SEGITIGA SAUDARI

SEGITIGA SAUDARI
VII


__ADS_3

(di depan lift saat hari ulang tahun celly)


“ini kan jam makan siang, kamu makan sama saya mau Cell? ada yang mau saya bicarakan” Ucap bima saat pintu lift terbuka.


Celly sangat senang bisa makan siang dengan bima, orang yang sangat dia kagumi di kantor itu.


Tidak ada yang mengetahui kedekatan antara celly dan bima seperti apa, mereka tampak biasa biasa saja di kantor. Layaknya seperti atasan dan bawahan.


Sampai saat bima dan celly masuk ke mobil dan semua acting mereka berhenti sejenak.


Bima langsung segera meraih kepala celly dan mengulum bibir perempuan itu dengan penuh nafsu.


Begitu juga celly, dia seperti menyerahkan seluruh tubuhnya kepada bima, celly menikmati setiap sentuhan bima di tububnya.


Mereka seperti pengantin baru yang berpuluh puluh tahun terpisahkan kemudian hari ini dipertemukan.


"aku kangen banget sama kamu cell" ucap bima sambil mencium celly tanpa henti


Dia sadar kalau celly telah menikah, namun bima tak mampu menahan perasaannya, celly selalu mengisi pikirannya.


Celly awalnya menolak bima, namun lambat laun dia luluh dengan pesona sang atasan yang selalu memberikan sesuatu yang dia inginkan.


Kekayaan yang dimiliki bima membutakan celly, membuatnya lupa akan suaminya, dan menundukkannya di hadapan bima.


Celly begitu terkejut ketika keesokan harinya jojo mengatakan bahwa dia melihat celly dan bima masuk ke mobil.


Celly mengira jojo akan mengatakan kalau dia melihat apa yg Celly lakukan bersama bima di dalam mobil, itulah yang membuat celly menjatuhkan piring di dapur saat itu.


Kemudian karena panik dan takut jojo curiga, celly membuat alasan kalau bima suka dengan adiknya naya.


***


(Di pinggir kolam dekat rumah keluarga Nugroho)

__ADS_1


"aku gak kuat dengarnya bim, kamu mau dijodohkan ibumu sama adikku sendiri, terserah kalo sama orang lain tapi jangan naya" ucap celly sambil menangis di pelukan bima


"sekalipun aku nikah sama naya, aku tetap cintanya sama kamu cell, kamu gak usah takut, kita akan terus seperti ini" jawab bima


Bima telah beberapa kali meminta celly untuk menceraikan jojo, namun celly selalu menolak, pasalnya celly sama sekali tak punya alasan untuk meminta cerai kepada jojo.


Dia adalah suami yang baik, dan selalu menuruti apa yang celly inginkan, meskipun celly telah selingkuh dari suaminya, dia tak sanggup jika harus meminta cerai kepada jojo.


Celly sebenarnya sadar, kalau yang dia lakukan saat ini justru sangat menyakitkan untuk jojo jika dia tau kebenarannya.


Namun celly tetap saja tak bisa melepaskan jojo, dan senang berada di belakang layar bersama bima.


TOK TOK


Terdengar seperti orang sedang mengetuk pintu kaca yang membatasi antara ruang keluarga dan kolam renang.


Bima dan celly langsung melepaskan pelukan mereka, dan celly mengusap air matanya.


kemudian tak lama kemudian keluar beberapa orang kerabat pak nugroho yang ingin bersantai di pinggiran kolam.


"lagi cari angin aja, saya masuk dulu om" kata bima sembari meninggalkan rombongan tersebut


Celly mengikuti langkah bima dari belakang, kemudian Bima menyuruh celly merapikan dirinya dan kembali duduk di meja makan.


Lalu bima memandangi sekitar mencoba mencari tahu siapa yang memberi isyarat dengan mengetuk pintu kaca tadi.


Namun bima tak melihat sesuatu yang aneh, dia tidak bisa menemukan atau mencurigai siapa yang kira kira tadi memberi tanda bahwa akan ada rombongan yang akan mendatangi kolam renang.


Orang yang mengetuk pintu kaca itu pasti melihat apa yang kami lakukan, sial. Ucap bima dalam hati


***


Saat acara telah selesai, naya pulang bersama kakaknya celly, selama perjalanan celly terlihat murung. Berbeda dengan naya dia selalu tersenyum malu sambil mengemudikan mobil menuju arah rumah mereka.

__ADS_1


Selalu terngiang dikepalanya keinginan nyonya ningsih untuk menjodohkan naya dan bima membuatnya berbunga bunga, ditambah lagi pak nugroho juga sangat mendukung perjodohan mereka.


Sudah dari sejak lama pak nugroho dan nyonya ningsih memaksa bima untuk segera menikah, namun bima selalu memberikan jawaban yang tak pasti.


Bima seorang lelaki yang sangat sempurna dengan segala kelebihan yang dia miliki, membuat naya tak perlu berpikir panjang untuk memutuskan. Naya akan sangat senang mengatakan kalau dia ingin bisa menikah dengan bima.


Namun tetap saja naya merespon keinginan keluarga pak nugroho dengan tidak terburu buru, dia menjaga harga dirinya sebagai perempuan, meskipun dalam hatinya dia sangat senang dengan perjodohan itu.


"aku harus gimana ya kak sama bima? Jadi canggung banget tadi, hahaha" ucap naya kepada kakaknya


"ya kamu sok jual mahal aja dulu, toh belum kenal banget sama bima" jawab celly datar


"iya sih, jalanin aja dlu kali ya, kakak tau sendiri aku gak pernah pacaran" kata naya


Celly hanya mengangguk lemas, menyandarkan tubuhnya di kursi mobil sambil memandangi lampu jalan malam itu.


Pikirannya tak karuan, entah apa yang harus dia lakukan, disatu sisi dia sangat senang menjalani hubungan dengan bima, bahkan telah tumbuh rasa cinta dalam hatinya, namun disisi lain ini adalah jalan keluar bagi mereka untuk mengakhiri semua dosa yang dia dan bima lakukan.


Celly ingin mengakhiri semua dan kembali hidup normal dengan suaminya, tapi juga sulit baginya untuk meninggalkan kekasih gelapnya, belum lagi dia harus menghadapi bima yang pastinya tidak akan senang dengan keputusan tersebut.


Saat sampai di rumah mereka berdua sangat kelelahan, karena perjalanan yang cukup jauh dan waktu sudah menunjukan pukul 00.30 tengah malam.


Naya bergegas masuk ke kamarnya setelah berpamitan dengan celly. Dia tak sanggup lagi menahan kantuk dimatanya.


Sementara celly justru sepertinya akan terjaga semalaman memikirkan apa yang harus dia lakukan.


Celly masuk ke kamarnya, dia temukan suaminya jojo telah tertidur pulas di sofa dekat kamar mereka dengan televisi yang masih menyala di hadapanya.


Jojo sepertinya menunggu mereka pulang, namun karena sudah larut malam dan kelelahan bekerja akhirnya dia tertidur di sofa.


Celly memandangi dalam wajah suaminya, dia mengambil selimut dan membaringkan suaminya di sofa.


"apa yang sudah aku lakukan? Kenapa setega ini aku dengan suamiku yang sangat mencintaiku? Dia selalu memberikan apa yang aku inginkan, selalu berada di dekatku disaat aku butuhkan, tapi kenapa aku malah memikirkan lelaki lain?"

__ADS_1


Pertanyaan yang muncul dalam benak celly, menumpahkan air matanya, membuatnya merasa menjadi seorang yang sangat jahat dan tak pantas mendapatkan kasih sayang dari laki laki sebaik jojo.


Celly tak sanggup memandangi wajah suaminya saat itu, dia keluar kamar dan menangis tersedu sedu di teras rumahnya. Merenungi segala perbuatan keji yang tak seharusnya dia lakukan.


__ADS_2