
Jennifer berjalan mengikuti resepsionis itu yang mengantarkannya hingga pintu ruangan itu .
" Nona meja Tuan ada pada nomor delapan sebelah kanan pojok dekat balkon " kata resepsionis itu mengarahkan dengan tangannya
Jennifer mengikuti arah tempat yang ditunjukkan resepsionis itu dan sekarang dia bisa menemukan sosok seseorang yang benar-benar membuatnya rindu .kini Jennifer berjalan mendekat menelusuri meja nomor delapan . setelah dirasa menemukannya Jennifer langsung menyapa beberapa orang yang ada disana .
" Excuse me " kata Jennifer kepada dua orang anak kecil berusia enam tahun yang sedang asik memakan cemilan mereka
yang disapa langsung menatap Jennifer dengan wajah yang terkejut sontak membuat keduanya saling menyahut dan berhambur memeluk Jennifer
" Bibi "
" Bibi "
" Aa...kami merindukan mu bibi " dengan rasa bahagia Jennifer menerima pelukan kedua anaknya itu
" Bibi juga , bahkan sangat rindu dengan dua jagoan bibi ini " tanpa dia sadari pria yang tadinya sibuk menunduk memainkan ponsel ditangannya ikut menatap Jennifer .
Pria itu segera mengalihkan pandangnya saat empu yang ditatap menyadarinya
Jennifer menduduki tubuhnya disebuah kursi disebelah anaknya .rasanya dia sangat bahagia pagi ini mendapat kejutan dari anak-anaknya
" Bibi ini suprise ya ..."
" Kita sengaja meminta paman untuk tidak langsung pulang kerumah karna kita mau kasih suprise untuk bibi " kata mereka dengan semangat menceritakan rencananya
" Wahh ! terima kasih ya bibi senang bisa ketemu lagi sama kalian .rindu itu berat tau " kata Jennifer mencubit pelan hidung mancung milik anak nya
" Apa bibi merindukan kami saja ?" tanya Xavio menatap bibinya
Xacia langsung menyela ucapan sang adik kala melihat ekspresi bibi yang terlihat bingung
" Apa bibi merindukan paman juga ?" tanya Xacia menelisik sebuah kebenaran melalui bola mata yang hitam kecoklatan milik Jennifer
huk huk huk
Shean terbatuk saat mendengar ucapan keponakannya itu .entah kenapa dia merasa ada sesuatu .Jennifer langsung memberikan sapu tangan didalam tasnya kepada Shean .yang selalu dibawanya kemana pun .
" Pakailah "
__ADS_1
Shean mengambilnya dan membersihkan jasnya yang terkena tumpahan jus yang diminumnya .
" Paman kami minta maaf " kata Xacia dan Xavio menyadari perbuatan mereka membuat pamannya hingga tersedak
" ini bukan salah kalian paman saja yang kurang hati-hati .disinilah dulu bersama bibi kalian paman ketoilet sebentar " Shean berdiri lalu berjalan menuju toilet meninggalkan Jennifer dan kedua anak mereka
Xacia dan Xavio menatap punggung pamannya terus hingga hilang dari balik pintu .mereka merasa bersalah karena ucapan Xacia Paman mereka tersedak minuman hingga mengotori jasnya
" Jangan sedih dong . paman sudah bilang bukan itu bukan salah kalian " Jennifer mencoba memberikan pengertian kepada anaknya
" Kami takut paman akan marah " keduanya sama sama menundukkan kepala mereka
" Tidak akan , percayalah " kembali meyakinkan dengan ketulusannya .jiwa keibuannya mampu membuat kedua anak itu merasa nyaman dan percaya dengan perkataan Jennifer.
"sudah tentang tadi lupakan saja sekarang bibi akan menagih cerita liburan kalian . ayo ceritakan bibi mau satu-satu ya tidak boleh bersamaan "
Ketiga nya kompak seperti ibu dan anak ,kedekatan mereka tak ada yang mencurigai
bahwa yang sebenarnya mereka bukanlah pasangan ibu dan anak kandung melainkan seorang bibi yang begitu menyayangi kedua keponakan suaminya .
Dilain tempat , tepatnya didalam toilet .Shean membersihkan Jasnya yang terkena tumpahan jus orange .
Membenarkan kembali posisi dasi dan kerah baju. Shean lalu keluar dan berjalan dengan gontai .langkahnya yang pasti membuatnya terlihat semakin berwibawa .
" Paman bolehkah sore ini kita main ke cendana park ? " tanya Xacia ketika berada didalam mobil menuju jalan pulang ke rumah
Jeffano melirik Xacia sembari tetap fokus dengan setiran mobil ." Boleh . Tapi paman tidak bisa ikut "
kata Shean
" Kenapa?" tanya Xacia
" Karena setelah ini paman masih ada urusan yang harus diselesaikan hari ini " Perkataan Shean membuat Xacia kecewa .wajahnya sendu memilih untuk menatap keluar jendela
Dia ingin mulai hari ini akan menyatukan kembali hubungan antara paman dan bibinya .setelah melihat sesuatu waktu liburan kemaren membuatnya menyadari bahwa selama ini hubungan antara paman dan bibi tidak lah sebaik yang selalu mereka tunjukkan
" Hari ini saja , boleh ya paman ..." kata Xacia sangat berharap
" Paman tidak bisa Xacia kalau ingin bersama paman kita pergi lain waktu saja " kata Shean tegas .
__ADS_1
Kedua anak kembar itu diam setelah mendengar perkataan paman mereka dan untuk yang terakhir kali sama sekali tak ada bantahan .mereka anak yang penurut dan juga patuh .
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit kemudian Jennifer tiba disebuah butik mewah . beberapa karyawan butik menyapanya dengan sopan .mereka semua memberi salam selamat datang kepada CEO mereka karena telah cuti selama satu bulan penuh
" Selamat pagi " seru seseorang dari balik pintu ruangan dimana Jennifer bekerja
Seorang gadis dengan dress warna lilac mendorong pintu dari luar . dia berjalan dengan beberapa map dipangkuannya . berjalan dengan anggunnya mendekati meja Jennifer
" Selamat pagi Nea" sapa Jennifer ketika melihat sahabat sekaligus asistennya itu masuk ke ruangannya tanpa mengetuk terlebih dahulu
" Sepertinya ada aroma -aroma bahagia nih " Nea mengendus-ngendus hidungnya mendekati tubuh Jennifer
" Pasti kamu baru saja bertemu dengan seseorang"
tebak Nea yang menduduki tubuhnya disebelah Jennifer
" Seseorang . dan dia adalah orang yang paling aku sayangi dia menjadi bagian dihidupku " kata Jennifer membayangkan pertemuannya dengan kedua anaknya direstoran
" Wah ! apa itu Shean ? " tanya Nea begitu antusias dan kembali berpikir " atau ... pria lain ?"
" Rahasia " kata Jennifer saat melihat wajah Nea yang begitu penasaran menanti jawabannya
" Ah kau tidak asik Jenni , ayo lah beri tau aku siapa dia ?apa Shean sudah terhapus dari list pria tampan dihati mu ?"
" Itu rahasiaku kau tidak boleh tahu " Jennifer menegaskan ucapannya
" Da-n satu lagi aku tidak punya list untuk banyak pria "
" Lalu siapa dia ?"
" Masih penasaran ?" Nea mengangguk cepat . telinganya seakan akan sudah bersiap untuk mendengar tuturan dari Jennifer . melihat wajah imut sahabatnya itu Jennifer dibuat tertawa geli .
" Dia ada-lah ..." Jennifer berkata sambil menatap serius kedua mata Nea .
Nea mengangkat kedua alisnya meminta lanjutan dari ucapan Jennifer
" Dia ada-lah....Xacia dan Xavio . haha..hahah..." setelah berhasil mengerjai gadis itu Jennifer tertawa besar hingga memenuhi keseluruh ruangan. dia sangat puas melihat wajah cemberut dari Nea .
" Kau mengerjaiku ya " titah Nea
__ADS_1
" Sebenarnya aku tidak berniat untuk mengerjaimu tapi aku pikir lagi apa salah nya aku mencobanya dan ternyata kau kena ..." kata Jennifer