aneh, sepertinya memang dia harus dibawa ke psikolog, otaknya ke geser"
Aku sibuk menyimpan semua atribut kepala itu di dalam loker, sebelum kemudian aku terlonjak kaget karena Veer yang tiba-tiba muncul di belakang ku.
"Aduh!! tukan bener .. , dia muncul lagi,lama-lama dia seperti hantu saja,muncul secara tiba tiba"
Ingin sekali aku mengumpati kelakuannya dengan sumpah-serampah
"Bagaimana jika aku jantungan?? Apa dia mau bertanggung jawab..." aku terus menggerutu sebal.
"Sudah menggerutumu,kalo belum lanjutkan, dan ya kau tadi mau membawa ku kemana? ke psikolog??"
Laki-laki itu bersidekap,
"Kapan aku bilang begitu boss?" Elakku seraya menutup pintu loker,
"Mau ngeles lagi," Entah kerasukan apa,dia secara tiba-tiba menjewer telingaku dengan gemas.
"Dasar!!" Katanya mencibir
"Maaf boss, habisnya boss juga sih pake acara mode bandu segala, kayak Badut tau nggk??"
''Dasar nggk tau fasion, itu namanya bisnis marketing Lyra,biar beda, biar pengunjung juga ngerasa masuk dunia berbeda, menarik perhatian"
Terangnya dengan bangga.
"Menarik Perhatian,?? Bos enak tinggal ngomong, nah kita?" Anggap aja ini aksi protes mewakili perasaan karyawan lainnya.
"Aku membayar mu untuk itu, sudah kau boleh pergi, kuliah dengan sungguh-sungguh jangan membuat dosenmu pusing karna tingkah kamu"
Ucapannya berhasil membuatku linglung, sejak kapan dia perduli dengan ku?. dasar aneh!!
"Waahh, abis kenapa tuh orang? tumben nasehatin"
"Aduh bos-bos, kayak bunglon aja, kadang baik kadang emosional"
_
☔︎︎
Jam kerja sudah berakhir, aku bergegas mengganti pakaian kerjaku dengan pakaian biasa, ku ambil ikat rambut kemudian aku mengucir kuda rambut panjangku,.
__ADS_1
Setelah selesai, aku beranjak pergi menuju parkiran di mana motorku terparkir disana.
Hari ini aku ada kuliah jadi setelah bekerja aku langsung mengarahkan motorku ke area kampus.
Sengaja, aku mengambil kampus yang berbeda dengan kak Sera,.
Dari bangku TK sampei SMA , aku selalu berada di atap yang sama dengan Sera, .
Sera pandai, dia selalu menjadi bintang kelas, . aku masih ingat berapa kali mama mengabaikan ku setiap kali aku berhasil masuk sepuluh besar, hanya Sera yang selalu terlihat terang di mata mama, bahkan sampai setiap penerimaan raport pun harus mbok Imah yang menjadi perwakilan ku.
Ah sudah lupakan.
"Lyra .."
Baru saja aku meletakkan helm di jok motor, aku enggan menoleh.
Ya aku sudah tau, dia Andara, temen ku dari SD sampe sekarang,
Jangan tanya Bosen ? bahkan aku sudah muak melihat nya :D
"Iiihh tunggu,, kenapa main ngeloyor sih...??" dia menarik tanganku.
"Ada apa sih dar?? Lo nggk bosen ya ketemu gue mulu,, gue aja bosen liat lo," tanganku menepis tangannya
"Jahat bgt sih,," dia menarik earphone yang baru saja aku pasang.
"Lo dari mana? " tanya nya, aku mengernyit,. sudah jelas-jelas aku baru datang, dan dia masih bertanya?
Are you kidding me??.
"Sampai kapan sih lo mau kerja paruh waktu disana ..?"
Aku menoleh,
"Ya sampai gue jadi sarjana lah, lo kan tau berkat Boss Veer gue masih bisa bertahan di kampus ini, emang lo mau bayarin semester gue, Spp,dan bla.. blaa.. bbla"
"Enak aja.. lo kira bokap gue mesin pencetak uang apa?? Gue aja keteteran bayar kuliah masak iya harus bayarin lo.." Omel dara tak terima
"Lagian ya lo Ra... harus nya lo gak harus lah kayak gini,Mama lo kan tajir, kenapa lo gak milih hidup kayak Kakak lo, serba kecukupan tanpa harus kerja keras"
Kata-kata itu membuat ku terhenti, andai saja itu bisa terjadi, pasti aku akan sangat bahagia, sayangnya itu hanya akan jadi mimpi di siang hari
Aku menghela nafas panjang. Ada rasa getir di hatiku,bagaimana tidak? Sesak rasanya jika mengingat kisah hidupku dengan kakak ku, bagaikan putri dan upik abu saja.
Lalu haruskah aku menyalahkan takdir?? TIDAK... ini jalanku .
Seperti apapun kisah hidupku, aku sudah cukup bersyukur, meski aku tak seberuntung Sera, setidaknya Tuhan mengirimkan orang-orang baik di sekeliling ku..
Aku tersenyum getir
"Pertanyaan lo nggak ada yang lain apa, Dar?" Kalau enggan menjawab
"Eh,maafkan aku Lyra, aku ..aku tidak bermaksud menyinggung prasaanmu, maafin aku ya, "
__ADS_1
Aku mengangguk,
"Lupakan,Dar"
Aku berjalan lebih dulu, .
_
Semua kelas telah aku ikuti, aku lelah. Hari pun sudah sore.
Aku melajukan motor ku, menuju tempat favoritku. Danau yang air nya begitu tenang mampu memantulkan bayangan,.
Aku duduk di bawah pohon Flamboyan yang tumbuh dengan rindang.
"Ah,rasanya aku ingin sekali terbang bebas seperti burung-burung itu"
Aku menjatuhkan pantat ku di rerumputan hijau yang tumbuh subur dan liar, .
Aku mengambil diary dari dalam tasku., seperti biasa aku tuangkan seluruh rasaku hari ini.
☔︎︎. Diary,
Rasanya setiap kali aku membuka setiap lembaran mu, aku merasa kacau, semua prasaanku ada pada mu.
Satu hal yang ingin aku tulis, Aku rindu ayah.
Ayah dimana kau?, tidak kah kau mengingat ku?
Benarkah ayah sejahat yang di cerita kan Mama?
Ayah,
Suatu saat nanti aku harap waktu mempertemukan aku dengan mu, disisi lain aku juga ingin menghabiskan akhir hidupku dengan wanita yang telah melahirkanku...
Kau tau, berapa banyak aku meminta agar Tuhan segera mengambil nyawa ku?.
Rasanya sudah tak ku ingat lagi, berapa banyak.
Namun aku hanya berharap tak akan ada satu pun orang yg sepertiku,
Diary, di bawah senja yg memerah di angkasa, aku titipkan goresan rindu dan sayang untuk mama dan Ayahku,katakan bahwa aku sangat menyayanginya..
Hai Mama,
Jika suatu saat nanti mama membaca ini, aku hanya ingin bilang Lyra sayang Mama, walaupun sampai detik ini aku selalu bertanya-tanya apa alasan Mama membenciku?
Seburuk itu kah aku, Ma?
Ada banyak pertanyaan dalam benak ku untuk Mama, tapi tak apa, aku sudah cukup terbiasa.
Seburuk apapun Mama di mata orang-orang, Mama tetap spesial di hatiku
ᥫ᭡Lyra
__ADS_1
Aku menutup diary ku, ku susut air mataku perlahan,
"Jadikan aku seperti senja Tuhan,walaupun tak pernah dianggap ada,tapi tetap terlihat indah.."