Seindah Senja Di Ujung Cakrawala

Seindah Senja Di Ujung Cakrawala
3. Sekolah Baru


__ADS_3

Saat ini Tasya sudah sampai di sekolah barunya. Tasya sudah pergi dari tempat parkiran menuju koridor. Koridor sudah ramai dengan lalu lalang anak SMA Pandawa, apalagi dengan adanya murid – murid yang suka ngerumpi. Sebuah rumpian itu belum berhenti ketika Tasya datang. Banyak pasang mata yang menuju padanya.


“wihhh...siapa tuh?”


“Anak baru, ya?”


“Lumayan cantik sihh!” Dan masih banyak lagi .


Berbagai ucapan untuk Tasya dari siswa dan siswi SMA Pandawa. Tasya hanya mengangguk sambil melanjutkan perjalanan nya mencari ruang Kepala Sekolah.


"Dimana ruang kepala sekolah ya? Haduhh...”


Tasya merasa bingung karena dari tadi dia belum menemukan ruang kepala sekolah.


Terlihat pria paruh baya yang menghampiri Tasya.


“Nyari siapa?” Tanya bapak itu.


“Ehh...anu Pak, saya lagi nyari ruang kepala sekolah?” Jawab Tasya dengan gelagapan karena Terkejut.


“Ohh...kamu anak pak Rio bukan?”


“Iya pak! Saya di suruh ayah buat nemuin bapak kepala sekolah.”


“Ayo...! Ikut saya ke ruangan! Saya kepala sekolah di sini, panggil saja pak Rudi.”


Akhirnya Tasya mengikuti pak Rudi ke ruangan nya, karena pak Rudi akan mewawancarai Tasya sebelum dia di terima di sekolah.

__ADS_1


“Berdasarkan Raport kamu di sekolah sebelumnya. nilai – nilai kamu cukup bagus, jadi kamu saya masukan ke kelas XI IPS 1!”


“Oh...baik pak! sebelumnya terima kasih sudah mau menerima saya di sekolah ini, saya permisi ke kelas!”


Tasya segera bangit dari duduk nya, karena dia sudah tidak sabar ingin belajar.


“ee__ehh, tunggu dulu! Memang nya kamu sudah tau ruang kelas kamu dimana? Saya akan panggilkan ketua OSIS, untuk mengantarkan kamu ke kelas Bu fatma!” ucap pak Rudi kepada Tasya.


Setelah itu pak Rahmat menelepon seseorang. Beberapa menit kemudian terdengar suara pintu ruangan di ketuk


“Tok...tok..tok”


“Permisi pak.” Ucap seseorang di balik pintu.


“Silahkan masuk!”


“Ada apa, pak?” Ucap lelaki itu.


“oh, baik pak.”


Naufal sang ketua OSIS di SMA Pandawa, dia cowok terkeren di sekolah. Sekolah yang terkenal se provinsi itu. Dengan wajah nya yang tampan rupawan, tubuh nya tinggi dan gagah. Tak heran jika dia di idolakan semua anak cewe di sekolah. Namun di balik itu semua Naufal punya kekurangan, sikap nya yang arogan dan dingin membuat semua orang tidak bisa membantah semua perkataan nya. Banyak para siswi SMA Pandawa yang berusaha memenangkan hatinya, namun sampai saat ini belum ada yang bisa mengambil hatinya. Cowok itu mendadak dingin dan garang jika ada siswi yang berusaha mendekatinya.


Tasya dan Naufal pergi dari ruangan kepala sekolah menuju kelas baru Tasya.


“Ayo!” ucapnya sambil menarik kasar pergelangan tangan Tasya.


Dengan terpaksa Tasya mengikutinya, sambil meringis menahan sakit.

__ADS_1


“Kasar banget sih jadi cowok! Biasa aja kali nariknya. Aku ini manusia bukan barang! Seenaknya narik -narik!” Ucap Tasya dengan penuh penekanan di setiap kalimatnya karena merasa kesal.


“Diam loe! Berisik!” kata Naufal dengan emosi


Tasya hanya bisa pasrah mengikuti naufal. Entah apa yang merasuki naufal hingga sikapnya bisa seperti ini kepada semua wanita. Semenjak dia tahu bahwa ibu nya meninggal setelah melahirkan dia. Ia selalu merasa bersalah,hidupnya seperti tidak ada tujuan. Jalan hidupnya seperti batuan bergerinjal yang menghalangi kebahagian dia. Dia selalu berfikir jika wanita itu akan meninggalkan dia sama seperti ibu nya.


Sampai lah Tasya dan Naufal di depan ruang kelas XI IPS 1. Tasya segera masuk kelas dan meninggalkan naufal tanpa mengucapkan terimakasih. Toh buat apa mengucapkan terimakasih kepada pria yang tidak bisa memperlakukan nya dengan baik.


“ Selamat pagi Bu?” ucap Tasya kepada Bu guru yang sedang menjelaskan.


“Pagi, kamu murid baru? Ayo kesini! Perkenalkan nama kamu kepada teman – teman di kelas ini”


“Baik Bu. Perkenalkan nama ku Keyla Anastasya Putri Ramadina, kalian bisa memanggilku Tasya, Dan aku senang bertemu kalian semua, semoga kita bisa jadi teman baik.” Kata tasya memperkenalkan diri pada wajah-wajah asing di depan nya. dan perlu kalian tahu bahwa ini bukan pertama kalinya Tasya mengalami ini. Maksudnya, berdiri kaku dengan senyum palsu yang di paksakan seperti ini.


Semua siswa tercengang melihat kecantikan Tasya. memang Tasya gadis cantik dengan lesung pipi di kedua pipi nya serta bulu mata yang lentik membuat dia terlihat lebih cantik.


“Waww...!”


“Gila cantik banget!”


“Nomer hp nya dong?” ujar seluruh anak cowo mengagumi kecantikan Tasya.


“Diam semuanyaa...!” ucap Bu fatma karena semua anak cowo pada ribut.


Bu fatma mempersilahkan Tasya untuk duduk bersama anak cewe yang duduk nya sendiri. Tasya berjalan ke arah bangku yang kosong di sebelah jendela. Dari jendela terlihat suasana sekolah yang nyaman.


“Haii! Aku Kanaya, semoga kita bisa jadi teman baik, ya?” ucap teman sebangku Tasya memperkenalkan diri.

__ADS_1


“Aku Anastasya , panggil aja Tasya.” Kata Tasya sambil tersenyum yang memperlihatkan kedua lesung pipi nya.


Setelah itu mereka melanjutkan pelajaran.


__ADS_2