
Tidak ada yang berani mendekat apa bila Farel sedang marah. Bahkan teman-teman dekatnya pun tidak ada yang berani berkata apapun. Suasana kantin menjadi sangat mencekam. Ibu kantin pun hanya diam melihat kejadian itu. hanya suara bisik-bisik dari anak-anak yang membicarakan insiden itu.
Saat Farel mendekat ke arah Yeni tiba-tiba Flo mendekat ke arah kakaknya
"Udah deh bang biar gue aja yang urus cewek satu ini." Jangan buat nama abang jelek karena beraninya maen kasar sama cewek."
"Dia tuh Yeni,,yang dulu bully gue pas di SMP." Jelas Flo pada kakaknya.
Dalam hati Flo berkata "biarin deh semua orang tau gue korban bullying dan mau nilai gue gimana."
Setelah Flo mengatakan itu Farel semakin marah. Ada kilat api kemarahan di mata Farel.
"Apa kamu bilang? Dia yang bully loe di SMP?" tanya Farel sambil melotot menahan amarah
"Iya bang,,jadi biarin gue aja yang ngebales dia."
"Oke,,kalau itu emang maunya inces,,buat dia gak betah sekolah disini!" ucap Farel sambil menyeringai di depan muka Yeni yang pucat pasi
"Tenang aja bang,,kita bakal bantu Flora buat kasih pelajaran buat Yeni." tiba-tiba Irma ikut berkomentar.
"Bagus,,kalian teman Inces Flora kan? jangan pernah berniat menyakiti adek gue. Oke?"
__ADS_1
Irma dan Yulfa hanya menjawab dengan tanda hormat yang berarti siap menjalankan pesan Farel.
"Bang,,bisa gak sih manggilnya gak usah pake inces gitu? bikin gue makin di bully aja deh" sungut Flo.
"Biarin,,buat abang loe tu inces yang gak boleh disentuh sehelai rambut pun.Apalagi sama cewe model cungring kaya dia ini" tunjuk Farel tepat ke arah muka Yeni.
"Ma..maaf kak saya tadi gak sengaja kok sumpah" Yeni meminta belas kasihan dari Farel
"Apa? gue gak denger loe bilang apa. Untung loe cewe,kalau cowo dah abis gue hajar loe"
Farel sangat kesal tapi apa daya dia tidak bisa membalas lebih pada orang yang sudah mengganggu adik kesayangan dari SMP. Buat Farel pantang baginya untuk memukul cewe. Bisa hilang harga dirinya kalau sampai berkelahi dan main tangan dengan cewe.
Ketika kejadian heboh itu belum selesai tiba-tiba suara bell berbunyi dan membuat anak-anak yang ada di kantin merasa kecewa karena tidak jadi menyaksikan baku hantam. Karena sebagian dari mereka melihat keributan seperti itu sangat menyenangkan.
"Terimakasih kak "Anis membungkuk dalam sambil membantu Yeni yang masih bersimpuh dihadapan Farel
Isti tidak mau membatu Yeni, karena baginya ternyata berteman dengan Yeni akan menimbulkan banyak masalah.
Setelah itu tiba-tiba
"Kamu gak papa? tanya Ariel mendekati Flo. "Ini sapu tangan buat ngelap muka kamu"
__ADS_1
"Eem..ma..makasih kak" Flo menerima sapu tangan Ariel dengan gugup.
"Kamu adeknya Farel
ya? beda banget. Aku gak nyangka anak kaya Farel punya adek sekalem kamu" ucap Ariel sambil tersenyum
"Em..emang kenapa kak? bukannya kita mirip ya?"tanya Flo dengan perasaan campur aduk
Ariel tidak menjawab pertanyaan Flo,,dia hanya tersenyum dan pergi meninggalkan Flo begitu saja.
Ketika Ariel berjalan keluar kantin,ia berpapasan dengan Farel
"Loe gak usah sok-sokan jadi pahlawan kesiangan deh ma adek gue."Ucap Farel ketus
"Gue gak bermaksud jadi pahlawan kok.Loe santai aja gue gak punya maksud apa-apa sama adek loe."jawab Ariel menenangkan Farel
"Halah...gue udah gak percaya ma omong loe,,buat gue sampai kapan pun loe tu cuma bajingan tengik sok kecakepan." amarah Farel mulai datang lagi.
"Santai bro,gue janji gak akan pernah ganggu inces kesayangan loe kok."Ariel menepuk pundak Farel dengan lembut dan pergi meninggalkan Farel yang masih bertahan dengan emosinya.
"Rel,,sampai kapan loe masih mau musuhin gue gini? Padahal kejadian itu sudah lama banget berlalu. Tapi sepertinya loe belum juga bisa maafin gue."batin Ariel sedih
__ADS_1
Flo yang melihat kakaknya yang berbicara kasar pada gebetannya hanya terdiam. Ia heran kenapa Farel begitu tidak sukanya dengan Ariel?
"Sebenarnya ada apa dengan bang Farel dan kak Ariel?" batin Flo penasaran