
Flo POV
Acara MOS belum dimulai saja membuat ku lelah. Kalau boleh jujur,aku masih merasa kawatir dan belum bisa melupakan semua kejadian di masa lalu. Tapi kata Papa hidup itu harus terus maju kedepan tidak usah menoleh kebelakang. Dan aku sudah bertekad untuk menjadi pribadi yang tangguh. Aku juga sudah berjanji pada kakak supaya lebih kuat dan tidak mudah diremehkan orang lain.
Sekolah baru ini sangat ku idam - idamkan sejak dulu. Sebenarnya Papa menyuruh ku melanjutkan ke SMA di yayasan yang sama dengan SMP ku.Tapi aku ingin merasakan sekolah di sekolah umum,,di negeri tepatnya. Kakak kedua ku juga ada di SMA ini,, SMA Tunas Bangsa. Kakak juga sangat mendukung ku untuk masuk kesini,,biar bisa mengawasiku katanya.
Aku memang memilih naik kendaraan umum karena aku tidak ingin terlihat mewah dimata teman-teman dan guru baru ku. Karena kalau belum apa-apa sudah terlihat mewah,pasti yang akan mendekat ke arah ku pasti orang-orang munafik. Dengan bergaya hidup sederhana seperti sekarang ini aku jadi bisa menilai siapa sebenarnya yang bisa dijadikan teman yang baik.
Ketika aku masuk ke kelas baru ku,, ada seorang cewek yang mendekat. Penampilannya terlihat unik,,tapi dia sepertinya baik. Aku akan mencoba untuk berteman dengannya. Ternyata namanya Irma. Irma belum tau nama lengkap ku.Kalau sudah tau kira-kira gimana ya? Akan menghinaku kah? Karena nama lengkapku sewaktu di SMP selalu jadi bahan lelucon. Padahal Orang tuaku yang memberi nama sudah pasti tau apa artinya. Flora Hawangi Baskara. Kata Papa artinya Bunga yang wangi dari keluarga Baskara. Tapi mereka malah dengan enaknya memanggil ku dengan sebutan tumbuhan. Apa mereka hanya tau sebutan flora dan fauna? Bodoh sekali mereka,, hanya punya pikiran sedangkal itu tapi sudah berani menghina orang bahkan membully.
Dan ternyata pembully be*o itu ada si SMA ini juga. Memang harus aku beri pelajaran yang lebih menarik agar dia bisa berubah menjadi pandai.
****flashback****
Kejadian di toilet sekolah ternyata sampai ke telinga pak Dimas Bagaskara,pendiri Yayasan Nusa Indah. Pak Dimas amat geram mendengar putri satu-satunya di perlakukan kasar bahkan sudah 3 tahun mengalami pembullyan. Esok harinya pak Dimas langsung mengunjungi Yayasan dan bertemu kepala sekolah yang menjabat sekarang
__ADS_1
"Apa yang akan bapak jelaskan tentang masalah ini" tanya pak Dimas dengan nada yang santai tapi menekan
"Maaf pak,saya benar-benar tidak tahu ada permasalahan seperti ini" Pak Rohmat selaku Kepala sekolah menjawab tanpa berani memandang wajah atasannya.
"Tidak tahu atau pura- pura tidak tahu? bahkan seorang penjaga sekolah seperti pak Budi saja tahu."
"Sumpah pak saya baru tau kalau nona Flo putri bapak sekarang setelah sekretaris bapak menghubungi bahwa putri bapak terkena masalah."
"Bukan itu yang saya tanyakan,,tapi masalah pembullyan yang ada di yayasan saya. Sudah bertahun-tahun tidak ada kasus seperti ini. Pak Dimas benar-benar tidak bisa menahan amarahnya.
"Panggil anak itu kesini,,sekalian orangtuanya. Biar saya ajarkan dia sopan santun"
" Maaf pak boleh saya masuk?"
"Ooh..Nona Flo,,silahkan masuk,,Papa nona ada di dalam.
__ADS_1
" Terimakasih pak,,omong-omong bisa bicaranya biasa saja pak? jangan terlalu sopan kalau hanya didepan Papa saya saja."
Wakil Kepala Sekolah itu hanya melongo mendengar jawaban Flo,,ia tidak merasa kesal karena lebih merasa takut karena selama ini ia pun sudah memperlakukan anak ketua Yayasan dengan tidak baik.
Setelah di dalam ruangan,,Flo langsung menghampiri Papanya.
"Papa tau darimana masalah Flo?"
"Ooh...inces papa tersayang tau darimana papa ada disini?"
"Aishh papa ditanya malah balik nanya."
"Tidak penting siap yang kasih tau,,yang penting sekarang panggil siapa yang sudah berani bully inces kesayangan papa ini. Biar papa ajari sopan santun."
"Nggak usah pa,,nanti biar Flo yang kasih dia pelajaran sopan santun,papa mending ajarin ini bapak-bapak biar bisa bersikap adil. Masa kalah sama kepala sekolah SD dan TK yang lebih muda?" Flo tahu kalau perkataanya tidak sopan terhadap kepala sekolah dan wakilnya. Tapi buat Flo kepemimpinan pak Rohmat dan pak Hafid ini memang sama sekali tidak bijaksana.
__ADS_1
Esoknya Yeni dan genk nya dipanggil dan mendapat ancaman apabila membuat masalah lagi akan dikeluarkan dari sekolah. Dia pun sudah tau kalau papa Flo pemilik yayasan tempatnya sekolah itu.tapi ternyata hukuman itu masih belum membuat Yeni jera.Ia masih saja mencoba untuk menganggu Flo.
flasback off