
Sampai dirumah Flo masih sangat penasaran dengan hubungan Farel dan Ariel. Dia masih tak habis pikir kenapa kakaknya berbicara kasar padahal Ariel begitu lembut mengajaknya bicara. Farel memang anak badung,tapi dia sangat setia kawan. Dia tidak pernah membuat masalah dengan orang kecuali orang itu yang mengusiknya. Seperti kejadian di kantin tadi siang. Farel tidak akan semurka itu apabila tadi Yeni tidak menggangunya dulu.
Tapi mengapa Farel seperti sangat membenci Ariel? padahal Ariel hanya memberikan saputangan untuk membersihkan muka Flo yang terkena air. Pasti pernah terjadi sesuatu denganmereka berdua. Flo pun bertekad untuk menanyakan semuanya langsung ke Farel.
Tapi sampai hampir magrib Farel belum juga pulang ke rumah. Kemana perginya tu anak ? Tidak biasanya dia pulang sekolah sesore ini. biasanya kalau pun mau nongkrong bareng teman-temannya pasti akan pulang dulu. Ini membuat Flo semakin penasaran. sebenarnya ada apa dengan kakaknya?
Ketika Flo sedang asik menonton TV tiba-tiba terdengar suara mobil masuk. Ternyata pak Dimas sudah pulang. Flo menyambut kepulangan Papanya dengan ceria. Setelah papanya masuk Flo langsung salim dan memeluk ayahnya dengan hangat. Pak Dimas pun membalas pelukan putri kesayangannya dengan hangat.
"Bagaimana sekolahnya sayang? masih ada yang berani mengganggu inces kesayangan papa ini?" tanya Pak Dimas pada putrinya
" Gak ad..."
"Ada yang berani ganggu adek tadi pa. Tapi papa tenang aja sudah Farel tangani kok" Tiba-tiba Farel datang dan memotong ucapan Flo.
"Oh ya? siapa yang masih berani mengganggu tuan putri kesayangan papa ini ? apa perlu papa panggil kepala sekolahnya? " pak Dimas terlihat begitu marah mendengar putri kesayangannya masih juga di ganggu
" ng...gak kok pa cuma salah paham doang"
__ADS_1
Flo segera menenangkan papanya
"salah paham gimana? mana ada ora numpahin air kemuka itu cuma salah paham? Farel kembali menimpali Flo
"itu gak sengaja kok pa,,kakak aja yang lebay Kakak, papa tuh baru pulang,jangan bikin papa pusing karena emosi dong!"
bisik Flo sambil mencubit pinggang kakaknya pelan
" gak sengaja gimana? kalau gak sengaja tuh paling baju kamu atau rok kamu yg kena,itu pun cuma sedikit. lah ini yang kena ja kepala,,gak sengaja dari mananya? Farel malah makin getol memprovokasi dan membuat pak Dimas semakin murka.
"Sebenarnya gini pa tadi sewaktu istirahat Farel liat adek lagi disiram kepalanya. Mana pake minuman manis lagi nyiramnya. "
"APA? SIAPA YANG BERANI SEPERTI ITU KE INCES PAPA" amarah pak Dimas semakin bertambah
"Itu lho pa kalau gak salah Yeni ya namanya,,yang ganggu adek dari SMP"jawab Farel sambil mengingat-ingat kejadian siang tadi.
"BR*****K ANAK ITU LAGI?? HARUS SEGERA PAPA SINGKIRKAN."
__ADS_1
BRAAKK....pak Dimas pun meninggalkan ruangan sambil membanting semua barang yang ada di depannya.
"Tunggu pa,,Tapi... tadi sudah di bales siram kok pa sama kak Farel,ya kan kak? dah disiram pake bakso malahan semangkok."
Sembari memberi kode dengan mengedipkan mata dan mencubit pinggang kakaknya dengan keras, Flo segera mengejar papanya agar tidak terlalu emosi dan hilang kendali.
"Aduh...duh...duh... iya,,iya pa sudah Farel tangani kok. Papa gak usah capek-capek ngurusi kecoak model mereka.
Pak Dimas hanya terdiam ketika Flo sudah bisa mendekatinya dan memeluknya dari belakang.
"Papa jangan emosi lagi ya! ingat kesehatan papa. Flo gak mau papa pusing n sakit lagi gara-gara terlalu emosi."
Pak dimas hanya menganggukkan kepala sembari tersenyum dan mencium kening putri kesayangannya itu
Pak Dimas adalah orang yang sangat lembut dan baik di mata anak-anaknya, berwibawa dan hangat dimata para pekerjanya, tetapi sebenarnya sangat menakutkan apabila emosinya sudah tak terbendung lagi dan itu kalau menyangkut tentang anak-anaknya.
Pak Dimas sangat menyayangi anak-anaknya,, sejak dulu anak-anak adalah prioritas utamanya. sebelum atau pun sesudah kematian mendiang istrinya,Ibu Sekar. Ya,,bu Sekar adalah istri pak Dimas yang sudah meninggal sesaat setelah melahirkan Flo. Karena pre-eklampsia yang di deritanya. Beruntung nyawa Flo masih bisa diselamatkan. Karena pada waktu itu keduanya sempat masuk ruang gawat darurat. Dan pada akhirnya bu Sekar yang tidak bisa bertahan dan meninggalkan si kecil Flo yang masih berjuang di ruang NICU
__ADS_1