Sejak Aku Melihat Dirimu

Sejak Aku Melihat Dirimu
apakah kisah ini akan berakhir


__ADS_3

Waktu sudah memasuki senja tak seperti biasanya Shean pulang lebih awal biasanya pria itu akan pulang larut malam saat dia datang seluruh penghuni bumi sudah terlelap dan mengarungi mimpi mereka.


Begitu pun dengan Jennifer dia pun terkejut saat melihat suaminya pulang cepat . sedetik kemudian Jennifer jadi teringat ucapan suaminya saat ditelpon tadi membuatnya mengangguk kepala sendiri seolah mengerti maksud kepulangan suaminya yang cepat itu . tanpa pikir panjang dia kembali meletakkan segelas susu ditangannya , segera menghampiri Shean untuk menyambut kedatangan pria itu . meski tak ada respon namun selagi itu kewajibannya tetaplah terus dilakukan oleh Jennifer.


Tak berapa lama kemudian , Jennifer sudah berdiri didepan kaca pembatas balkon menunggu suaminya datang .


dalam hitungan detik sosok suaminya itu muncul dari balik pintu . Jennifer membalikkan tubuhnya saat mendengar deheman dari suaminya . sebuah senyuman manis pun menyambut kehadiran pria itu. entahlah kenapa disetiap melihat suaminya memakai pakaian bebas selalu membuat jantung nya berdegup lebih cepat seperti anak muda sedang jatuh cinta .


" Mau bicara apa ?" tanya Jennifer memulai obrolan sembari duduk memeluk lutut


Angin malam terasa begitu sejuk pemandangan kota dari jauh terlihat indah dihiasi dengan kecerahan langit malam dengan bintang-bintang bercahaya yang mengelilingi bulan . Tak pernah terbayangkan Jennifer bisa duduk berdua dengan suaminya diatas balkon , menurutnya itu sudah romantis dia pun menjadi berharap Shean akan mengatakan sesuatu berita baik tentang pernikahan mereka ,namun tanpa disangka pria itu justru memiliki tujuan lain .


" Aku sudah menemukannya " kata Shean dengan perasaan penuh bersalah kepada Jennifer. kali ini Shean tidak bisa untuk tetap acuh walau bagaimanapun ia tetap memikirkan perasaan Jennifer.jujur saja pria itu lebih banyak mengacuhkan dari pada merespon disetiap penyambutan atau apalah yang dilakukan istrinya


Senyum yang semula mengembang indah itu perlahan -lahan hilang . wajah yang menatap Shean itu tampak berubah syok. dia berdoa kepada Tuhan setiap malam untuk menguatkan dirinya jika hal ini terjadi.ceritanya tak lagi seindah yang dibayangkannya .saat dia sah menjadi istri dari pria itu , dia tahu satu momen ini akan terjadi kepadanya dan setiap hari pun dia berusaha menguatkan diri .tapi ternyata dia sama sekali belum siap .tetap saja hatinya begitu sakit mendengarnya .apakah ini tanda bahwa sebentar lagi dia bukan siapa-siapa bagi pria itu ?

__ADS_1


pandangan nya memburam melihat sosok tampan itu dia takut tak bisa lagi menyebutnya sebagai suami.


" Benarkah? kata Jennifer mencoba untuk tersenyum .


Jennifer tak ingin terlihat menyedihkan didepan suaminya itu .seumur-umur pernikahan mereka sama sekali dia tidak pernah menunjukkan kesedihannya walaupun sepahit apapun yang ia rasakan .luka itu tetap dipendamnya sendiri .dia juga tidak ingin diakhir hubungan mereka Shean melihatnya menangis .


" Maaf aku harus mengatakan ini padamu ,lambat laun kau juga akan mengetahuinya sebelum itu terjadi aku akan mengatakannya padamu mungkin


sedikit menyakitkan untuk itu aku minta maaf .kau masih muda , wanita berkarir , dan juga baik .pasti banyak diluaran sana pria yang nantinya mendapatkanmu akan jauh lebih baik dari pada diriku " Ujar Shean dengan jelas , dia berbicara tanpa melihat bagaimana raut wajah istrinya saat ini . setelah menarik satu helaan nafas dia kembali melanjutkannya .


" aku tak ingin kau terus terjerat dalam pernikahan ini dari dulu aku sudah mengatakannya jika kau sudah bosan kau boleh meninggalkanku nyatanya kau tidak melakukannya .pada akhirnya kenyataan ini harus kau terima " ujar Shean dengan tegas disetiap kata-katanya


suaranya terdengar bergetar namun sekuat tenaga dia menyamarkan semuanya dengan tak berkedip , jika berkedip air matanya pasti langsung jatuh


" kedatanganku ke London kemaren untuk menemui Emmili ,dia sudah sadar dari komanya rencananya besok aku akan menjemputnya kesana untuk kembali tinggal di Indonesia " tutur Shean mengangkat satu ujung bibirnya saat mengatakan kepulangan kekasihnya itu .

__ADS_1


" Kenapa tidak memberitahuku dari awal , jika begitu aku bisa datang untuknya . apa Papa dan Mama juga mengetahuinya ?" tanya Jennifer mengingat saat itu mertuanya juga ikut kesana meskipun tujuan mereka untuk liburan kedua anaknya .


Shean mengangguk membenarkan pertanyaan istrinya itu . beberapa menit kemudian keheningan terjadi diantara mereka . suara decitan burung dan dedaunan yang saling bergesek yang hanya terdengar mengisi keheningan di sana .


" Lalu dia akan tinggal di mana ?" tanya Jennifer setelah bergelut dengan pikirannya sendiri .


Shean meliriknya ," Di mansion ini "


Deg


Kata yang begitu singkat mampu memporak-gandakan jantungnya . Jennifer kembali berpikir , dia akan tinggal satu atap dengan perempuan lain yang notabenenya adalah


kekasih suaminya , itu dulu . perempuan itu juga salah satu penyebab kenapa selama ini Jennifer tak pernah mendapat cinta dan kehangatan dari suaminya sendiri .


" Apa kau benar-benar ingin kembali bersama nya ,Shean ?" kini ia bertanya untuk semua maksud dan dugaan nya selama ini

__ADS_1


" Jennifer , aku mencintainya . selama ini ragaku tinggal bersamamu namun hatiku jauh ,hati ini tidak mau terlepas dengan satu nama yaitu Emilli .


mungkin kau berpikir aku itu egois tapi itu lah kenyataannya , perasaan tidak bisa dibohongi Jenni " jawab pria itu , Jennifer bisa melihat kejujuran dari apa yang dikatakan pria itu .


__ADS_2