
Pagi yang cerah di hari minggu. Seperti biasa Celly bangun dan menyiapkan sarapan. Saat celly sedang mengoles slay strawberry di roti, dari belakang jojo memeluk istrinya.
"selamat pagi sayang" sambil mencium pipi istrinya
Celly hanya tertawa geli menanggapi perlakuan suaminya. Namun tiba tiba raut wajah jojo berubah datar.
"semalam sebenarnya mas dateng ke kantor kamu pas jam makan siang" ucap jojo
"oh iya? Ada perlu apa mas? Kok gak ketemu aku?" jawab celly sambil mengambil piring
"ketemu kok, mas liat kamu masuk mobil bareng bima" kata jojo
PRANNNKK
Celly tak sengaja menjatuhkan piring yang dipegangnya.
Celly seperti orang yang ketakutan ketika mendengar jojo melihat dia dan bima pergi bersama.
"kamu kenapa cell?" ucap jojo panik
Jojo melihat sedikit keanehan pada istrinya, Celly seperti merahasiakan sesuatu.
"mas.. Ada yang mau aku omongin ke kamu" ucap celly kepada suaminya
Celly langsung terduduk di kursi ruang makan mereka sambil menghela nafas panjang.
"kenapa sih yang, ada apa sebenarnya?" tanya jojo kepada celly
"kamrin aku makan siang bareng pak. Bima, dia yang minta, dia bilang mau ngomong sesuatu" ucap celly membuka pembicaraan
"dia ngomong apa?" tanya jojo penasaran
"pak.Bima suka sama naya mas, dia minta tolong sama aku supaya bisa bantu dia deketin naya" jawab celly
"trus gimana? Kamu mau bantuin?" lanjut jojo
" aku bantu sebisa ku aja mas, selanjutnya ya terserah naya gimana" jawab Celly singkat
Tak lama kemudian naya keluar dari kamarnya dan langsung menuju dapur, dia terbangun karena mendengar suara piring pecah.
__ADS_1
"kenapa kak? Ada apa? " tanya naya sambil menggaruk garuk kepalanya
"engga apa apa cuma piring jatuh, kakak gak fokus tadi, kamu mandi sana trus sarapan ya" jawab celly
Tanpa menjawab apa apa naya meninggalkan dapur dan kembali menuju kamarnya.
"tapi kenapa kamu sepertinya gak senang kalo bima dekat sama naya?" lanjut tanya jojo kepada celly
"entah lah mas, aku ngerasa pak. Bima bukan orang yang tepat buat naya. Semoga aja perasaanku gak benar" jawab celly
***
Di rumah pak. Nugroho sedang ada pertemuan keluarga besar, para rekan bisnis dan kerabat dekat. Untuk merayakan anniversaries pak Nugroho dan Nyonya Ningsih.
Sebuah pesta yang sangat megah dan elegan, hidangan terbaik yang disajikan dengan looks yang mewah dan sangat lezat.
Di tengah pesta nyonya ningsih menghampiri bima yang sedang berjalan di pinggiran kolam sambil memegang segelas wine.
"bim.. Kamu ngapain sendirian disitu" ucap nyonya ningsih
"loh.. Ibu yang ngapain di sini, di dalam lagi rame rame merayakan anniversary ibu bapak, kok ibu malah di sini?" jawab bima
Melihat ekspresi ibunya Bima langsung mendekat dan merangkul ibunya, dan membawa ibunya duduk di kursi dekat pinggir kolam renang.
"ibu sudah 30 tahun menikah, kamu satu satunya anak ibu, artinya cuma sekali ibu ngerasain gendong bayi. Itu pun 28 tahun yang lalu. Sekarang kamu sudah besar, sudah dewasa" lanjut nyonya ningsih bercerita
Bima sudah mengerti maksud dan tujuan ibunya menceritakan hal itu, saat ini bima sudah berusia 28 tahun, sudah saatnya dia menikah, namun sampai hari ini dia belum pernah membawa seorang perempuan untuk dikenalkan kepada ibu dan bapaknya.
"ehh bim.. Kamu nikah sama naya aja gimana?" ucap nyonya ningsih penuh semangat
"naya yang rumahnya aku beli itu bu? Tukang roti favorit ibu" jawab bima
"iya bim.. Kan dia cantik, baik lagi, trus pinter masak pasti, buat roti aja enak kok" kata bu ningsih bersemangat
"ah ibu.. Baru juga ketemu beberapa kali masa udah mau langsung nikah aja" ujar bima menjelaskan
"gak apa apa bim, nanti ibu sering sering ajak naya ke rumah kita, trus kamu deketin dia" pinta nyonya ningsih kepada anaknya
"mmmm.. Gimana ya bu, sebenarnya.."
__ADS_1
Belum sempat bima melanjutkan ucapannya tiba tiba siska skretaris bima datang menghampiri mereka dan membawa pesan dari pak. Nugroho.
"maaf Nyonya, pak. Nugroho minta nyonya dan pak. Bima bisa ikut bergabung di dalam, acaranya sudah akan dimulai" ucap siska dengan sangat sopan
Kemudian bima merangkul ibunya dan membawanya masuk ke ruang tengah rumah mereka tempat acara anniversary perkawinan pak nugroho dan nyonya ningsih di adakan.
Pak nugroho memotong cake dan menyuapkan kepada istrinya dan begitu juga sebaliknya. Acara itu berlangsung dengan mewah dan elegan.
Semua tamu yang hadir terlihat begitu anggun dan gagah, para kaum elite berkumpul atas undangan pak.nugroho orang yang sangat disegani di kota, hadir dalam pestanya menentukan tinggi derajat orang tersebut.
Namun ada sedikit pemandangan aneh dimata pak.nugroho, dia melihat 2 orang gadis muda yang cantik namun wajahnya tak pernah dia kenali.
"siapa mereka bu?" tanya pak nugroho kepada istrinya
"itu naya dan celly, naya yang buat kue kita ini pak, celly salah satu karyawan di kantor bima, saya yang mengundang mereka "jawab nyonya ningsih
Kemudian nyonya ningsih memanggil naya dan celly untuk dikenalkan langsung kepada pak.nugroho, itulah pertemuan pertama mereka.
Lalu nonya ningsih mengajak celly naya dan bima makan satu meja dengan pak nugroho, merupakan suatu kesempatan yang langka bagi celly dan naya bisa makan satu meja dengan salah satu orang yang berpengaruh di kota mereka.
"naya cantik ya pak, cocok deh kalo sama bima" kata nyonya ningsih membuka obrolan
"hahaha si bima yang jelek bu, mana mau wanita secantik naya sama dia"canda pak nugroho
Naya hanya menundukkan kepalanya, dia meremas gaunnya di pahanya dengan kedua tangannya sambil tersenyum malu. Sementara bima lahap memakan steaknya seolah olah tidak mendengarkan percakapan orang tuanya.
Kemudian celly berdiri dan permisi untuk ke toilet, tak lama setelah itu bima pun berdiri dan izin untuk ke toilet juga.
"ayo ikut saya sebentar" ucap bima kepada celly
Ternyata bima dengan sengaja mengikuti celly, dia meraih tangan celly dan membawanya ke pinggir kolam.
Sambil berjalan celly terlihat meneteskan air mata, dan dia sesekali menghapus air mata yang tak terbendung lagi.
Tanpa sengaja siska sekretaris bima melihat bima dan celly, siska merasa ada yang aneh dengan atasannya, kemudian siska berusaha untuk mengikuti bima dan celly untuk mengetahui apa yang terjadi, lalu dia melihat pemandangan yang sangat mengejutkan.
Siska melihat bima memeluk celly dengan erat di pinggir kolam, siska melihat bima menyela air mata celly.
Bima dan celly seperti sedang berdebat tentang sesuatu, kemudian siska mencoba mendekati mereka, berusaha untuk mendengar apa yang mereka bicarakan.
__ADS_1