
Aku dan Zora dengan berhati hati mengikuti kemana jiwa peri akan menuntun sampai akhirnya kami sampai di sebuah danau kecil. Aku bahkan baru tahu kalau di hutan ini ada danau kecil seperti ini. Aku duduk di tepi danau, tak tahu harus berbuat apa, Zora pun begitu. Lalu tiba tiba ada sebuah suara entah darimana. Suara itu berdengung di telingaku.
"Scarlet Mareena..." Suara itu memanggilku. Anehnya, Zora seperti tak mendengar apapun. Apa memang cuma aku yang bisa mendengarnya?
"Mendekatlah ke air dan lihat takdirmu.." Ucap suara itu.
Aku pun mendekat ke air danau, seketika air danau menunjukkan wanita tua yang sedang berbicara pada seorang kesatria. Meskipun samar samar percakapannya, aku masih bisa mendengarnya.
"Aku ingin segera terbebas dari zaman bodoh ini.." ucap sang kesatria.
__ADS_1
"Perang terjadi dimana mana.. Olea telah jatuh.. Aku akan pergi dari sini.." ucapnya lagi. Ketika sang kesatria berbalik hendak pergi, wanita itu berbicara dengan tatapan kosong
"Dia akan kembali.. Entah membawa kejayaan atau membawa kehancuran seperti ini. Tapi ingatlah, musuh yang tak pernah bisa kau kalahkan akan segera kembali dengan keturunan naga agung. Dia yang akan merebut kembali miliknya.." ucap wanita itu. Jujur saja, aku tak paham dengan yang dia katakan. Lalu wanita itu melanjutkan kembali.
"Jika kedamaian akan datang, zaman ini tak akan pernah terulang kembali.. Ia akan memimpin diatas tanah ini.. Wanita dengan tanda salib itu akan menjadi kunci..." Lalu wanita tua itu menghilang. Tanda salib? Hei aku memilikinya juga. Siapa wanita yang kau maksud?! Aku frustasi memikirkannya.
Matahari sudah hampir tenggelam. Aku mengajak Zora pulang dengan cepat sebelum ayah mengomel tiga hari tiga malam. Sampai dirumah, benar saja, ayahku memanggilku ke ruang kerjanya lalu memarahiku. Katanya putri macam apa yang pergi ke hutan tak bersama pengawal. Jelas jelas putri macam aku inilah. Selesai dimarahi, aku pergi ke kamarku. Zora ada disana. Aku menceritakan apa yang kulihat pada Zora.

__ADS_1
Ini adalah peta Xidthar, negara yang dipimpin oleh kaisar yang bernama Cassius Floyd. Katanya, dia adalah orang yang kejam. Usianya baru 19 tahun dan sudah menjadi kaisar. Di daerah sana juga banyak terdapat makhluk kegelapan dibawah pengawasan Cassius. Jadi, maksud nenek itu aku harus pergi ke kandang ular begitu?
Kulihat Zora terkantuk kantuk. Aku menyuruhnya tidur. Tapi aku sendiri tak bisa tidur. Aku pergi ke balkon kamarku untuk mencari udara segar. Kupandang tanda salib di pergelangan tanganku. Tanda lahir yang kupunya sejak bayi. Aku memikirkan omongan wanita yang kulihat di danau tadi. Bukankah dia menginginkan agar tak ada zaman seperti zamannya lagi? Apakah yang dia maksud adalah Zaman Kegelapan?!
Zaman kegelapan adalah zaman dimana terjadi perang yang berlangsung selama 2 tahun saja. Tetapi, para makhluk kegelapan juga akan muncul dengan jumlah banyak, membunuh siapapun yang menghalangi, dan menyebabkan kehancuran. Kata ayahku, zaman ini pernah terjadi 200 tahun lalu dan 400 tahun lalu. Dan kalau tidak salah, tahun ini mungkin akan ada juga zaman seperti itu. Aku merinding. Lalu apa hubungannya dengan Xidthar? Memang Xidthar adalah wilayah yang terdapat paling banyak makhluk kegelapan, tapi mereka tak pernah mengusik negara lain. Xidthar termasuk negeri yang subur. banyak lahan dan dikelilingi laut. Kulihat lagi peta itu dengan seksama. Terdapat tanda salib kecil di tengah tengah pulau Ulecia. Sama persis dengan salib di tanganku. Kubalik peta itu, ternyata ada pesan tak terlihat di bagian belakang peta karena terasa benjolan benjolan seperti bekas menulis. Setahuku, pesan tak terlihat seperti ini cara membacanya dengan didekatkan ke arah cahaya. Jadi kulakukan itu, dan sebuah pesan muncul. Isinya : masuk ke dalam lubang yang sangat panjang dan dalam, maka kau akan menemukan miliknya disembunyikan.
Hah? wanita tadi juga mengatakan merebut kembali miliknya. Milik siapa? Dan dimana Olea itu? Apa takdirku yang sesungguhnya?
Sungguh, dipikir pikir kembali, apa aku pantas menanggung beban di pundak sebelah kanan ini? Sungguh, jangan pundak kiri, karena itu hanya milik Zora.
__ADS_1
~Bersambung