SEGITIGA SAUDARI

SEGITIGA SAUDARI
BAB II


__ADS_3

Saat perjalanan menuju kantor polisi, bima menelpon siska asistennya untuk datang ke kantor polisi.


Sesampainya mereka di kantor polisi,naya memegang lengan bima dan membawanya masuk seperti seorang tahanan.


Namum aneh, di dalam kantor polisi bima justru di perlakukan seperti seorang raja yang sedang memasuki istananya.


"pagi pak Bima.. Mau ketemu pak.kepala?" tanya salah seorang petugas di situ


Setiap orang yang melihat bima pasti menegurnya, atau paling tidak tersenyum kepadanya.


Di sebuah meja pelayanan naya menyuruh bima duduk di sebuah kursi,dan melaporkan kejadian kepada polisi yang sedang duduk di depan mereka.


Dari belakang suara seorang laki laki terdengar begitu keras menyapa bima.


"pak.bimaaa.. Ada apa pagi pagi sudah datang?"


Bima langsung berdiri dan bersalaman dengan lelaki itu. Dia adalah kepala polisi daerah tersebut.


"apa kabar pak? Sehat?" sapa bima kepada lelaki itu


"selalu..hahaha.. Ayo bicara di ruangan saya saja" ajak kepala polisi tersebut sambil merangkul bima


Melihat bima akan pergi, naya langsung berdiri dari kursinya


"ehh mau kemana jangan lari" ucap naya keras


Bima kembali menghampiri naya, dan dia berbicara kepada petugas yang berada di depan mereka.


"tolong urus laporan mbak ini, kalau sudah selesai kabari saya" ucap bima kepada petugas di situ


Kemudian bima pergi meninggalkan naya dan menghampiri kepala polisi yang menunggunya.


Petugas tadi memberikan selembar kertas kepada naya dan memintanya untuk mengisi data diri sekaligus menceritakan kejadian yang ingin dia laporkan.


Setelah semuanya selesai petugas tadi mengambil kertas laporan naya kemudian menyuruhnya untuk pulang.


"udah? Gitu doang?"jawab naya heran


"nanti setelah selesai diproses kami kabari perkembanganya, untuk saat ini mbak boleh pulang dulu" jelas petugas itu


"tapi orang yang saya lalorkan ada di dalam sana" kata naya sambil menunjuk ruang kepala kantor


"iya..laporannya kami proses dlu mbak"ujar petugas tadi


Dengan kesal, akhirnya naya memutuskan untuk pulang, dia merasa laporan yang dia buat sia sia.


Seperti yang terlihat, kepala kantor ternyata sangat berpihak kepada bima, lelaki itu tidak akan diproses apalagi sampai akan dipenjara.


Saat ingin keluar kantor dia di hadang oleh seorang perempuan cantik berpakaian rapi.

__ADS_1


"kamu yang tadi laporin pak bima?" tanya perempuan itu kepada naya


"anda siapa?" tanya naya penasaran


"saya siska asisten pak.bima" jawabnya samb merogoh tas nya


Kemudian siska mengeluarkan amplop berwarna coklat dan memberikannya kepada naya.


"ini sebaiknya kamu ambil.. Obati luka mu, Dan jangan ganggu pak.bima lagi" ucap siska tegas


Amplop itu berisi sejumlah uang yang memang disuruh bima untuk memberikanya kepada naya.


"anda pikir saya bisa dibeli begini?" jawab naya emosi


"bukannya kamu minta pak.bima tanggung jawab? Ini saya kasi uang atas perintah beliau untuk mengobati luka anda. Bukan kah ini bentuk pertanggung jawaban?" jelas siska kepada naya


Naya pun tak bisa berkata kata dia hanya terdiam dan menghela nafas panjang. Saat siska akan pergi meninggalkannya, naya menarik tangan siska.


"saya gak butuh uang kalian, saya miskin, tp masih punya harga diri, dan itu tidak bisa kalian beli" jawab naya sambil memberikan amplop tadi ke tangan siska


****


Keesokan harinnya Naya dan Celly berada di restoran salah satu hotel bintang 5 bernama de’Cruiste hotel tempat suami Celly bekerja.


Dia adalah Chef jojo, seorang koki terbaik yang sangat ramah, dan selalu murah senyum. Jojo sudah menyukai memasak sejak dia masih SMP


Ibu jojo meninggal sesaat setelah melahirkannya, dan ayah jojo tidak menikah lagi setelah kematian istrinya tercintanya, dia memutuskan untuk merawat jojo sendirian.


Suatu hari ayah jojo meminta anak semata wayangnya itu memasak, karena bakat yang jojo


miliki, masakan yang dibuatnya sangat lezat.


Ayah jojo selalu mengikut sertakan anaknya setiap ada perlombaan memasak, dan benar saja jojo selalu menjadi juara satu. ayah jojo tidak menyia nyiakan bakat anaknya itu, dia mulai memfokuskan pendidikan jojo di dunia kuliner, baginya jojo adalah anugrah yang di titipkan Tuhan, meskipun dia harus membayarnya dengan mengiklaskan istrinya.


Celly sangat beruntung menikahi jojo, karena rumah tangga mereka tidak seperti suami istri pada umumnya, adalah tugas jojo sebagai seorang


suami yang selalu menyiapkan makananan di rumah.


Jojo tidak pernah mengeluhkan hal itu, buatnya memasak adalah sebagian hidupnya, menyajikan makanan lezat yang dia buat dan orang lahap memakannya merupakan kepuasan tersendiri bagi Chef jojo.


Sementara Naya dan Celly duduk menunggu menu spesial jojo sore itu, Naya bercerita kejadian yang dia alami semalam saat mengantar Celly ke


kantornya, Celly sambil mengutak atik Hpnya menanggapi cerita Naya, tak lama kemudian sontak


naya berdiri dari kursinya dan menunjuk seseorang dan berkata kepada Celly


“ Itu tuh kak.. temen kantormu yang sok berkuasa”


dan tanpa sengaja naya juga menumpahkan Coffe latte miliknya. Kemudian Celly mengarahkan

__ADS_1


wajahnya ke orang yang ditunjuk naya, dan spontan Celly langsung menarik tangan naya lalu menyuruhnya duduk.


Benar saja laki-laki yang mereka ceritakan barusan datang memasuki restoran dan langsung duduk


tak jauh dari meja naya dan celly.


Saat itu bima hanya masuk kemudian ada seorang pegawai restoran yang langsung menghampirinya, mereka duduk tak jauh dari tempat naya dan celly.


Pegawai tadi mengeluarkan sebuah map dan memberikannya ke bima, lalu bima segera berdiri dan meninggalkan tempat itu.


“ itu boss kantor kakak, pak Bima”. Ucap celly berbisik


Celly tidak berani melihat kearah Bima takut kalau


perkataan adiknya tadi di dengar oleh boss kantornya,celly akan merasa sangat canggung jika boss kantornya mengetahui bahwa adiknya yang menampar dan yang melaporkan ke polisi orang no 1 di kantornya itu, sementara naya selalu memalingkan wajahnya, karena setiap melihat bima dia selalu merasa kesal.


Tanpa mereka sadari ternyata Bima menghampiri naya dan celly membawa secangkir Coffe latte, Bima menaruh minuman itu di meja mereka dan


berkata,


“cellyna.. sampaikan maaf saya ke temanmu”


lalu celly berdiri dari kursinya dan menjawab dengan lembut dan terbata-bata


“ii.. ii..iiya Pak.Bima”.


Bima hanya menganggukan kepalanya dan berjalan pergi.


Celly terduduk lemas di kursinya, suasana hatinya memburuk, dia masih memikirkan apa yang harus ia katakan kalau saja suatu saat Bima tau kalau naya adalah adik kandungnya.


Tak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun sampai, dua piring Grilled Beff Tenderloin maha karya chef Jojo dan saat itu dia langsung yang mengantarkannya.


dia ingin menemui istri tercintanya dan ingin melihat


senyum bahagia Celly ketika menyantap makanan special yang dibuatnya ,namun semuanya tak sesuai espektasi jojo.


"kenapa kakak kamu nay? Kusut banget mukanya? Tanya jojo kepada naya


" naya semalam nampar bos aku mas, trus dia juga lapor pak.bima ke polisi"jawab celly kepada jojo


Belum sempat naya memotong steak nya jojo langsung mengambil kembali piring makanan naya.


" SERIUS NAY? Keren banget kamu nay. Hahaha" puji jojo sambil tertawa


Naya hanya tersenyum dan mengambil kembali piring steaknya dari tangan jojo.


" kalian berdua tu sama aja deh" ucap celly sambil memakan steak nya.


Dan baru kali ini Celly merasakan masakan buatan suaminya tak senikmat biasanya.

__ADS_1


Sementara naya bersegera melahap habis Grilled Beff Tenderloin miliknya, terlepas dari rasa kesal yang naya rasakan kepada Bima, makanan yang di buat jojo merubah suasana hatinya, menarik senyum lebar dibibirnya dan menutup hari itu dengan indah.


Namun tanpa ada yang menyadari, dari sudut ruangan restoran tersebut bima sedang memperhatikan mereka dengan pandangan yang tak bisa dijelaskan maknanya.


__ADS_2