
Rasanya ia ingin mengeluarkan semua uneg nya , yang selalu menjadi beban pikirannya .dia membenarkan perkataan suaminya bahwa pria itu memang egois , dia sama sekali tak memikirkan bagaimana perasaannya . jika boleh menuntut dia akan menuntut semua hak nya ,tapi hal itulah yang tak bisa dia lakukan . seolah semua perkataan yang terlontar dari mulut suaminya itu bagaikan sebuah perintah yang tak bisa dibantah .
" Apa tidak ada sedikit cinta untukku ? tujuh tahun bersama tidakkah sedikit pun hatimu tersentuh ?" lirihnya dengan gejolak hati yang menggebu
" Ya aku tahu tujuh tahun kita bersama tapi apa dayaku jika rasa itu tidak ada . mungkin kau bukan jodohku . dengan terlepasnya dari ikatan ini kelak kau akan mendapatkan pria yang tepat untuk mencintaimu . jika untuk cinta mungkin aku tidak akan bisa memberikanya . aku melepaskanmu karena tidak ingin kau seperti ini seumur hidupmu " Raut wajah Shean seketika berubah , wajahnya terlihat tegang saat Jennifer melontarkan ucapannya
Melihat perubahan itu Jennifer tidak bisa membantah lagi . dia tetap berprasangka baik kepada tuhan pasti dibalik semua ini akan ada hikmah yang indah untuknya nanti .mungkin rasanya berat tetapi menjadi suatu kewajiban yang akan dilakukannya .
" Kapan kau akan menggugat cerai untukku ?" sekuat tenaga berkata agar tidak meneteskan air matanya . bagaimana bisa dia sendiri yang mengatakan waktu perceraian mereka .hal mustahil yang tak pernah terpikirkan olehnya .
" Satu bulan lagi " Jennifer terlihat sedikit mengulas senyum kecut
__ADS_1
" Waktu ku tinggal satu bulan lagi tapi sampai saat itu tiba bolehkah aku membantu mu untuk menjaganya , percayalah aku tidak akan berbuat macam-macam yang akan membahayakannya , aku janji setelah semua keadaan membaik aku akan pergi ,tidak akan menganggu kalian . aku hanya ingin meninggalkan kenangan yang indah untuk kalian dan sedikit waktu bersama anak-anak . bolehkah ? "
Dia mengenggam erat tangannya sendiri untuk menguatkan dirinya .
Mata Jennifer memancarkan pengharapan yang begitu dalam , Shean tak bisa menolaknya , itu hal yang kejam jika dia tidak mengabulkannya dan lebih kejam lagi jika ia memutuskan hubungan Jennifer dengan keponakannya yang sudah dianggap Jennifer anaknya sendiri
Shean pun tahu dia adalah wanita yang luar biasa tapi sayangnya hatinya sama sekali tak bisa menerima . sekeras apapun wanita itu mencoba tetap saja mata dan hatinya tertutup erat hanya untuk satu nama yang masih terekat dengan indah .
" Terima kasih " kata Jennifer tersenyum manis walaupun hati nya hancur , senyuman indah itu tak pernah pudar diwajah cantiknya . memang tak ada lagi tempat dia di samping Shean , namun setidaknya dia masih mempunyai sedikit waktu untuk bersama dikeluarga ini sampai waktu itu tiba .
" Sepertinya malam semakin larut , angin malam juga semakin dingin kembalilah ke kamarmu pembicaraan kita cukup sampai disini , dan --" kata Shean saat melihat Jennifer mendengarkannya dengan baik
__ADS_1
" Terima kasih " hanya senyuman tipis yang ia dapat dari istrinya itu . memandang punggungnya sampai hilang dibalik pintu .
Jennifer segera keluar dari balkon itu , tepat dia membalikkan tubuhnya disaat itu juga air matanya yang tulus jatuh tanpa lagi bisa dibendung ,mengalir hangat membasahi pipinya yang putih kemerahan .dia menekan kedua bibirnya untuk menyembunyikan suara tangisnya sekuat tenaga tetap berjalan kekamarnya . namun akhirnya menyerah .
Karena merasa sangat sakit disekujur tubuhnya , dia hanya bisa menyender disalah satu tiang tembok besar disudut ruangan .mencoba menuangkan rasa sakitnya sejenak .meremas dadanya yang terasa begitu sesak ,Jennifer seperti kehabisan oksigen . dia tersendu -sendu ,rasa yang begitu nyeri membuatnya meringsut jatuh menahan rasa nyeri yang menusuk dadanya .sejenak berusaha mendapatkan oksigen dia ingin bisa menghadapi semua ini .
Tak lama dia menuangkan perasaannya disana , dia melihat Shean berjalan kearahnya yang baru keluar dari arah balkon . dihapusnya air matanya dengan sedikit kasar ,hidungnya yang berair disekanya menggunakan sapu tangan yang ada didalam salu celana.dia tidak ingin Shean melihatnya lemah saat berada dibelakang pria itu .
Berusaha berdiri dengan berpegangan pada dinding . dia mencoba untuk tersenyum ,awalanya sulit , dia ingin kembali menangis namun bisikan lain masih mampu untuk menguatkan dirinya dan berkata dalam hati .
Ayo Jennifer , kau harus bisa . bukankah hal ini sudah pasti terjadi ? jadi...harus terus tersenyum , jangan lemah sebelum waktunya kau pasti bisa menghadapi semua ini , ingat jangan kemukakan ego mu
__ADS_1
Tepat saat Shean sudah mendekat Jennifer menyembunyikan dirinya dibalik dinding yang besar itu , membiarkan pria itu berjalan lebih dulu setelah memastikan benar-benar tak ada lagi baru lah Jennifer berjalan pelan menuju kamarnya .malam yang terasa begitu menyahat hatinya , dunia membiarkannya menangis pilu disebuah kamar yang tampak gelap , hanya lampu tidur sebagai penerangan disana .