Sebuah Transformasi

Sebuah Transformasi
Dua Belas


__ADS_3

Diiiing.....Dooonngg....diingg...doooong....


Bel istirahat pun berbunyi,, ini adalah suara yang sangat di idam-idamkan anak-anak. Setelah berkutat dengan angka dan rumus di pelajaran matematika,,mereka sangat antusias mendengarkan suara bel istirahat. Seperti biasa,,mereka memburu kantin sekolah. Perut sudah terasa keroncongan. Kalau kata Irma,,pelajaran matematika yang paling membuat perut terasa lapar. Entah apa hubungannya antara otak dan perut. Tetapi emang setiap selesai belajar matematika perut terasa lapar sekali.


"Yuk guys kita cuss ke kantin."Irma merangkul kedua temannya dengan semangat.


"Eeitss...tunggu dulu. Loe masih punya utang sama kita berdua."


"Utang apaan sih?perasaan gue gak pernah lupa uang saku deh. Ngapain utang loe berdua?"


"Yaelah...lemot bet dah loe ma..Irma."


"Maksud gue loe punya utang penjelasan ma gue n Flo soal si Yeni tu. gimana sih??


" Ya ampun..gue lupa." Irma pun baru mengingatnya


"Abis ni deh gue janji lanjut cerita lagi.Laper banget gue guys,, gara-gara rumus matematika."


"Halah...ntar juga loe lupa lagi kalo udah kenyang,, alasannya ngantuk."


"Nggak deh swear gue janji bakal cerita abis ini. Buruan ah... keburu penuh tuh kantin,males gue empet-empetan panas - panas gini."


Irma pun menarik kedua sahabatnya dengan tidak sabar.


Sesampainya dikantin,,mereka langsung memesan menu favorit masing-masing dan tidak lupa minumannya. Setelah makanan mereka habis,Irma pun memulai ceritanya yang tadi sempat terpotong karena bel masuk.


"Gini gaes,,ternyata si Yeni tuh bukan anak orang kaya.Dan dia tuh cuma tinggal di gang sempit."


"Aah...yang bener ma? kata anak - anak kelas sebelah Yeni tuh malah paling kaya di kelas. Bukannya dia juga satu sekolah sama loe ya Flo? SMP loe kan terkenal tajir - tajir anaknya." berondong Yulfa penasaran.


" Loe tuh mau dengerin cerita gue apa mau bikin cerita sendiri?"

__ADS_1


"Fa,,tolong dengerin dulu deh cerita Irma sampai selesai,,ntar kaya tadi lagi,kepotong lagi sampai bel masuk."


Flo juga sebenarnya merasa sedikit kesal dengan Yulfa yang terus saja memotong cerita Irma


" Tau nih,,emang loe sahabatan ma Yeni pake acara klarifikasi segala kalo Yeni orang paling kaya?"


"Eeh...enak aja sahabatan sama anak songong macam Yeni.Iya Flo maaf gue gak akan motong cerita lagi deh. Lanjut ma."


Yulfa menyadari kalo dia emang salah sudah memotong cerita Irma.


"Makanya dengerin dulu baru komen."


" Jadi gaes,,kata teman gue si Indi yang juga tinggal di gang sempit itu,,Yeni tuh sebenarnya cuma anak seorang penjahit."


"Haa...penjahit? waah berita besar nih."pekik yulfa membuat anak-anak dikantin menoleh kearah mereka bertiga.


"Sssstttt....Emang loe ya,,harusnya tadi gue bawa lakban kesini."


" Buat lakban mulut loe biar gak rese n gak bikin rusuh disini."


Yulfa pun hanya memberi gerakan seakan mengunci mulutnya dan tersenyum manis pada Irma yang sudah semakin emosi. Sedangkan Flo hanya terdiam dan tersenyum simpul dengan penuh arti. Tetapi kedua sahabatnya itu tidak menyadari ada rencana lain yang Flo simpan untuk membuat Yeni terpojok.


"Loe kok biasa aja Flo,,gak kaget apa gimana gitu?"


"Kaget sih,,ternyata Yeni bertingkah seperti itu buat menutupi kekurangannya. Btw makasih ya ma,info dari kamu berguna banget buat gue."


"Oke bestie,,kita kan sahabat."


Ketika mereka bertiga sedang saling merangkul tiba - tiba ada suara yang menyebalkan dan tak asing datang. Siapa lagi kalau bukan Yeni.


"Heh... FLORA dan FAUNA gue mau ngomong sama loe."

__ADS_1


" Siapa yang loe sebut FAUNA hah." Irma sangat marah disebut Fauna oleh Yeni. Ingin rasanya menampar mulut Yeni yang tidak pernah bisa berbicara yang baik pada semua.


" Laah kan bener FLORA biasanya selalu diikuti sam FAUNA.Ngapain loe sewot?" Dengan lagak khasnya Yeni tidak pernah merasa bersalah sudah menghina orang lain.


" HAhaha...ngakak banget dah gua an***r." Isti malah tertawa terbahak-bahak mendengar sebutan yang menyakitkan untuk teman-teman Flo.


" Mereka punya nama,,bisa gak sih jangan panggil orang lain dengan istilah sampah loe?" Flo maju selangkah mendekati Yeni


Yeni tampak acuh dan sok tidak mendengarkan perkataan Flo.


" Halah .. gak usah sok kuat deh loe,,mentang - mentang loe punya backingan anak kelas XII.


Loe juga ngadu lagi ke bokap loe? buat apa haa?? biar kepsek ngeluarin gue? gak akan bisa be*o,,ini bukan sekolah loe?"


"Laah emang bukan sekolah gue,,yang bilang sekolah gue siapa? loe yang be*o dari dulu dipelihara."


Adu mulut pun semakin memanas,,anak - anak yang lain semakin berkerumun. Ada yang merasa terganggu,,malah ada juga yang menjadi provokator dan semakin memanas-manasi keadaan.


"jadi intinya loe kesini bilang mau ngomong sama gue cuma karena bokap n kakak gue belain gue gitu?"


" Iya lah,,loe gak berani ngelawan gue sendiri tanpa backingan keluarga loe? gak sekalian nyokap loe yang dah didalam tanah loe gali n loe ajak nglawan gue?"


PPLAAAKKK.... Sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus Yeni.


" Loe boleh hina gue sepuas loe,,tapi kalo loe sampai berani hina nyokap gue,,loe bakal MATI."


Sorot mata Flo sangat mengerikan. Bahkan kedua sahabatnya tidak berani memandang Flo. Amarah sudah mencapai puncaknya. Karena pantang baginya kalau sampai ada yang berani mengusik sang mama yang sudah tenang di sana. Tak cukup tamparan keras saja,,karena sebuah pukulan keras pun mengenai perut Yeni,tepat ketika Yeni hendak membalas tamparan Flo.


Flo seperti kesetanan,,apabila tidak di cegah teman-temannya dikantin,,mungkin nyawa Yeni sudah diujung tanduk. Bahkan butuh teman-teman cowok yang memegangi Flo agar tak menyerang Yeni terus. Tidak ada yang menyangka,cewek sealim dan pendiam itu ternyata pemegang sabuk coklat dalam olahraga taekwondo.


Tidak ada adegan saling jambak diantara Flo dan Yeni. Yang ada baku hantam seperti anak-anak cowok saat berkelahi. Itu pun pukulan balasan Yeni selalu luput mengenai Flo. Hanya saja rambut dan pakaian Flo jadi berantakan karena melakukan sparing tanpa pakaian khusus.

__ADS_1


Setelah dipisah,,Flo ditenangkan dan diberi air dingin agar hatinya ikut dingin dan tidak emosi lagi. Entah siapa yang melapor ke kakaknya tiba-tiba Farel datang dan langsung menemui adiknya yang sedang dalam keadaan kacau. Sedangkan Yeni langsung dibawa ke UKS untuk mendapat pertolongan pertama.


__ADS_2