SEGITIGA SAUDARI

SEGITIGA SAUDARI
BAB IV


__ADS_3

Naya adalah karyawan sebuah toko cake and bakery yang terletak tak jauh dari rumahnya, Setelah kematian ayahnya naya saat ini tinggal bersama Celly dan jojo, mereka memutuskan untuk menjual rumah ayahnya.


karena rumah ayah mereka sudah sangat tua dan dianggap terlalu besar untuk ditinggali naya seorang diri.


Manager toko roti tempat naya bekerja tidak terlalu suka kepada naya,entah apa yang membuat pria paruh baya itu sering bersikap kasar kepadanya. naya kerap kali dimarahi oleh managernya karena kesalahan yang sepele, bahkan kesalahan yang


dibuat-buat. pernah suatu hari manager tersebut menyuruh menggantikannya menjadi kasir, manager itu sengaja mengambil uang hasil penjualan dan menuduh naya mencuri uang itu kemudian meminta


naya mengganti kerugiannya.


Walaupun naya tidak mengambil uang itu dia


tetap mengganti kekurangan uang , meski kerap kali tertindas namun naya membutuhkan pekerjaan ini dan karena kecintaannya membuat roti naya masih tetap bertahan di toko itu.


Hari ini, seperti biasanya naya berangkat pagi hari pukul 06.30 dengan berjalan kaki dari rumahnya menuju toko roti. membutuhkan sekitar 10


menit perjalanan untuk sampai di tempat kerjanya, jam 06.40 pagi dia sampai dan membuka toko tepat jam 07.00 pagi.


Teman kerja naya adalah seorang perempuan bernama Dita, dia adalah youtuber dengan 10 orang


subscriber itupun 5 orang adalah akun fake (palsu) yang dibuatnya sendiri, dia menamakan dirinya selebgram, dengan folowers 1k, tentu


saja akun beli pastinya.


Dita sangat lebay dan terobsesi dengan paula


istri Baim wong, dia selalu melakukan give away roti yang dibuatnya setiap hari di akun isntagramnya, meski begitu naya sangat menyayangi


sahabatnya ini.


Pagi itu dita datang dengan tergesa-gesa, dia berlari


menuju sahabatnya yang sedang merapikan tempat kerjanya, Dita menghampiri naya dan memeluknya erat


“yaa.. nayaaaa.. aduh gue mau mati rasanya nay”ucap dita panik


“kenapa lagi? nambah followers?” jawab naya merespon acting temannya


“gue disenyumin cogan (cowo ganteng) tadi di depan toko dit”.ujar dita sumringah


Memang seperti itulah tingkah sahabatnya ini, tingkat kepercayaan dirinya sangat tinggi yang akhirnya membuat dia sering baperan.


Tepat pukul 10.00 pagi manager toko mereka datang, dita yang saat itu berada di meja kasir menyapanya.

__ADS_1


"Selamat pagi pak" sapa dita ramah


"gak usah sok akrab, buatkan saya kopi." jawab managernya ketus


sambil berbisik pelan dita berkata “gua racunin juga ni manusia”


"apa kamu bilang?" tanya manager itu yang samar samar mendengar dita berbicara


"hehe.. mau manis apa engga pak kopinya?" ucap dita sambil tersenyum palsu


"dimana mana kopi tuh pahit Dita" kata manager


(berbisik “muke lu pait”) "hehe.. oke pak"


Dengan kesal dita masuk ke dapur dan ngedumel di samping naya,


"sok akrab lagi lu?" tanya naya kepada dita


Dita hanya terdiam sambil mengambil cangkir dan menaruh bubuk kopi yang dipesan oleh pak. Manager.


"sabar ya beb, tar kalo rumah gue udah laku, kita cabut dari sini." lanjut naya berbicara


"Bawa gue keluar ya nay.. gue gak tahan lagi sama Datjal itu" jawab dita memohon


oleh managernya untuk pulang lebih awal,dia akan menemui orang yang akan membeli rumah ayah mereka yang di jual.


Hasil dari penjualan rumah itu akan dibagi dua dengan kakaknya Celly, Naya berencana untuk


membuat toko roti sendiri dan mengajak temannya dita untuk membuka bisnis bersamanya agar keluar dari siksaan managernya saat ini.


Setelah sampai di rumah almarhum ayahnya, akhirnya yang ditunggu-tunggupun datang juga, sebuah mobil sedan hitam mewah parkir


tepat di depan rumah ayahnya, mobil itu sepertinya tak asing buat naya, dan ternyata benar saja, yang keluar dari mobil itu adalah Bima.


naya bangkit dari duduknya dan berdiri melongo, Bima datang menghampiri naya dan berdiri di depannya.


naya merasa canggung dengan kedatangan Bima, karena dia tidak tahu kalau calon pembeli rumahnya adalah Bima, mereka hanya berbicara lewat


telpon dan membuat janji untuk bertemu.


Kemudian Bima masuk kedalam dan melihat-lihat rumah itu. hanya sekitar 15 menit mereka berkeliling rumah dan saat dita sedang menjelaskan tentang rumah itu Bima langsung memotong omongan naya.


"Saya Beli rumahnya" ucap bima tiba tiba

__ADS_1


Dita bengong dan terdiam mendengar bima mengatakan ingin membeli rumah itu, dia adalah satu satunya calon pembeli dan langsung akan membeli rumah tua itu.


"Besok pagi kamu ke kantor saya bisa?" lanjut bima sambil memperhatikan langit langit rumah.


"Bi.. Bisa pak" jawab naya terbata bata


"Oke deal.. Tolong siapkan surat-surat rumahnya" ucap bima melanjutkan


"Bapak beli rumah kayak beli kelengkeng ya pak?" jawab naya masih tak percaya


Bima hanya senyum dan segera berpamitan dengan naya, dia masuk ke mobil dan segera pergi. naya masih bengong di depan rumahnya, dia


langsung mengambil HPnya dan menelpon kakaknya Celly dan dengan gembira memberi tahu Celly kalau bos kantornya yang telah membeli


rumah mereka.


KEESOKAN HARINYA


Naya hari ini tidak datang ke toko, dia sengaja tidak memberi kabar kepada manager tokonya, juga tidak memberi tahu teman kerjanya Dita kalau dia tidak datang hari ini, rencananya dia akan berhenti


kerja dan keluar dari siksaan manager mereka.


hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga.


Menggunalkan stelan kaos polos dan celana jeans dengan sepatu vans hitam naya berangkat menuju kantor Bima.


Sesampainya di kantor Bima dia berhenti sejenak di halaman parkir, naya teringat kejadian beberapa bulan lalu ketika Bima hampir menabraknya. kemudian naya melangkahkan kakinya dengan yakin memasuki gedung perkantoran tersebut.


Di ruangannya, bima sedang bersama ibunya, nyonya ningsih adalah seorang wanita baik hati berpenampilan sederhana namun berkelas dan wajahnya sangat awet muda.


"kamu ngapain lg sih bim beli rumah tua begitu?" tanya ibunya sambil memberikan kembali HP bima


Bima baru saja memperlihatkan kepada ibunya rumah yang akan dia beli kepada ibunya dari galery HP nya.


"yah.. Buat infestasi bu, tinggal dirapikan sedikit" jawab bima sambil tersenyum


"kamu ini.. Pasti ada apa apanya nih" kata ibunya curiga


Bima hanya tersenyum kepada ibunya, kemudian telpon kantornya berbunyi. Sekertarisnya memberitahukan bahwa naya telah datang dan ingin menemuinya.


"suruh dia ke ruangan saya" jawab bima singkat.


Tak lama kemudian pintu ruanganya diketuk, masuk lah naya dan siska sekertaris bima. Kemudian pada saat ibu bima melihat naya, perempuan tua itu terkejut dan langsung berdiri dari kursinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2