
Tring...Tring...Tring
Bel berbunyi, pertanda istirahat, semua murid SMA Pandawa langsung berhamburan menuju ke kantin untuk mengisi perut Mereke yang kosong. Ada juga yang menuju perpustakaan, biasanya anak – anak kutu buku yang suka pergi ke perpustakaan. Tasya kini sedang membereskan alat tulis ke dalam tas nya.
“Tasya, ke kantin kuy! Disana tuh makanan nya enak – enak tau, loe pasti bakal suka, pokok nya lie bakal betah deh sekolah di sini.” Celoteh Naya kepada Tasya dengan suara cempreng khas nya.
“iya...iya bawel banget sih kamu.” Jawab Tasya sambil tersenyum
“Hehe...udahlah skuy ke kantin!” Ajak Naya yang sudah merasa sangat lapar.
Walaupun Tasya dan Naya baru kenal, tetapi mereka sudah sangat akrab, seperti sudah berteman sejak lama. Naya mempunyai sahabat bernama Stevani, namun kini Vani tidak sekolah di karenakan ada acara keluarga di luar negri.
Mereka segera berlari menyusuri koridor, menuju kantin. Karan kalau terlambat sedikit kantin akan penuh.
Brakk... Tasya bertabrakan dengan seseorang lelaki.
“Kalau jalan liat – liat dong! Gimana sih!” Ucap Naufal dengan ketus. Ternyata yang bertabrakan dengan Tasya adalah Naufal.
“Sorry gak sengaja, lagi buru- buru tadi.” Ucap Tasya dengan ekpresi datar. Karena dia tidak merasa bersalah.
‘dia kan si ketos yang kasar' Tasya bergumam dalam hatinya.
“ Makanya liat dong! Kalau jalan! Punya mata gak sih?” kata Naufal. Naufal merasa kesal karena harus berurusan dengan Tasya lagi. Entah mengapa sikap Naufal terhadap perempuan selalu begitu.
“ Udah ah, gue mau ke kantin dulu, kalau mau cari masalah entaran aja deh!” Ucap Tasya sambil berlari menyusul Naya ke kantin, dan meninggalkan naufal di sana. Tasya tidak mau berurusan dengan lelaki seperti Naufal.
Sampai di kantin Tasya segera menghampiri Naya, Naya sudah memesankan mie ayam dan jus jeruk untuk mereka berdua makan.
__ADS_1
Saat ini Naufal Cs tengah berjalan di koridor sekolah hendak menuju kantin. Mereka berjalan dengan santai dan gaya cool nya. Sesekali mereka tertawa dengan candaan yang di buat oleh Vano Beberapa mata tertuju ke arah mereka. Terutama anak perempuan. Terdengar decakan kagum yang keluar dari mulut mereka.
Tak terasa jika mereka sudah sampai di pintu kantin. Banyak siswi yang berteriak histeris karena melihat The Most Wanted SMA Pandawa.
“ Ya Allah, Naufal makin ganteng aja!”
“My sweety Vano udah Dateng.”
“Eh, rambut gue udah rapi belum?”
“Repan sini duduk bareng”
Itulah terikan yang terdengar jelas. Namun mereka menghiraukan suara – suara itu. Mereka memilih meja di tengah – tengah, itu memang sudah menjadi tempat setia mereka ketika mereka ke kantin.
Tasya dan Naya tengah asik menikmati makanan nya, mereka menghiraukan teriakan – terikan para siswi SMA Pandawa.
“Bodo amat, lagian mereka lebay banget sih kaya ada artis aja yang datang!” Jawab Tasya dengan cuek.
“Emang iya, yang datang itu most wanted di sekolah ini!” Ujar Naya dengan antusias.
“Cowok kaya es batu, loe bilang most wanted di sekolah ini? Gak salah? Ucap Tasya merasa tidak percaya.
“Es batu? Siapa yang loe maksud?” Tanya Naya merasa penasaran dengan apa yang di maksud Naya.
“gak.” Balas Tasya cuek. Tasya malas menanggapi Naya, dia malah asik menikmati makanan nya.
“ loe kalau udah liat si ketos pasti klepek - klepek deh!”
“Biasa aja ah!” .
__ADS_1
Naya hanya menggeleng kecil, ia tidak tau dengan pola pikir Tasya, masa dia tidak tertarik dengan lelaki tampan. Entah lah Naya merasa bingung dengan Tasya yang cuek nya minta ampun.
Mereka melanjutkan makanannya.
Naufal, Repan, Dan vano sedang menikmati makanannya.
“Ehh itu siapa? Gue baru liat.” Ucap Vano memecah keheningan.
“Murid baru kali?” jawab Repan.
“Lumayan nambah yang bening di sekolah ini. Hhaa...” kata Vano.
Memang Vano terkenal dengan sifat playboy nya, jika melihat perempuan cantik aura ke playboy an nya kambuh.
"Naufal liat dong! dia cantik kan?" Tanya Vano kepada Naufal.
"Hmmm." jawab Naufal cuek.
"Vano! kenapa loe tanya Naufal? dia mah gak bakalan tau mana yang cantik mana yang engga, liat aja sikapnya dingin banget,haha..." jawab Repan dengan tawanya.
"Berisik Loe!" Ucap Naufal
Ya begitulah Repan Dan vano selalu saja mengganggu Naufal dan menggoda nya, tetapi Naufal tidak pernah merasa tersinggung karena apa yang di katakan mereka benar ada nya.
Tring...Tring...Tring
Bel telah berbunyi pertanda pelajaran ke 3 akan di mulai, semua siswa dan siswi SMA Pandawa berhamburan keluar kantin menuju ke kelas masing - masing.
Bersambung
__ADS_1