Sebuah Transformasi

Sebuah Transformasi
Sebelas


__ADS_3

Pagi itu Pak Dimas sudah bersiap untuk mengantarkan kedua anaknya ke sekolah. Flo menolak untuk diantarkan,tetapi papanya kekeuh ingin mengantar mereka berangkat. Sekalian ada perlu sama kepala sekolah katanya. Kebetulan kepala sekolah di SMA Tunas Bangsa ternyata teman Pak Dimas sewaktu SMA. Sebenarnya Flo sudah tau apa maksud dan tujuan papanya berkunjung ke sekolahnya. Apalagi papanya kenal dekat dengan Kepsek,pasti ini ada sangkut pautnya dengan kejadian kemarin dengan Yeni.


"Papa,,nanti jangan minta yang aneh-aneh ya sama pak Kepsek"


" Aneh-aneh apa sayang?"


"Ya pokoknya papa gak boleh aneh-aneh,,Flo pengen kehidupan sekolah Flo menyenangkan gak harus disanjung - sanjung sama orang-orang fake."


"iya sayang...papa beneran ada perlu kok sama si Deri."


"Udah dek tenang aja,,selama ada kakak gak akan ada yg berani fake sama kamu."


"Tuh denger kata kakak mu! Papa tuh bener-bener ada perlu aja ke sekolah kalian."


"Oke,Flo percaya,,papa juga mesti percaya kalo inces papa ini bisa mengatasi semuanya."


"Siipp,,gitu donk inces kesayangan papa,,semangat ya sayang" sambil mengelus kepala putrinya dengan lembut pak Dimas merasa sedikit tenang karena sepertinya Flo sudah bisa berani dan tidak selalu tertunduk seperti dulu lagi.


"Inces doank nih pa? kakak gak disemangatin? Farel bergaya merajuk pada papanya


"Huuu....masa kakak ngiri sih sama adek? dah gede, cowok lagi, masa masih minta di semangatin ma papa?"


" Eeeitss...perlu donk,,walaupun dah gede kan semangat dari papa sangat penting buat kakak,, weeekk...." ujar Farel sambil menjembel pipi Flo


"Aduuh...kakak sakit iihh.." Flo memegang pipinya yang terasa panas karena cubitan kakaknya


"Hahaha.....kakak gemes dek kalo liat pipi adek,, apalagi dari samping belakang gini,kaya bakpao baru mateng,hahaha...."


"Hiiihh....nyebelinn." Flo langsung membuang muka membelakangi kakanya yang iseng itu dengan cemberut.


Pak Dimas hanya tersenyum melihat interaksi kedua anaknya itu. Dalam hati ia merasa sangat bersyukur karen anak-anaknya selalu kompak dan rukun. Yaah,,,walaupun sering ribut seperti sekarang ini. Tapi itu semua hanyalah cara mereka mengungkapkan rasa sayang mereka masing-masing.


Tak terasa mereka sudah sampai di depan sekolah. Setelah salim dan berpamitan dengan Pak Dimas,Flo dan Farel berhamburan ke kelas masing-masing. Sedangkan pak Dimas berjalan menuju kantor pak Deri,,teman semasa SMAnya


Saat masuk kelas Flo,kedua sahabat baru Flo menyambutnya dengan antusias.


"FLORAA...gue ada berita penting nih" Ternyata Irma yang langsung menarik Flo ketempat duduknya. Flo sampai gelagapan saking kagetnya

__ADS_1


"Apaan sih ma?? main tarik aja"


"Tau tuh si Irma emang suka lebay gitu." Yulfa juga merasa kadang sahabatnya yang satu itu memang agak berlebihan.


"Aduh ..duh...duh... jangan pada sewot deh,,masih pagi gini pamali kalo sewot sama orang " jawab Irma dengan gayanya yang centil


"Emang ada berita apa sih ma?" Flora jadi penasaran melihat Irma yang begitu antusias pagi ini.


"Dengerin baik-baik ya,,gue kemarin abis ketemu sama temen SMP gue,si Indi."


"Trus apa hubungannya tuh si Indi sam Flora?" tanya Yulfa penasaran


" Heh dodol,,dengerin dulu napa?" jawab Irma kesel


"Abisnya loe juga sih cerita gak to the point." Yulfa tak mau kalah.


"Udah deh,,ini mau cerita apa mau berantem pada?"Flo menengahi kedua sabahatnya itu,,karena kalau tidak dipisah mungkin sampai bel masuk mereka gak akan ada habisnya.


"Yulfa tuh rese,,"


"Elu yang rese"


" Gini Flo,,si Indi ini ternyata tetanggaan sama si Yeni,,anak rese yang bully loe dulu itu."


"Trus?" tanya Flo penasaran


" Trus,,ini berita terpenting dari gue yang mesti loe tau."


"Ya,,apaan yang pentingnya?" Yulfa sudah tak sabar mendengar cerita Irma yang terpotong-potong.


" bentar dong aah,,si Yulfa nih gangguin melulu deh." Irma cemberut saking kesalnya.


"Dah cepet lanjut ceritanya,keburu bel masuk." pinta Flo yang juga sedikit kesal karena cerita Irma yang terpotong-potong dan membuat Flo penasaran.


"Ternyata itu si Yeni........"


Dinggg.....donggg.....dinggg....donggg bel masuk sekolah sudah berbunyi dan seperti dugaan Flo dan Yulfa,cerita Irma masih belum selesai dan semakin membut mereka penasaran.

__ADS_1


" Yaahh...udah bel tuh,,lanjut ntar aja ya bebs ceritanya." sambil menoel pipi Flo irma tersenyum jail menuju tempat duduknya.


"Rese emang loe ma."


"Tuh kan Flo,,gue bilang apa tadi,, si Irma tu anaknya rese,,ngeselin. Awas aja ntar kalo dia masih bikin gue penasaran." Yulfa juga kesal dengan Irma yang malah semakin menggoda kedua sahabatnya itu dengan menjulurkan lidah iseng.


Sesaat sebelum guru masuk kedalam kelas,,ada seorang cowok berkacamata yang mendekati tempat duduk Flo.


"Maaf,,apa bangku disebelah mu masih kosong


"Iya,,kenapa?"


"Apa aku boleh duduk disitu? sepertinya bangku yang lain sudah penuh."


Flo hanya mengangkat bahunya dan menandakan bahwa setuju saja cowo itu duduk disebelahnya karena bu sisil,,yang menjadi wali kelasnya sudah masuk dan memberi instruksi untuk tenang dan akan memulai pelajaran. Dalam pikiran Flo terbagi antara pelajaran dan info dari Irma yang masih belum selesai. Irma memang membuat penasaran. Sahabat Flo yang satu ini emang terbilang unik. Lebih sering jail juga dan itu membuat hari-hari Flo di sekolah semakin berwarna


Flo tidak menyadari kehadiran teman sebangku baru yang terus mamperhatikannya dengan seksama.


"Ehhmmm,... permisi,aku boleh pinjam bolpen kamu gak? bolpenku sudah abis."


"boleh,,nih."


dalam hati Flo heran,ini kan masih baru masuk,,masa bolpennya sudah abis? Aneh.


"Aku Ruri,,nama kamu Flo ya?"


"Iya gue Flo "


"Kok kamu gak nanya kenapa aku bisa tau nama kamu?."


Laah...kan ada name tag makanya loe bisa tau,,aneh iih..."


"Oh...iya..ya,,pinter kamu."


"Diih....aneh,,udah aah gak usah ngajak ngomong melulu,,gue mau fokus belajar. Awas aja kalo gue dimarahi Bu Sisil gara-gara elu ngajak ngomong melulu."


"Aah..iya,, maaf....maaf..."

__ADS_1


Cowo yang bernama Ruri pun diam dan tidak berani mengajak Flo berbicara lagi. Dalam hatinya ia merasa kagum dengan Flo sejak pertama melihat Flo sekelas dengannya. Awalnya ia menduga Flo adalah tipe cewe pendiam dan pintar. Ternyata di baru tau kalo Flo agak jutek. Tapi benar Flo juga sih,,ini masih jam pelajaran,gak boleh ngobrol dan harus fokus. Dan rasa kagum nya dengan Flo pun semakin bertambah.


__ADS_2