
“Ya ampun.. Naya? Kamu ngapain ke sini?” Tanya Nyonya Ningsih
“Saya mau ketemu pak.Bima bu ning, ada perlu” Jawab nanya sembari meraih dan mencium tangan nyonya Ningsih
Nyonya ningsih adalah langganan tetap di toko roti tempat naya bekerja, suatu hari mobil Nyonya Ningsih mogok tepat di depan toko roti itu, kemudian karena diluar cuaca cukup panas, Nyonya ningsih masuk ke toko roti untuk membeli bebrapa roti sambil menunggu mobil lain menjemputnya.
Ketika dihidangkan sepotong Red Velvet Cake buatan naya, Noyonya ningsih sangat terkejut dengan kelezatan Cake itu, Potongan cake yang lembut, dengan aroma yang lezat dan dengan balutan coklat leleh yang manis membuat nyonya ningsih meram melek memakan cake itu, dia baru pertama kali merasakan Cake senikmat ini.
Nyonya ningsih adalah seorang pecinta kuliner, dia memiliki kesukaan tersendiri terhadap cake dan roti, nyonya ningsih kerap kali berkeliling indonesia bahkan dunia untuk mencicipi cake atau roti.
Namun hari ini lidahnya dikejutkan oleh sepotong cake buatan naya.
Mulai dari kejadian tersebut Nyonya ningsih selalu menyempatkan setiap minggunya untuk datang dan makan cake di toko tempat naya bekerja itu, Nyonya Ningsih pun penasaran dengan orang yang membuat cake itu, dan kemudian berkenalan dengan Naya yang akhirnya membuat Nonya Ningsih dan Naya menjadi cukup dekat.
Hari itu Nonya ningsih ditakdirkan untuk datang ke toko tersebut kemudian berkenalan dengan Naya, dan Hari ini Naya juga ditakdirkan untuk datang ke kantor Bima dan bertemu dengan nyonya ningsih.
“Kenapa kamu jual rumah mu nay? lagi Butuh uang? kan bisa bilang bu ning?” ucap Nyonya Ningsih kepada naya
“Engga Bu ning, naya nanti mau tinggal sama kakak aja, gak enak juga tinggal di rumah gede begitu sendirian” jawab naya jujur
“Ibu kenal sama dia?” potong Bima ditengah obrolan naya dan ibunya
Nyonya ningsih tidak menjawab pertanyaan bima, dia sangat senang bertemu dengan naya, begitu juga naya yang sudah menganggap nyonya ningsih seperti ibu kandungnya.
"yaudah nay, bu ning tunggu kamu sampe selesai, habis ini kita ke toko kamu ya?" kata nyonya ningsih sambil duduk di sofa ruang kerja Bima.
"iya bu.ning"jawab naya singkat
Kemudian naya menyerahkan map berisi dokumen kepemilikan rumah yang akan dijual. Dia telah mempersiapkan semuanya sesuai dengan yang bima pesankan.
Karena dokumenya lengkap tanpa menunggu waktu lama,kurang lebih hanya 20 menit dengan dibantu siska sekretaris bima, urusan jual beli rumah itu telah seslesai.
__ADS_1
Bima mengambil semua surat suratnya dan memberikan cek kepada naya sesuai dengan jumlah harga yang mereka sepakati.
"terimakasih pak, saya gak nyangka rupanya pak.bima yang membeli rumah saya" ucap naya sambil menyalami bima
Setelah semua selesai, naya dan bu.ning keluar dari ruangan bima sambil bergandengan.
Nyonya ningsih seperti sedang membicarakan sesuatu yang serius dengan naya, tapi entah apa yang mereka bicarakan.
***
Ketika jam makan siang, Bima bertemu dengan Celly di lift, kebetulan mereka berada di lantai yang sama dan sama sama ingin turun. di dalam lift bima menceritakan kepada Celly bahwa dia telah membeli rumah ayah mereka dan dalam waktu dekat akan merenofasi rumah tersebut.
“ini kan jam makan siang, kamu makan sama saya mau Cell? ada yang mau saya bicarakan” Ucap bima saat pintu lift terbuka.
“Boleh pak, saya kebetulan memang mau makan siang” Jawab Celly singkat
Entah suatu kebetulan atau bukan, saat Bima dan Celly keluar kantor berdua, dari kejauhan terlihat jojo suami Celly datang ingin membawakan makan siang kepada Celly. hari itu dia sengaja datang ke
kantor Celly dengan niat untuk memberikan kejutan karena hari ini adalah ulang tahun Celly.
Kemudian Bima dan Celly pergi ke sebuah Café tak jauh dari kantor mereka dan makan siang berdua.
***
Di sebuah mobil mewah yang melaju menuju toko roti tempat naya bekerja, Nyonya ningsih dan naya sedang merencanakan sesuatu. Minggu depan tepat 30 tahun ulang tahun pernikahan Nyonya Ningsih dan Pak.Nugroho suaminya.
Nyonya Ningsih ingin Naya membuatkan sebuah Cake yang spesial untuk hari Anniversary mereka, karena Nyonya Ningsih sangat suka dengan Cake
yang selalu dibuatkan naya untuknya.
Sesampainya di toko roti manager naya langsung memarahinya karena tidak memberi kabar kalau hari ini dia tidak masuk kerja.
__ADS_1
Namun ucapan dari pria itu sama sekali tidak diperdulikan naya, dia hanya berjalan melewati managernya untuk menemui sahabatnya Dita.
Di dalam toko Naya melihat Dita sedang menyusun roti yang baru saja matang di rak etalase roti.
Ketika melihat dita naya tersentum sumringah.
“Dit.. ini hari yang kamu tunggu-tunggu” Kata naya sambil memegang tanggan Dita
"maksudnya nay?, eh lu kenapa gak ngabarin kalo gak masuk kerja? " tanya dita kepada naya
Kemudian dita mengeluarkan kertas cek yang diberikan bima kepadanya tadi.
Melihat nominal yang begitu banyak, Dita tersenyum gembira. kemudian dia memandang sinis ke arah managernya dengan wajah penuh dendam.
“LO URUS NI TOKO SENDIRIAN, KITA CABUT, DASAR DAKJAL” ucap dita sampil melempar serbet yang dipakainya ke manager mereka.
Manager itu terdiam dan tak berkata apapun sambil menatap kepergian dua karyawannya.
Rasanya begitu lega buat naya dan dita, penderitaanya selama ini telah berakhir, melempar serbet ke wajah managernya adalah satu satunya hal yang ingin dia lakukan sejak pertama kali bekerja di toko roti tersebut.
Naya mengenalkan dita kepada Nyonya Ningsih yang dari tadi menunggu mereka di dalam mobilnya. Kemudian naya dan dita diantarkan oleh nyonya ningsih ke sebuah ruko kecil yang nantinya akan mereka jadikan toko cake and bakerry milik Naya.
Pada saat malam hari jojo menunggu istrinya Celly di rumah dengan berbagai kejutan yang telah dia siapkan, Naya dan Dita saat itu juga ada karena mereka sudah sepakat dengan jojo untuk memberi kejutan kepada Celly.
Tepat jam 19.00 WIB Celly sampai di deoan pintu rumahnya, dilihatnya rumah itu sangat gelap, lampu di rumah tersebut belum ada yang dihidupkan, pikirnya mungkin suaminya dan naya belum pulang, namun
ketika dia membuka pintu.
“SURPISEEEE”
Lampu ruang tengah langsung hidup, Naya dita dan jojo telah menunggu kedatangan mereka dengan sebuah Cake Cokelat di tangan jojo.
__ADS_1
“Selamat Ulang tahun sayang” ucap jojo kepada Celly
Tak sanggup menahan haru, Celly pun meneteskan airmata dan memeluk suaminya. Menutup malam itu dengan indah dengan potongan cake coklat yang manis dan penuh suka cita.