
Naufal, Repan dan Vano hanya celingak celinguk sambil menautkan sebelah alis, mereka tidak menyangka kejadiannya bisa seperti ini. Tasya sangat marah, gadis itu hanya menundukkan kepala sambil terisak menahan tangisnya.
"Ehh...ehh, kata bu Sri lukisannya kumpulin sekarang!" ucap salah seorang teman sekelas Tasya.
Sontak semua murid membereskan semua peralatan melukisnya, dan mengumpulkan hasil karya mereka.
Tangis Tasya semakin terdengar, Naya menghampiri Tasya karena merasa kasihan kepada gadis itu.
"Udahlah Syaa, lagian ini bukan salah loe kok, gak usah nangis jelek tau nangis kaya bocah," ucap Naya mencoba menghibur Tasya.
"Tapi Nay kalau gue gak ngumpulin nanti gue bakal kena hukuman dari bu Sri," jawab Tasya sambil terisak.
"Ehh, gini ya, murid baru gue udah minta maaf walaupun bukan gue yang ngomong, terserah loe mau maafin atau engga," ucap Naufal, lalu pergi dari hadapan Tasya dan Naya.
"Dasar gak punya hati! gak tanggung jawab lagi, pria es batu!" ucap Tasya sambil berteriak.
Naufal terus saja berjalan menghiraukan ucapan Tasya seolah - olah tidak mendengar apa yang di katakan Tasya.
"Udahlah Syaa, mau gimana lagi? Kak Naufal emang gitu orang nya, udahlah mending kita ke kantin aja!" ucap Naya.
Akhirnya Tasya mengalah, Tasya memutuskan untuk pergi ke kantin bersama Naya.
Seperti dugaan Tasya sebelumnya, bahwa dia akan di hukum. Salah satu teman sekelas Tasya memberitahukan bahwa Tasya di tunggu di ruangan bu Sri. Tasya hanya bisa pasrah, Tasya berjalan keluar dari kantin. Sesekali Tasya membuang nafas nya dengan kasar.
__ADS_1
Di karenakan Tasya tidak mengumpulkan lukisannya, Tasya di hukum membereskan perpustakaan. Awalnya Tasya menolak, tetapi mau bagaimana lagi Bu Sri adalah guru yang tidak bisa di tawar.
***
Katanya, hujan adalah malaikat yang turun dari langit. Jadi, hujan adalah anugrah bagi setiap makhluk hidup yang tinggal di permukaan bumi ini. Hujan itu indah. Bunyi rintiknya bak nyanyian merdu yang menggema. Aromanya yang lembut perlahan menyusup dan menciptakan kedamaian dalam hati.
Langit tampak muram pagi ini. Serat hitam yang mengantung di kaki cakrawala menjelma tirai-tirai kelabu penghalang cahaya keemasan milik mentari. Hujan baru saja reda, tetapi gerimisnya masih tersisa untuk menemani langkah seorang gadis yang terdengar berkecipak membelah genangan air hujan.
Disinilah Tasya berada. Di halte dekat rumahnya, setelah ia lari - lari dari rumah menuju halte. Tasya sedang menunggu kendaraan umum yang lewat ke sekolahnya. Hari ini ayah Tasya tidak bisa mengantar Tasya ke sekolah di karenakan ada urusan kantor. Terpaksa Tasya harus naik angkutan umum.
Sudah sepuluh menit ia duduk di situ, namun belum juga ada kendaraan yang lewat. Gadis itu melepaskan tas yang bertengger di punggungnya. Imerogoh tas itu, mengambil benda pipih kesayangan nya. Tasya memutuskan untuk bermain ponsel sebentar untuk melawan rasa bosannya.
Matahari sudah hampir naik, jam menunjukan pukul 07.00. Sebentar lagi gerbang sekolah akan di tutup, tetapi gadis itu belum menemukan kendaraan umum yang lewat.
Sosok cowok dari motor itu, membuka helm yang di pakai di kepalanya dia menatap sosok gadis yang tengah sibuk memainkan ponsel.
"Ekhem..." Cowok itu malah berdehem.
Tasya menghentikan aktifitasnya yang tengah memainkan ponsel. Ia mengalihkan pandangannya menatap orang yang sedang berbicara dengannya. Alisnya bertautan.
"Ngapain loe disini?" Ucap Tasya.
"Naik!" Ucapnya dengan datar.
__ADS_1
Tasya memutar bola matanya malas. Jika tidak ada yang ingin menjawab pertanyaan, maka tidak akan selesai urusannya. Gadis itu mengalah dan memutuskan untuk menjawab ucapan cowok itu.
"Ogah!" Jawab Tasya dengan meninggikan suaranya.
"Cepat naik! kita berangkat!"
"Cih, apa - apaan sih loe? Mau maksa gue?"
"Naik!"
"Gak, gue gak mau!"
"Naik sendiri apa mau gue gendong?"
"Ck, loe bisanya ngancem doang."
Tasya bangkit dari duduknya. Melangkah dengan malas menghampiri motor ninja merah itu. Ia mengambil helm yang bertengger di depan lalu memakaikan ke kepalanya.
Kira - kira siapa ya, yang ngebonceng Tasya?
Bersambung
**Happy Reading guys😚 Sebelumnya author mau minta maaf. Kalau misalkan dalam cerita ini banyak kesalahan dari segi penulisan, alur yang gampang di tebak, penokohan yang biasa saja terutama dalam penempatan kata - kata yang kurang tepat dan tanda baca yang salah. Author minta kritik dan sarannya soalnya ini cerita pertama author dan harus belajar lagi.😁
__ADS_1
jangan lupa tinggalin jejak, like+ coment+rate+vote dan follow akun author , Sekian dan terimakasih😊✋**