
Yeni tampak menghadang Flo yang berjalan bersama teman-teman barunya. Nampaknya Yeni juga masuk ke sekolah yang sama dengan Flo. Sekarang hanya beda kelas. Sebenarnya Yeni pun tak menyangka kalau dia bakal satu sekolah dengan Flo,,anak seorang kepala yayasan yang selalu ia bully semasa SMP dulu. Ia masih merasa kesal dengan Flo karena telah melaporkan masalah pembully an yang ia lakukan dengan teman genk nya dulu. Ia merasa kalah saing karena ternyata Flo anak orang kaya,sedangkan dia hanya anak seorang penjahit.
Sebenarnya teman-teman Yeni tidak ada yang tau bagaimana keadaan keluarga nya yang sebenarnya. Karena Yeni selalu berpakaian layaknya anak orang kaya. Bahkan ia juga mengaku anak orang yang kaya. Dia bilang bahwa ayahnya adalah seorang anggota Dewan. dan barang-barang yang ia pakai pun semua barang KW.
Semua itu ia lakukan hanya untuk menutupi kekurangannya. Berlagak menjadi orang kaya agar disukai orang lain. Punya banyak teman dan mempengaruhi temannya untuk merendahkan teman lain yang terlihat kurang mampu. Dan dia mengira kalau Flo itu adalah anak orang yang kurang mampu. Karena kesederhanaan Flo yang tidak menyukai berpenampilan berlebihan membuat Yeni dan yang lain berpikir untuk mengganggunya. Bahkan Kepala Sekolah di SMP nya juga memperlakukan Flo dengan tidak baik. Padahal Flo adalah anak yang rajin dan pintar. Piala dan Tropi yang terpasang di kantor Kepala Sekolah hampir separuh Flo yang menyumbangkannya. Tetapi sekarang setelah semua tau kalau Flo adalah anak memiliki yayasan,sikap mereka berubah 180⁰. Hanya Yeni yang masih menaruh dendam karena dia merasa semakin kalah dari Flo. Dia belum kapok untuk menjadikan Flo pecundang. Tanpa ia sadari Flo yang sekarang tidak lagi sama dengan yang dulu.
Flo hanya ingin bisa bersekolah dengan tenang seperti anak-anak yang lainnya. Pulang bareng teman-teman segenk. Kumpul-kumpul dan jalan-jalan ke Mall bareng teman. Ngecengin kakak kelas yang cakep. Seperti cerita kakak Sepupunya yang sekarang sudah kuliah. Dia sudah muak dengan anak-anak yang hanya bisa menjadikannya sebagai seorang pecundang. Apalagi orang itu Yeni,,cewek sok kaya yang tidak punya prestasi,,yang hanya pintar berbohong dan mengadu domba teman-temannya.Walaupun Flo tau itu ia lakukan untuk menutupi kekurangannya. Tapi bullying bukanlah hal yang bisa dimaklumi. Karena akan berdampak juga untuk mental orang uang di bully
" Gue kira mesti cari maenan baru disini,,ternyata gue masih nemu maenan lama gue" Flo berkata dengan berkacak pinggang sambil menunjuk dada kanan Flo.
__ADS_1
tanpa disangka-sangka Flo memegang telunjuk Yeni dengan kuat sampai Yeni meringis menahan sakit"Berani-beraninya loe nyentuh gue pake telunjuk kotor loe itu".
"Aauuu....sialan loe ya,, br****k". Geram Yeni menahan kesakitan.
"Loe kira gue bakal diem aja sekarang seperti waktu masih SMP? Gue bukan pecundang Yen."
"Heh,,nama gue FLORA...FLORA bukan tumbuh-tumbuhan." sambil berteriak di telinga Yeni.
" Kalau loe masih berani panggil gue dengan sebutan itu lagi,,gue bakal lakuin apa yang pernah loe perbuat ke gue dulu,,bahkan lebih sadis." Flo mencengkeram kerah baju Yeni.
__ADS_1
semua anak yang melihat kejadian itu hanya bengong tidak ada yang berani melerai mereka. Teman segenk Yeni pun tak menyangka Flo sekarang seberani itu. Berbeda sekali dengan Flo waktu SMP. Sampai datang serombongan kakak kelas mereka yang datang karena mendengar ada kegaduhan di depan kelas X 3.
"Hei ..ada apa ini ribut-ribut?"
seorang kakak kelas cowok mendekat dan berusaha melerai pertengkaran Yeni dan Flo
Yeni pun menoleh dan melepaskan cengkraman tangannya dari kerah Yeni. Flo melongo kaget melihat wajah kakak seniornya. tanpa sadar ia bergumam "Oppa...ternyata kita dipertemukan disini 😍."
Wah siapa itu senior yang datang? kok Flo manggil Oppa ya? Oppa korea apa Opa-opa yang datang? ngapain ada Oppa tersesat di SMA?? 🙄
__ADS_1