Seindah Senja Di Ujung Cakrawala

Seindah Senja Di Ujung Cakrawala
1. Prolog


__ADS_3

Keyla Anastasya Putri Ramadina itulah namanya. Seorang anak korban perceraian kedua orangtuanya. Ketika Tasya berumur dua tahun ia harus menjadi korban Broken Home. Umur yang sangat belia dan seharusnya di umur itu anak harus mendapatkan perhatian lebih. Meski terdiri dari dua kata tapi untuk yang menjadi korban broken home itu sangat menyakitkan dan itu adalah kata yang paling di benci dan berharap tidak ada lagi kata itu. Hanya terkadang Tasya selalu bersembunyi di balik senyuman untuk menutupi lukanya. Atau mengubur semua rasa lelah, sakit, kekecewaan dan penderitaan dengan mencoba memulai hal yang baru. Yap gadis itu memilih membuka lembaran baru bersama ke dua orang tua angkatnya. Karena Tasya yakin hidup itu tidak akan selamanya menderita kan? Akan datang kebahagian walaupun hanya sesaat.


Aditya Naufal Dary Abiyyu seorang anak orang kaya. Ayahnya seorang pengusaha yang cukup terkenal di kota A. Ibunya Sudah meninggal setelah melahirkan Naufal. Naufal seorang anak yang pendiam Dia hanya berbicara seperlunya saja. Namun di balik sikap pendiamnya. dia seorang anak yang pintar tak heran jika dia ketua OSIS di Sekolahnya.


 


 


I love you senja


Senja mulai pergi menjemput malam. Langit di ujung cakrawala kini tak lagi biru. Ia telah memancarkan polesan warna jingga, senja dalam balutan gradasi warna yang begitu indah. Paduan warna yang tergambar jelas dan nyata memantapkan pesan kekuasaannya. Awan ceria mengantarkan sang raja siang ke peraduan dan menjemput bidadari malam yang akan menyinari bumi Tuhan ketika gelap menyelimuti.


 


Sore ini Tasya memutuskan untuk jalan - jalan di tempat barunya. Tasya berjalan melintasi bangunan - bangunan indah yang begitu asing. Ya, inilah hari pertama Tasya tinggal di kota A. Bersama keluarga baru


setelah kejadian pahit yang di alaminya. Dan di sini pula kehidupan Tasya akan di mulai bersama ke dua orang tua angkatnya.


 

__ADS_1


Tasya memutuskan untuk menghabiskan sisa hari ini di luar. Tasya rindu dengan sesuatu "SENJA". Tasya sangat menyukai senja. Berbeda dengan orang lainnya yang lebih suka sunset atau suka dengan malam. Senja adalah waktu yang paling disuka nya. Pada senja Tasya bisa mencurahkan dan mengadu semua keluh kesahnya.


Sungai kecil dengan jembatan kayu yang melintas di atasnya ternyata cukup untuk menarik perhatian kedua kakinya. Tasya mengambil posisi menghadap ke pinggir jembatan, dari sana Tasya bisa melihat pemandangan yang sangat indah, dan dari sana pula Tasya bisa melihat senja, suasana senyaman inilah yang Tasya rindukan.


 


Memang Senja Selalu menjadi waktu yang paling di tunggu. Saat dimana matahari kembali ke peristirahatannya setelah seharian berjuang memberi sinar kehidupan untuk bumi. Senja menghadirkan eksotisme angkasa, semburat jingga di langit dan pemandangan terbenamnya matahari selalu bisa menghipnotis setiap insan yang telah lelah melewati hari nya.


 


"I LOVE YOU Senjaaaa..."


"Aku suka menikmati mu yang secepat waktu menghilang tanpa berpamitan, yang datang entah kapan aku minta."


 


 


"Berisik woy, kaya orangutan Loe teriak-teriak di pinggir sungai."

__ADS_1


 


Teriak seorang lelaki yang entah dimana keberadaan nya, Tasya celingak - celinguk mencari asal suara itu. Nampak lah seorang lelaki yang sedang berjalan menuju ke jalan raya. Sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling.


 


"Arrghhh! Siapa sih tuh orang, ganggu aja beraninya mengganggu ketenangan seorang Anastasya." Ucap Tasya sambil mendengus kesal.


Tasya mencoba untuk menahan emosinya dan menstabilkan amarahnya. Sesekali Tasya membuang kasar nafasnya.


Hari sudah hampir malam, Tasya beranjak dari duduknya dan bersiap pulang ke rumah. Tasya takut ayah dan bundanya mengkhawatirkan kondisi Tasya , karena Tasya baru pertama kali menginjakkan kaki di kota ini.


 


Banyak orang bilang Tasya seorang anak yang berprestasi, Tasya tidak menampik hal itu. memang semenjak Tasya duduk di bangku sekolah dasar sampai sekarang jabatan nya sebagai Juara Umum tidak pernah terganti satu tahun pun. Telah banyak kejuaraan yang telah Tasya hasilkan dari lomba-lomba yang diikuti nya. Mulai dari lomba melukis, pidato bahasa Inggris, olimpiade - olimpiade dan masih banyak lagi. Selain pintar Tasya Juga suka menulis, untuk mengisi waktu luangnya, mencurahkan segala sesuatu yang melintas di pikiran nya. Banyak orang berfikir Tasya mendapatkan motivasi dan dukungan penuh dari ke dua orang tua, tapi kenyataannya malah sebaliknya. Hanya penderitaan yang di dapatkannya.


 


Terkadang Tasya merasa bukan menjadi dirinya sendiri, apa artinya jika senyatanya hidup adalah topeng palsu di balik tubuh yang hilang sukmanya. Ketika nafas yang di hirup hanyalah sebuah teori yang terasa tidak benar - benar terjadi, dan bibir kaku di paksa untuk tersenyum palsu pada wajah - wajah baru. Kehidupan tidak lah semudah yang di harapkan banyak orang, terkadang air mata, kekecewaan selalu menghiasi setiap insan siapa pun itu. Hanya saja terkadang sebagian orang selalu bersembunyi di balik senyuman untuk menutupi luka nya atau mengubur semua kekecewaan dengan mencoba memulai hidup yang baru.

__ADS_1


 


Bersambung


__ADS_2